UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

PBB: Indeks tata kelola hutan Indonesia buruk

07/05/2013

PBB: Indeks tata kelola hutan Indonesia buruk thumbnail

Direktur UNDP Indonesia Beate Trankmann

 

Laporan terbaru dan pertama tentang indeks tata kelola hutan di Indonesia oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) yang diluncurkan di Jakarta, Senin (6/5) menunjukan bahwa tata kelola hutan di Indonesia masuk dalam kategori buruk.

Laporan tahun 2012 ini, yang disebut indeks Penilaian Tata Kelola yang Partisipatif (Partcipatory Governance Assessment, PGA) merupakan hasil penelitian yang berlangsung selama setahun, melibatkan 10 propinsi, antara lain Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Papua Barat, dan Papua, dengan sampel 2 kabupaten di setiap propinsi.

UNDP menempatkan indeks keseluruhan tata kelola hutan Indonesia dengan skor 2,33, jauh di bawah nilai tertinggi 5.

Dari 10 provinsi yang diteliti, menurut laporan ini, 90 persen hutannya masuk kategori kuning (rentang indeks <2 – 3,5) yang berart buruk dan 10 persen kategori merah (rentang indeks <2) atau sangat buruk.

“Ini memperlihatkan bahwa sebagian besar daerah yang menjadi lokasi penilaian ini  sedang terancam”, demikian kata laporan ini.

Menurut laporan ini, rendahnya indeks ini antara lain disebabkan oleh lemahnya penegakkan hukum dalam menangani konflik-konflik kehutanan, perlindungan hak-hak masyarakat dalam kawasan hutan dan proses perizinan pengelolaan hutan yang rentan dengan korupsi.

Beate Trankmann, Direktur UNDP Indonesia mengatakan, Indonesia membutuhkan tata kelola hutan yang lebih baik, terutama agar upaya implementasi program REDD+ (Reducing mission from Deforestation and Fores Degradation/Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan) dapat terealisasi.

“Kami berharap, hasil penelitian ini akan diterjemahkan ke dalam tindakan konkret untuk memperbaiki tata kelola hutan, lahan dan REDD+. Ini adalah prayarat untuk melindungi hutan dan lahan gambut secara efektifn dan secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim dan mengancam keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan umat manusia”, katanya.

Menanggapi laporan ini, Menteri Kehutanan mengatakan, buruknya indeks tata kelola hutan, lebih banyak dipengaruhi oleh besarnya kewenangan pemerintah lokal (propinsi dan kabupaten) yang dengan mudah memberikan izin bagi pemanfaat hutan, termasuk hutan lindung, baik untuk perkebunan maupun pertambangan.

“85 persen kewenangan pengolahan hutan ada di tangan pemerintah kabupaten. Kami hanya memiliki 15 persen”, katanya.

Ia pun menegaskan, pihaknya akan memperpanjang moratirum pengelolaan hutan yang sudah berlangsung sejak 2011 dan akan berakir pada 20 Mei tahun ini.

“Kita hanya tinggal menunggu diterbitkannya Keputusan Presiden untuk memperpanjang moratorium ini”.

Sementara itu, aktivis lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai, buruknya pengeloaan hutan di Indonesia terjadi karena lemahnya pengawan pemerintah.

“Moratorium yang berlaku selama ini kurang efektif. Ini hanya menghentikan pemberian izin baru untuk pengelolaan hutan. Sementara izin-izin lama untuk pertambangan dan perkebunan di kawasan hutan tidak pernah dievaluasi kembali. Padahal, mereka berkontribusi bagi kerusakan hutan”, kata Zenzi Suhadi, aktivis Walhi kepada ucanews.com hari ini, Selasa (7/5).

Ia mendesak, agar paradigma moratorium hutan diubah, yakni ada upaya mengevaluasi perizinan perusahaan-perusahan yang bermasalah.

Ryan Dagur, Jakarta

 

  • http://www.facebook.com/prayotosikumbang Prayoto Sikumbang

    Kalo yg jelek2 pasti perbuatan daerah, padahal tidak satupun izin yg diterbitkan daerah..diRiau 1,8 Juta Ha Pelepasan Sawit dan 1,8 Juta Ha Akasia diterbitkan Pusat,,lalu daerah mana sih yg dimaksud????

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  2. Umat Kristiani India mengungkapkan keterkejutan terkait serangan gereja
  3. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  4. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  5. Politisi Hong Kong berkomentar 'rasis' terhadap PRT
  6. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  7. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  8. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  9. NIIS dan Janji Surga
  10. 150 tahun kedatangan misionaris ke Tiongkok dirayakan di Belgia
  1. KWI: Hukum untuk melindungi kehidupan, bukan menghilangkan kehidupan
  2. Petisi online, selamatkan korban human trafficking Mary Jane
  3. Setelah Katolik Center, Maluku akan bangun Buddha dan Hindu Center
  4. Umat Katolik harus tanam pohon sebelum menerima Sakramen Baptis dan Sakramen Perkawinan
  5. Indahnya arsitektur berbagai rumah ibadah di Medan
  6. Penutupan sekolah yang dikelola Gereja di Bangladesh menimbulkan pertanyaan
  7. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  8. NIIS dan Janji Surga
  9. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  10. Renungan Hari Minggu Paskah IV bersama Pastor Bill Grimm
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online