UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Umat Katolik berbeda pendapat terkait pemasangan AC di katedral Jakarta

07/05/2013

Umat Katolik berbeda pendapat terkait pemasangan AC di katedral Jakarta thumbnail

Bagian dalam katedral Jakarta

 

Pastor Antonius Dijkmans sebenarnya harus mempertimbangkan cuaca di Batavia (kini Jakarta) ketika ia merancang gereja Katolik dengan gaya neo-gotik itu yang dibangun tahun 1901.

Katedral Jakarta yang megah itu memiliki langit-langit yang tinggi, panjang 60 meter dan lebar 20 meter, yang memungkinkan gedung itu bisa terasa adam melalui sirkulasi udara.

Namun, arsitek Belanda itu mungkin tidak mempertimbangkan bahwa lebih dari 100 tahun kemudian, umat dan pengunjung akan berdebat untuk memasang AC di dalam gereja tersebut.

Sejumlah umat mengatakan mereka mengalami kepanasan saat mereka berdoa, sementara umat lain merasa khawatir bahwa sistem AC akan merusak nilai konstruksi dan sejarah gereja itu.

“Saya tidak berpikir pihak gereja akan menerima izin untuk memasang AC karena hal itu dapat mengganggu burung-burung dan museum di lantai atas. Saya secara pribadi juga merasa panas,” kata Maya, yang biasa ke gereja itu untuk menghadiri Misa  malam, kepada The Jakarta Post baru-baru ini.

Sementara itu, Rahman, umat lain, mengatakan dia tidak bisa tahan panas selama Misa sore serta juga pada Misa Natal dan Misa Paskah.

Dia berharap gereja akan mencari solusi untuk memasang AC tanpa mengganggu konstruksi bangunan.

“Kita membutuhkan kenyamanan saat kita berdoa. Jika kita memiliki AC, kita mungkin memiliki konsentrasi yang lebih baik karena kita tidak perlu sibuk mengipas-ngipas diri kita.”

Yohanes Tris, yang telah menjadi anggota aktif di gereja itu selama 50 tahun, mengatakan umat kadang kala pingsan di gereja itu, terutama  dekat tempat lilin yang bernyala.

Ia mengatakan ia telah mengangkat isu pemasangan AC beberapa tahun lalu, namun mantan uskup agung Jakarta tidak menyetujui ide itu.

Kepala Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Katedral, Romo Stefanus Bratakartana SJ, tidak memberikan komentar ketika ditanya tentang rencana untuk memasang AC, seraya mengatakan bahwa ia telah menyerahkan kepada tim yang ditunjuk paroki untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Sementara itu, tidak ada tim yang ditunjuk oleh paroki untuk membalas sms dan telepon yang dihubungi oleh The Jakarta Post selama tiga hari terakhir.

Umat dan pecinta gereja bersejarah itu berbagi keprihatinan mereka di akun Facebook mereka. Dhanu Wibowo, anggota Komunitas Historia Indonesia, mem-posting foto sebuah surat yang ditandatangani oleh puluhan umat paroki itu pada 23 April, yang menentang rencana gereja untuk memasang AC dengan sistem sentral.

Arkeolog Djulianto Susatio mengatakan ia terkejut melihat pekerja bangunan itu menggunakan kayu sambungan untuk dijadikan penyangga ketika ia mengunjungi museum di katedral itu pada 20 April.

“Saya melihat rancangan dari seorang pekerja menunjukkan rencana untuk membongkar dinding, pintu, dan jendela kaca.  Saya mendengar dari seorang anggota komunitas sejarah bahwa pada 30 Mei tiang-tiang kayu itu juga akan dihilangkan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa ia merasa khawatir pemasangan AC dengan sistem sentral akan membahayakan bangunan bersejarah itu.

Ketika The Jakarta Post mengunjungi gereja itu pada Rabu, tidak ada tanda-tanda pekerjaan konstruksi di gereja itu. Sekitar dua pertiga dari gereja ditempati umat yang menghadiri Misa pembukaan Bulan Maria, yang diperingati setiap bulan Mei. Panas tidak terasa saat itu, karena hujan deras mengguyur kota Jakarta.

Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan kepala tim restorasi sedang mengawasi bangunan bersejarah dan situs-situs lain. Pihaknya telah bertemu dengan perwakilan dari Katedral Jakarta untuk membahas gagasan pemasangan AC.

Dia mengatakan dinas tersebut telah merekomendasikan untuk menggunakan lantai katedral itu untuk meletakan AC dan tidak menyetujui ide menggunakan sistem AC secara sentral, karena akan mempengaruhi dinding bangunan.

“Saya percaya mereka [staf katedral] akan mendukung prinsip melestarikan bangunan bersejarah ini. Namun, diskusi ini belum final. Ini diharapkan selesai minggu ini,” katanya, Jumat.

Michael Christianto, kontraktor yang mengkhususkan diri dalam sistem AC, yang berbasis di Jakarta Barat, mengatakan sistem meletakan AC di lantai akan menjadi pilihan terbaik, yang tidak akan merusak bangunan.

Dia mengatakan ukuran untuk meletakan AC, lebar 60 sentimeter hingga 1 meter dan tinggi 2 meter, serta membutuhkan lubang dengan diameter satu sentimeter yang akan menembus dinding untuk memasang pipa kecil.

“Saya tidak berpikir gereja itu mungkin akan memasang sistem AC secara sentral karena hal itu akan membutuhkan sebuah platform,” katanya.

Arsitek perkotaan dari Universitas Indonesia, Gunawan Tjahjono, mengatakan jika rencana dilanjutkan, yang ditunjuk untuk memasang sistem AC adalah orang yang mengetahui situs warisan.

Sumber: The Jakarta Post

 

  • http://www.facebook.com/recon.arman Recon Arman

    terserahlah

  • handoko kwee

    Sebaiknya gereja lebih peka terhadap masalah lingkungan, kelestarian lingkungan merupaka tanggung jawab bersama, jgn dgn alasan panas tidak bias konsentrasi berdoa menyebabkan efek yg lebih luas, masalah konstuksi sdh jelas akan rusak, belum efek peningkatan suhu udara yg nantinya akan dirasakan generasi berikut. Katolik = peduli. Semoga warga katedral jkt be nar – be nar peduli..

  • Tutuk

    Yesus berdoa dan tergantung di kayu salib, kepanasan, gak mengeluh kok. Lha ini berdoa di dalam gereja, rumah Tuhan, kepanasan dikit aja dah mengeluh….

  • yanto saputrayo

    Mau “bertemu” Tuhan dan “berdoa” diRumah Nya atau mau “bertemu” dan “beristirahat” diRumah Nya.
    Silahkan renungkan .

  • http://twitter.com/andypurnama7 andy purnama

    SEMBAHYANG DI MALL ATAU DI HOTEL SAJA…MAAF YAH.

  • http://www.facebook.com/hendratanumi Hendra Tanumihardja

    Sebagai pembanding katedral di Kuala Lumpur (St John), dan Georgetown (The assumption) tanpa AC. Penulis tidak tahu di Spore terakhir ke Spore 2 tahun lalu sedang renovasi, apakah sekarang pasang AC atau tidak, namun kebanyakan gereja lama di Spore tanpa AC hanya gunakan banyak kipas angin

  • Maman Sutarman

    Katedral Ambon sudah lama pakai AC…..semoga niat pasang AC tidak membuat umat makin banyak yang menjadi Anti Christ

  • Maman Sutarman

    Katedral Ambon sudah lama pakai AC…..semoga niat pasang AC tidak membuat umat makin banyak yang menjadi Anti Christ

  • Maman Sutarman

    Katedral Ambon sudah lama pakai AC…..semoga niat pasang AC tidak membuat umat makin banyak yang menjadi Anti Christ

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Suwatan undang Paus Fransiskus ke Manado
  2. Menteri Agama: Pemimpin bisa berasal dari kalangan mana pun
  3. Kardinal Kriengsak: 'Sekularisme' merupakan wajah setan
  4. Pastor dikenal sebagai pejuang lingkungan tantang Bupati Rotok
  5. Imam Yesuit India yang diculik di Afghanistan telah dibebaskan
  6. Presiden FABC memberi penghormatan kepada 21 orang Kristen yang dipenggal sebagai martir
  7. Mengenal hukuman mati di Asia Tenggara
  8. Syafii Maarif: tingkatkan toleransi terhadap pemimpin beda keyakinan
  9. Konferensi Waligereja Filipina serukan doa dalam menanggapi tuduhan kudeta
  10. Denominasi Gereja termasuk Katolik dukung Kongres X GAMKI
  1. Taiwan dikunjungi uskup tak diakui Vatikan, muncul spekulasi hubungan Sino-Vatikan
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. RUU Perlindungan Umat Beragama akan atur syarat agama
  4. Indonesia darurat kekerasan seksual terhadap perempuan
  5. Di Mindanao, anak-anak pengungsi menanggung beban konflik
  6. Kitab Suci dijadikan jantung kehidupan Gereja Cina
  7. Serangan anti-Kristen terus terjadi di India meskipun jaminan perdana menteri
  8. Menteri Agama: Pemimpin bisa berasal dari kalangan mana pun
  9. Syafii Maarif: tingkatkan toleransi terhadap pemimpin beda keyakinan
  10. Denominasi Gereja termasuk Katolik dukung Kongres X GAMKI
  1. Seorang Misioner sejati yang sangat langka pada zaman sekarang. Hidup Romo Caro...
    Said Sary on 2015-02-25 07:35:00
  2. Kalau boleh usul, sebaiknya praktek yang dilakukan di Aceh tetap di Aceh, jangan...
    Said on 2015-02-24 10:46:00
  3. Saya beranggapan ada side effect dari adanya hukuman mati (bukan efek jera). Di...
    Said on 2015-02-24 10:43:00
  4. Hari Valentine sesungguhnya adalah perayaan atau lebih tepatnya kenangan akan ke...
    Said jane on 2015-02-18 06:25:00
  5. Yang haram bukan hari nya valetine nya tapi manusia nya. Kalau cuma mikir nya ng...
    Said Guess on 2015-02-16 11:21:00
  6. Tentu semua negara harus berupaya yang semestinya; sebetulnya tiap pemerintah ya...
    Said on 2015-02-11 07:05:00
  7. Saya percaya ensiklik akan diterbitkan oleh Paus Fransiskus karena situasi yang...
    Said sr.yustina on 2015-02-08 08:42:00
  8. Boleh saja melarang jika di tempat publik, tetapi jaminlah kalau perayaan diadak...
    Said on 2015-01-14 07:48:00
  9. Saya selalu beranggapan bahwa kecelakaan tidak perlu terjadi... Bahwasanya terja...
    Said on 2015-01-14 07:44:00
  10. Alangkah indahnya nanti kalau ada pemimpin baik.. semoga terus demikian....
    Said on 2015-01-14 07:30:00
UCAN India Books Online