UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Ahmadiyah kecam pernyataan gubernur Jabar

08/05/2013

Ahmadiyah kecam pernyataan gubernur Jabar thumbnail

 

Pernyataan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang menyebut kekerasan terhadap Ahmadiyah akan berhenti bila ajaran Ahmadiyah hilang mendapat kecaman dari komunitas Ahmadiyah.

“Kami kecewa, seorang gubernur yang adalah pejabat publik mengeluarkan pernyataan yang membuat masa depan kami sebagai minoritas makin terancam”, kata Firdaus Mubarik, juru bicara Ahmadiyah kepada ucanews.com, Rabu (8/5).

Menurut Mubarik, kalau Ahmadiyah ingin dihilangkan, maka kamu minoritas lain di Jawa Barat juga  pasti akan terancam.

“Ahmad Heriawan ingin menghilangkan kaum non-Muslim dan Muslim non-Sunni. Seharusnya ia memiliki komitmen untuk menghargai semua agama dan kepercayaaan”, katanya.

Ia menambahakan, selama kepemimpinan Heriawan sejak 2009, dan kini memasuki periode ke-2 sebagai gubernur, tidak ada aksi nyata untuk mencegah dan menyelesaikan kasus kekerasan agama di provinsi bermayoritas Muslim tersebut.

Sebelumnya, Heriawan mengatakan, ia tentu saja menghendaki kerukunan antaragama, tapi Ahmadiyah telah melakukan pelanggaran karena menyebarkan sebuah ajaran yang menyimpang.

“Kalau ini (ajaran Ahmadiyah) hilang maka tidak ada masalah,” kata Heryawan sebagaimana dilansir Kompas.com, Selasa (7/5).

Pernyataan ini ia sampaikan hanya beberapa hari setelah pada Sabtu pekan lalu, 400 orang anggota kelompok garis keras menyerang komunitas Ahmadiyah di kampung Sukamaju, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar yang menyebabkan puluhan rumah rusak. Sekitar 60 polisi yang menjaga kampung itu, seolah tidak punya kekuatan untuk mengatasi serangan massa.

Eva Kusuma Sundari, anggota DPR RI dalm wawancara dengan ucanews.com mengatakan, pernyataan Heriawan akan diangap oleh pejabat di bawahnya, seperti bupati, camat serta polisi sebagai sinyal bahwa Ahmadiyah memang mesti dihilangkan dari Jawa Barat.

”Pernyataan gubernur itu menunjukkan bagaimana seorang pejabat publik yang tidak memiliki sense of crisis, padahal beberapa tahun terakhir, Jawa Barat selalu menempati rangking pertama untuk kasus-kasus intoleransi beragama. Sebelumnya saja, ia pernah bilang intoleransi bukan masah  serius di Jawab Barat”, kata Sundari.

“Masyarakat akar rumput di Jawa Barat sudah memiliki benih kebencian terhadap Ahmadiyah. Nah, pernyataan Ahmad Heriawan akan memicu berkembangnya benih kebencian itu”, lanjutnya.

Ia juga menambahkan, pernyataan itu akan menjadi amunisi bagi kelompok Muslim garis keras Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini menjadi aktor terbanyak  penyerangan Ahmadiyah.

”FPI akan melihat, pemerintah mendukung aksi-aksi mereka”, katanya.

Sementara itu, Bonar Tigor Naipospos , aktivis untuk kebebasan beragama dari SETARA Institute untuk Demokrasi dan Perdamaian mengatakan, sebagai pejabat publik Heriawan seharusnya mengambil jarak dari identitas sosial yang dimiliki warganya dan tidak boleh mengeluarkan pernyataan yang menyebarkan kebencian terhadap kelompok tertentu.

Ia pun menilai, pernyataan itu merupakan salah satu realisasi dari kesepakatan antara Heriawan dengan FPI sebelum pemilihan Gubernur Februari lalu, yang salah satu isinya menyatakan, bila menang, ia akan menghentikan semua kegiatan Ahmadiyah.

“Sekarang kita menyaksikan, apa akibatnya”, katanya.

Komunitas Ahmadiyah menghadapi diskriminasi bertahun-tahun di Indonesia. Aliran yang merupakan cabang dari Islam ini dianggap sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), karena itu, penyebarannya dilarang.

Sebanyak 30 anggota Ahmadiyah masih terkunci di Masjid Al-Misbah, Bekasi, Jabar hingga hari ini, setelah masjid ini disegel oleh pemerintah Bekasi pada 4 April lalu.

Ryan Dagur, Jakarta

Sumber: Governor’s comment on Ahmadiya sect sparks outrage

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Polusi udara membunuh lebih dari satu juta setiap tahun di India
  2. Harapan muncul di tengah ketegangan dan konflik di Sri Lanka
  3. Kardinal Tagle baptis 400 anak dari daerah kumuh
  4. Birokrat Hong Kong jawab ‘panggilan Tuhan’ untuk jabatan tertinggi
  5. Umat Katolik didorong untuk berpartisipasi dalam pilkada
  6. Peraturan baru tentang adopsi disambut baik
  7. Rencana pemerintah menerapkan UU KB ditolak para uskup
  8. Yesuit Filipina menemukan sukacita dalam misi di Kamboja
  9. Renungan Hari Minggu Biasa II/A bersama Pastor Bill Grimm
  10. Seruan perlunya hakim asing guna mendengar kejahatan perang di Sri Lanka
  1. Tragedi yang tidak tidak terbayarkan dengan kebaikan apapun.. 6000 nyawa tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-05 11:16:42
  2. Luar biasa atas kesaksian iman dari kisah 2 orang yang berbeda dengan masalah ya...
    Said Anselmus Seng Openg on 2017-01-04 13:25:40
  3. Mengapa pemerintah India tidak berupaya?...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-04 11:27:27
  4. Segala dapat diperdagangkan di China.. semuanya adalah kejam.. Hewan langka, gad...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-03 20:38:17
  5. Shalom, Bapa, sy orang kosan yg tinggal di kos rumah tua dimana sebelumnya ada ...
    Said desi on 2016-12-28 23:01:07
  6. Bentuk toleransi dengan mengikuti kegiatan agama lain. Mari kita dukung penegak...
    Said Abdul Aziz on 2016-12-24 11:19:05
  7. Semoga kota medan dapat menjadi role model propinsi dan kota yg Toleransi tinggi...
    Said frans on 2016-12-23 16:36:59
  8. maksudnya baik......
    Said Jenny Marisa on 2016-12-22 11:55:06
  9. Sudah nyata.... perlu pemerintah lebih tegas. Itu saja....
    Said Jenny Marisa on 2016-12-20 08:53:12
  10. cara-cara premanisme dengan bentuk menakiti masyarakat, kapan negara akan tentra...
    Said Budiono on 2016-12-20 05:34:42
UCAN India Books Online