UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Jelang Pemilu 2014, SBY ajak masyarakat jaga kerukunan dan tingkatkan toleransi

08/05/2013

Jelang Pemilu 2014, SBY ajak masyarakat jaga kerukunan dan tingkatkan toleransi thumbnail

Presiden SBY

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kerukunan sosial serta meningkatkan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Ajakan itu disampaikan Kepala Negara untuk mencegah terjadinya benturan antarkelompok masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), 9 April 2014 mendatang,

“Jaga kerukunan sosial, jangan remehkan itu. Setiap konflik harus kita selesaikan secara tuntas apapun agama, suku, etnis, daerah, termasuk partai politiknya. Jika terjadi benturan dan kekerasan sosial, Presiden segera diselesaikan,” kata Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/5).

Presiden mengatakan, setiap komponen bangsa wajib memiliki kepedulian untuk memperhatikan dan menyelesaikan persoalan sosial yang terjadi di negeri ini. Sebab, persoalan sosial dapat mempengaruhi iklim perekonomian.

“Saya mengajak, marilah kita untuk tidak pernah mengganggap remeh, tidak pernah lalai, dan tidak pernah tidak peduli pada masalah ini,” katanya.

Presiden mendadak menggelar rapat terbatas Kabinet Indonesia Bersatu II, karena ingin membicarakan sejumlah isu penting yang kini terjadi di Tanah Air.

Dia mengatakan, kebersamaan di antara anak bangsa menjaga kerukunan sosial bangsa menjadi kunci utama untuk menghindarkan negeri ini dari berbagai benturan dan kekerasan sosial menghadapi pesta demokrasi lima tahunan pada 2014 mendatang.

“Ini menyangkut bidang politik, hukum, dan keamanan. Mari kita jaga harmoni dan kerukunan. Itu tidak akan datang dengan sendirinya, demikian juga dengan ketertiban dan keamanan masyarakat kita,” kata Presiden.

Dia mengaku, saat ini rakyat merasa tidak nyaman dengan terjadinya benturan sosial maupun konflik konflik antar dan intraumat beragama yang terjadi di tanah air. Oleh sebab itu, kata dia, diperlukan kebersamaan untuk menciptakan solusi dan harmoni.

“Puluhan kali saya ingatkan untuk jangan terlambat dalam proses penyelesaiannya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, tolok ukur penyelesaian suatu masalah sosial adalah bukan seberapa banyak pertemuan digelar atau seberapa sering pendekatan dilakukan. Namun, yang menjadi ukurannya adalah penyelesaian secara menyeluruh persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Itu memang wajib dilakukan, namun yang ingin kita capai adalah benar-benar tuntasnya masalah. Tidak terjadi lagi,” jelas SBY.

Sumber: Beritasatu.com

Foto: democrat.or.id

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Gubernur Ahok: Banyak politikus bersaing menjual agama
  2. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  3. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  4. Alkitab dengan kata 'Allah' akan dilarang di Semenanjung Malaysia
  5. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  6. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  7. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  8. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes 'tekanan' internasioal terkait Rohingya
  9. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  10. Lebih dari 1.100 orang tewas di India akibat gelombang panas ekstrim
  1. Myanmar melemparkan tanggung jawab terkait krisis manusia perahu
  2. Polisi tahan peserta aksi damai di Papua
  3. Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus bersama Pastor Bill Grimm
  4. PBB ingatkan Myanmar terkait empat RUU tentang ‘ras dan agama’
  5. Gubernur Ahok: Banyak politikus bersaing menjual agama
  6. Karitas kecam pembubaran ‘tidak manusiawi’ terhadap protes damai petani
  7. Jesuit Asia Selatan menekankan pentingnya rasa kepedulian terhadap Rohingya
  8. Sektarianisme telah mengerus kebhinnekaan Indonesia
  9. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  10. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes ‘tekanan’ internasioal terkait Rohingya
  1. Kalaupun bantuan itu merupakan "first aid", sudah menolong juga. Ada yang menye...
    Said on 2015-05-28 07:14:00
  2. Beberapa daerah gelombang panas. Apakah daerah lain dapat membantu dengan member...
    Said on 2015-05-28 06:51:00
  3. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  4. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  5. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  6. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  7. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  8. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  9. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  10. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
UCAN India Books Online