UCAN Indonesia Catholic Church News

Seorang biarawati dihukum terkait protes ke lokasi nuklir

10/05/2013

Seorang biarawati dihukum terkait protes ke lokasi nuklir thumbnail

 

Seorang biarawati Katolik dan dua aktivis perdamaian telah dihukum karena mereka membobol pintu pertahanan nuklir Amerika Serikat yang menimbulkan kerusakan.

Suster Megan Rice, 83, Michael Walli, 64, dan Greg Boertje-Obed, 56, mengaku memotong pagar dan masuk ke dalam lokasi  Y-12 di Oak Ridge, Tennessee, yang memproses dan menyimpan uranium.

Insiden pada Juli 2012 itu mendorong pergantian pejabat keamanan.

Suster Megan mengatakan dia menyesal karena telah menunggu 70 tahun untuk melakukan aksi tersebut.

Sebuah tim hakim berunding selama dua setengah jam sebelum menjatuhkan keputusan mereka. Tiga orang itu menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara menyusul aksi sabotase di pembangkit tersebut, yang pertama kali dibangun semasa Manhattan Project yang mengembangkan bom nuklir pertama.

Tiga orang itu, yang tergabung dalam kelompok Transform Now Ploowshares, juga ditemukan bersalah yang menimbulkan kerugian lebih dari $ 1.000 (£ 643) akibat kerusakan fasilitas milik pemerintah itu, dan mereka bisa menghadapi hukuman hingga 10 tahun penjara.

Walli dan Boertje-Obed, seorang pelukis, bersaksi dalam sidang, mengatakan kepada para hakim mereka tidak menyesal dengan aksi mereka.

Suster Megan berdiri dan tersenyum saat putusan itu dibacakan di pengadilan di Knoxville, Tennessee. Para pendukungnya di ruang sidang menangis dan menyanyikan sebuah lagu ketika hakim meninggalkan ruang sidang.

Perusakan itu mengganggu operasi di sana, dan dilaporkan lebih dari US$ 8.500 akibat kerusakan.

“Kita adalah negara hukum,” kata hakim Jeffrey Theodore, seraya menambahkan kalian tidak boleh melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan memaksakan pandangan Anda kepada orang lain.

Tapi, kuasa hukum ketiga orang itu mengatakan perusakan itu adalah hanya sebuah simbolis dan tidak bertujuan untuk merusak fasilitas itu, dan para pejabat telah mengakui para demonstran tidak pernah mendekati bahan nuklir itu.

“Kekurangan keamanan di salah satu tempat paling berbahaya di planet ini telah memalukan banyak orang,” kata pengacara Francis Lloyd.

Suster Megan mengatakan satu-satunya penyesalan bahwa ia menunggu begitu lama untuk menggelar protesnya. “Ini adalah pabrik yang hanya menimbulkan kematian,” katanya.

Dalam sebuah pernyataan kepada pengadilan, Boertje-Obed mengatakan: “Senjata nuklir tidak memberikan rasa aman. Kami melakukan aksi tersebut agar keamanan yang nyata disiapkan dan bukan keamanan palsu.”

Ketiga aktivis itu mengaku memotong pagar itu dan masuk ke dalam situs itu, berjalan-jalan di sekitarnya, menulis kata-kata dengan menggunakan alat semprot, membuat rekaman video dan memukul dinding dengan palu. Mereka menghabiskan dua jam di dalam lokasi itu.

Mereka juga menyemprot bagian luar komplek itu dengan botol bayi yang berisi darah manusia.

Ketika seorang penjaga mendekati mereka, mereka menawarkan makanan dan mulai bernyanyi.

WSI, perusahaan yang menyediakan keamanan di lokasi itu, dihentikan dan petugas lainnya dipecat, diturunkan atau ditangguhkan.

Sumber: Nun found guilty of nuclear site break-in

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Tiongkok berusia 89 tahun pimpin protes pembongkaran salib
  2. Ahok: Pertemuan lintas agama penting mengatasi prasangka buruk
  3. Polisi Filipina serang pengungsi di gereja
  4. Selama liburan Paus Fransiskus pilih bersantai di kediamannya
  5. Uskup, imam di Tiongkok bersatu menentang pembongkaran salib
  6. Gereja Katolik harus 'semakin berani bersuara' soal perubahan iklim: KWI
  7. Izin rehab gedung Gereja Alkitab Indonesia dibekukan
  8. BNN dan KWI jalin kerjasama penanggulangan narkoba
  9. Pemimpin Gereja sambut baik pembebasan pria Kristen terkait penghujatan
  10. Komunitas suku dominasi panggilan religius di Asia Selatan
  1. Pentahbisan uskup secara publik pertama di Tiongkok sejak 2012
  2. Kapolri minta Kapolda Papua yang baru dekati pastor dan pendeta
  3. Ensiklik Laudato Si’ mulai diterapkan di keuskupan India
  4. Mantan presiden India dikenang sebagai pemersatu semua agama
  5. Grasi pengguna narkoba jadi solusi kelebihan kapasitas penjara
  6. Pameran St. Yohanes Paulus pererat hubungan Katolik-Yahudi
  7. BNN dan KWI jalin kerjasama penanggulangan narkoba
  8. Uskup, imam di Tiongkok bersatu menentang pembongkaran salib
  9. Said Agil: Prinsip NU adalah melindungi hak minoritas
  10. Aktivis lingkungan kecewa dengan pidato kenegaraan Presiden Aquino
  1. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  2. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  3. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
  4. Papua itu besar, jauh di perbatasan, kurang peminat yang mau berdedikasi di desa...
    Said on 2015-07-25 08:01:00
  5. Yang salah ya salah dan harus masuk penjara. Jangan anggap enteng percikan api ....
    Said on 2015-07-24 08:25:00
  6. Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kew...
    Said on 2015-07-24 08:16:00
  7. Kalau masyarakat mau mengatur seenaknya, untuk apa ada bupati, DPRD dsb.? Merek...
    Said on 2015-07-24 08:04:00
  8. Benar, harus tertib pada aturan dan tata kota. Semoga dimengerti sebelum ditind...
    Said on 2015-07-24 07:49:00
  9. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  10. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
UCAN India Books Online