UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Paus Fransiskus tatap muka dengan para suster dari seluruh dunia

10/05/2013

Paus Fransiskus tatap muka dengan para suster dari seluruh dunia thumbnail

 

Selama pertemuan kemarin antara Paus Fransiskus dan para suster dari seluruh dunia, ia mengingatkan para biarawati tersebut agar melayani Yesus dengan merasa bahwa mereka adalah milik Gereja.

Sebelum Audiensi Umum kemarin, Paus bertemu dengan sekitar 800 perwakilan dari International Union of Superiors General (UISG) di aula Paulus VI. Saat ini para biarawati itu berada di Roma untuk menghadiri sidang pleno mereka.

Para biarawati sangat bersemangat menghadiri audiensi itu di tengah situasi sulit yang mereka hadapi dalam beberapa tahun terakhir. Mereka tidak hanya mengalami kemerosotan terkait jumlah panggilan, tetapi juga rata-rata usia para biarawati sebagian besar sudah sangat senior.

Kemarin, Paus Fransiskus menyatakan dukungannya terhadap João Kardinal Braz de Aviz, Prefek Kongregasi Terekat Hidup Bakti dan Hidup Kerasulan dan keputusan UISG untuk menyampaikan topik tentang otoritas  Gereja dalam sidang pleno mereka.

Paus menjelaskan ketaatan seperti “mendengarkan kehendak Allah dalam gerakan Roh Kudus yang diteguhkan oleh Gereja, dengan menerima ketaatan itu melalui perantaraan manusia.”

Ia mengingatkan mereka yang hadir bahwa hubungan antara otoritas dan ketaatan harus dilihat “dalam konteks yang luas dari pelayanan Gereja dimana sebagaian berperan sebagai perantara.”

Pada dasarnya, siapa pun yang memiliki otoritas dalam Gereja dan Ordo Religius hendaknya menerjemahkan otoritas ini ke dalam “pelayanan”.

“Anda hendaknya mendukung, memahami, membantu penuh harapan dan penuh kasih saat menerapkan otoritas Anda, merangkul semua orang, terutama orang-orang yang merasa kesepian, terpencil dan terpinggirkan, semua perasaan yang berada di hati manusia secara eksistensial”, kata Paus Fransiskus kepada para biarawati itu.

Paus mengingatkan mereka yang membenarkan ketidaktaatan kepada peraturan Gereja, itu “adalah dikotomi yang tidak masuk akal untuk memikirkan hidup bersama Yesus, namun tanpa Gereja.”

“Dengan rasa tanggung jawab, Anda hendaknya melakukan pembinaan terekat Anda sesuai ajaran Gereja, mencintai Gereja, dan dalam semangat Gereja,” tambahnya.

“Bersukacitalah, karena dengan mengikuti Yesus adalah hal yang indah, itu adalah hal yang indah dengan meneladani hidup Bunda Maria dan Bunda Gereja hirarki kita,” tambah Paus Fransiskus.

Vatikan menekankan kembali ajaran Gereja kepada forum biarawati itu karena pihaknya menghadapi masalah dengan organisasi Religius wanita Amerika Serikat (Leadership Conference of Religious Women, LCRW), yang memiliki pandangan berbeda yang tidak sesuai dengan ajaran Gereja.

Sumber: Pope comes face to face with women religious

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Menteri Anies kunjungi gereja di Ambon, pertama kali berdiri di mimbar gereja
  2. Romo Benny: Presiden bertindak tak sesuai Konstitusi
  3. Umat lintas agama akan menekan konferensi perubahan iklim
  4. Tiongkok kirim pesan menyusul Paus menetapkan pertemuan dengan Dalai Lama
  5. Walikota Bogor segera membalas surat Dewan Gereja Dunia terkait GKI Yasmin
  6. Paus mengakui korupsi dalam Gereja
  7. Menag: Indonesia mayoritas Islam, tapi bukan negara Islam
  8. Mantan staf Karitas dan PBB di Jepang memilih jadi biarawati
  9. Pembelaan Barat terhadap 'Charlie Hebdo' jadi kekhawatiran Muslim moderat Asia
  10. Paus ralat kembali komentar 'kelinci', memuji keluarga besar
  1. Uskup Agung Kuala Lumpur mengatakan kata ‘Allah’ masih digunakan dalam Misa
  2. Kardinal Filoni memuji komunitas Katolik di Vietnam
  3. Presiden Jokowi harus buktikan penegakan HAM di 2015
  4. Romo Benny: Presiden bertindak tak sesuai Konstitusi
  5. Umat lintas agama akan menekan konferensi perubahan iklim
  6. Sistem pendidikan Vietnam buruk mendorong siswa belajar ke luar negeri
  7. Utusan Vatikan bertemu para pejabat Vietnam di Hanoi
  8. Wartawan ditahan di Tiongkok terkait laporan penganiayaan terhadap orang Kristen
  9. Para frater belajar menulis berita
  10. Duta Vatikan menekankan dialog antaragama dalam pertemuan dengan para uskup di Malaysia
  1. Boleh saja melarang jika di tempat publik, tetapi jaminlah kalau perayaan diadak...
    Said on 2015-01-14 07:48:00
  2. Saya selalu beranggapan bahwa kecelakaan tidak perlu terjadi... Bahwasanya terja...
    Said on 2015-01-14 07:44:00
  3. Alangkah indahnya nanti kalau ada pemimpin baik.. semoga terus demikian....
    Said on 2015-01-14 07:30:00
  4. Aceh lain sifatnya dari Indonesia pada umumnya.. Kita prihatin nasib perempuan t...
    Said on 2015-01-14 07:17:00
  5. Mudah2an semacam ensiklik juga ditujukan untuk Indonesia, walaupun kaum Kristen-...
    Said on 2015-01-14 07:06:00
  6. Perjalanannya masih panjang di Aceh.....
    Said on 2015-01-09 05:46:00
  7. Baik sekali kalau dalam TNI tidak membedakan perayaan Nasrani - yang hadir semua...
    Said on 2015-01-09 05:44:00
  8. Like...
    Said Yohanes Seandy Sunjoko on 2014-12-21 10:11:00
  9. Mestinya yang mengajar, ya mengajar yang baik. Janganlah di khotbah pada waktu ...
    Said on 2014-12-18 07:06:00
  10. iya, iya, baiklah... tenaga dalam saja, jangan senjata. ..Banser kan artinya ba...
    Said on 2014-12-18 07:03:00
UCAN India Books Online