Perayaan Kenaikan Yesus Kristus di gereja dihadiri mahasiswa Muslim

10/05/2013

Perayaan Kenaikan Yesus Kristus di gereja dihadiri mahasiswa Muslim thumbnail

Ilustrasi

 

Perayaan kenaikan Yesus Kristus di Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gandaria City, Jakarta Selatan, dihadiri mahasiswa Muslim dari jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kedatangan mahasiswa yang berjumlah 36 orang ini untuk studi banding pelaksanaan ibadah di GBI.

“Kami studi banding untuk ingin tahu bagaimana tradisi ibadah di GBI. Saling mengunjungi antar agama merupaka program wajib di kampus kami untuk mengetahui perbedaan agama yang satu dengan yang lainnya,” ujar Uki, salah satu mahasiswa yang ikut dalam rombongan tersebut, seperti dilansir Rakyat Merdeka.

Acara yang dihadiri sekitar 6.000 orang tersebut dipimpin oleh Pendeta Niko Njotorahardjo. Dalam kotbahnya, Pendeta Niko mengajak seluruh umat Kristiani untuk hidup dalam kesalehan dan mengasihi semua orang tanpa membedakan agama dan ras.

“Syarat agar kita bisa masuk surga itu adalah bahwa kita harus memiliki iman percaya pada Yesus, melakukan kebajikan, memiliki pengetahuan dengan mendalami firman Tuhan, penguasaan diri, tekun mengikuti Tuhan, hidup dalam kesalehan dan mengasihi semua saudara-saudara kita,” ujar Pendeta Niko.

Selain kedatangan mahasiswa dari UIN, acara tersebut juga dihadiri oleh K.H Muklishin.  Kedatangannya untuk menunjukkan bagaimana perbedaan antara umat beragama itu

“Ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Kita saling menghargai dan saling mengayomi antar satu dan lainnya. Itu sudah dituangkan dalam UU kita. Adek dari UIN kita sinergikan bersama untuk membentuk masa penerus masa depan yang inklusif, bukan ekslusif,” katanya.

Sementara di Gereja Katolik Santo Yohanes Kota Bengkulu, Misa Kenaikan Yesus Kristus dipimpin oleh Pastor Antonius Joko SJ.

Romo Joko mengatakan peringatan Kenaikan Yesus Kristus harus menjadi momentum kedamaian dan menghilangkan rasa permusuhan serta meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Kita harus saling mengasihi, sebagaimana Allah mengasihi mahluk ciptaan-Nya,” katanya, seperti dilansir antaranews.com.

Ia mengatakan momentum iman bagi umat Katolik ini agar menjadi semangat bagi umat untuk meningkatkan rasa persatuan antarsesama manusia, menjauhi permusuhan, konflik bahkan korupsi.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online