UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Presiden diminta segera atasi konflik agama, jangan serahkan ke daerah

10/05/2013

Presiden diminta segera atasi konflik agama, jangan serahkan ke daerah thumbnail

Ilustrasi

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak melempar ke daerah mengenai tanggungjawab dalam pencegahan, penanganan dan penyelesaian konflik komunal, terutama yang terkait masalah agama.

Pemerintah pusat, khususnya Presiden harus memegang kendali utama dalam menyelesaikan berbagai kasus yang ada.

“Di dalam konstitusi kita, jelas tercantum bahwa setiap warga negara berhak mendapat perlindungan dari ancaman kekerasan. Ini jelas merupakan tanggung jawab pemerintah pusat untuk memastikan setiap warga negara merasa nyaman dalam menjalankan aktifitasnya, baik secara politik, sosial, ekonomi maupun budaya. Termasuk didalamnya untuk menjalankan ritual sesuai dengan keyakinannya masing-masing,” kata Ketua DPP PAN Bara Hasibuan di Jakarta, Kamis (9/5), seperti dilansir beritasatu.com.

Ia menegaskan sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, PAN sangat kecewa dengan kenyataan bahwa kekerasan agama terus berlangsung. Bahkan mengalami peningkatan selama pemerintahan Yudhoyono.

Kenyataan ini makin merusak wibawa pemerintah dimata publik yang menilai bahwa pemerintah telah gagal untuk melaksanakan salah satu kewajiban utamanya yaitu melindungi warga negara.

Dia mengingatkan salah satu target utama pemerintahan Yudhoyono adalah penguatan konsolidasi demokrasi di Indonesia.

Salah satu prasyarat demokrasi adalah dilindunginya hak-hak setiap golongan termasuk kelompok minoritas.

Namun, sejumlah kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap setiap golongan di Indonesia belum mendapat jaminan.

Menurutnya, prasyarat demokrasi itu sejalan dengan konstitusi negara ini yaitu menjamin hak setiap warga negara dalam menjalankan kepercayaannya.

Karena itu, kegagalan negara dalam melindungi setiap golongan adalah kegagalan dalam menjalankan amanat Konstitusi.

Foto: lazuardibirru.org

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Usai shalat Jumat, warga Muslim gelar aksi solidaritas untuk umat Katolik
  2. Renungan Hari Minggu Biasa XVIII bersama Pastor Bill Grimm
  3. ‘Makanan cinta’ untuk para pengungsi di Hong Kong
  4. Romo Carolus masuk ke Nusakambangan jelang eksekusi mati
  5. Kardinal Tagle berikan ‘hadiah’ untuk OMK yang menghadiri WYD
  6. Lilin seorang suster untuk Merry Utami yang akan dieksekusi mati
  7. Walikota Parepare resmikan gereja Katolik
  8. Kelompok Gereja berkampanye menentang eksekusi
  9. Karitas India bertemu membahas tantangan pendanaan
  10. Para delegasi OMK untuk WYD didesak berbagi iman dan cinta
  1. Benar kata imam Abdelatif Hmitou, karena jelas didengar dan mudah dimenterti sia...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-30 13:31:58
  2. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  3. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
  4. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  5. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  6. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  7. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  8. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  9. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  10. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
UCAN India Books Online