Keprihatinan atas kondisi yang menurun dari Paus Emeritus

13/05/2013

Keprihatinan atas kondisi yang menurun dari Paus Emeritus thumbnail

 

Paus Emeritus Benediktus XVI telah kehilangan berat badan hingga “setengah” dalam beberapa minggu terakhir, demikian ungkap  seorang kardinal Jerman yang mengunjunginya.

Mgr Joachim Meisner, Uskup Agung Cologne, terkejut melihat kondisi kesehatan Paus Emeritus itu yang semakin memburuk, seraya mengatakan ia kelihatan sangat kurus.

Kardinal Meisner pernah mengunjungi Paus Emeritus pada 18 Maret saat ia tinggal di Castel Gandolfo, kediaman musim panas kepausan di luar kota Roma, setelah mengundurkan diri resmi pada 28 Februari.

“Saya terkejut melihat  ia sangat kurus,” kata Kardinal Meisner kepada Kantor Berita Katolik Jerman (KNA).

“Dia tampak seperti kehilangan sebagian berat badannya. Pada awalnya saya tidak setuju dengan pengunduran dirinya. Tapi, saat saya melihatnya pikiran saya berubah. namun, secara mental dia cukup sehat.”

Kardinal itu bukanlah orang pertama mengomentari kesehatan yang menurun dari Paus Emeritus berusia 86 tahun, terkait fisiknya yang sakit sebagai alasan untuk pengunduran dirinya. Ia adalah Paus pertama yang mengundurkan diri sejak Abad Pertengahan.

Bulan lalu seorang analis Vatikan berpengalaman mengklaim bahwa “kita tidak akan bersama dia dalam waktu yang lebih lama lagi”.

Paus Emeritus terlihat lemah ketika dia dikunjungi oleh Paus Fransikus di Castel Gandolfo sebelum ia pindah kembali ke Vatikan.

Bulan lalu saudaranya, Georg Ratzinger, mengatakan kepada The Daily Telegraph bahwa Paus Emeritus merasa “lega” untuk tidak lagi menjabat sebagai Paus.

Pastor Ratzinger, 88, yang adalah seorang imam, mengatakan adiknya “menderita dengan masalah Gereja, tetapi kini ia benar-benar merasa lega tidak lagi memiliki beban.”

Namun, dia membantah bahwa Paus Emeritus itu menderita penyakit tertentu.

Sumber: Concern over Benedict XVI’s dramatic weight loss




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online