UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

PM Malaysia dituduh pemicu ketegangan rasial

13/05/2013

PM Malaysia dituduh pemicu ketegangan rasial thumbnail

 

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, telah dituduh meningkatkan ketegangan rasial di negara itu setelah membuat pernyataan kontroversial terkait dukungan etnis Cina terhadap pihak oposisi dalam pemilu awal bulan ini.

Najib menjelaskan lonjakan dukungan Cina kepada oposisi pada pemilu 5 Mei sebagai “tsunami Cina.”

Dukungan terhadap pemimpin oposisi Pakatan Rakyat (Aliansi Rakyat) Anwar Ibrahim adalah di antara banyak kekecewaan warga Malaysia keturunan Tionghoa terkait kebijakan pemerintah yang pro-Melayu.

Pernyataan itu telah meningkatkan ketegangan rasial, demikian ungkap kelompok Global Bersih, sebuah lembaga cabang luar negeri yang berbasis di Kuala Lumpur, yang mengkampanyekan reformasi pemilu di Malaysia.

“Global Bersih menyatakan bahwa orang Melayu kini secara terbuka berhadapan langsung dengan warga Cina sebagai akibat dari pernyataan Najib yang mengejutkan,” kata kelompok itu akhir pekan lalu.

Dengan jumlah hampir mendekati tujuh juta jiwa, atau seperempat dari populasi negara itu, menyebut diri mereka sebagai Tionghoa. Sebagian mereka adalah imigran yang tiba di negara itu pada awal abad ke-20.

Global Bersih mengimbau, “Semua blogger dan peserta media sosial untuk menahan diri dari rasis, etnis atau agama.”

Kelompok itu menambahkan, “Jutaan orang membangun Malaysia berdasarkan kebangsaan dan bukan ras, agama atau latar belakang etnis.”

Ia juga meminta para pemimpin dunia untuk tidak “menerima” hasil pemilu tanpa mengungkapkan keprihatinan bagaimana pemilu itu dijalankan. Untuk melakukannya akan menetapkan “preseden yang berbahaya dalam pemerintahan dunia.”

Hasil pemilu diraih oleh Barisan Nasional (BN) di tengah klaim oposisi bahwa proses pemilu itu telah terjadi penyimpangan, intimidasi dan pembelian suara.

Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinan atas tuduhan ini. Global Bersih mengatakan bahwa “jika negara-negara lain tidak mengikuti contoh Washington mereka akan membuka pintu untuk korup, rezim diktator dan otoriter yang merebut dan mempertahankan kekuasaan dengan cara apapun.”

Pemilu ini dianggap berasal dari “persekongkolan” dan faktanya bahwa BN mengambil 133 kursi parlemen dengan hanya 47,4 persen suara, sementara oposisi Pakatan Rakyat hanya mendapat 89 kursi dengan hampir 51 persen suara.

Sumber: Malaysian PM accused of stoking racial tension

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Empat puluh tahun setelah jatuhnya Saigon
  2. Perhimpunan Masyarakat Toraja merayakan Paskah inkulturasi dengan meriah
  3. Keluarga Filipina bersukacita menyambut penundaan hukuman mati Mary Jane
  4. Terpidana mati Katolik sudah terima “ritus terakhir”
  5. Paus Fransiskus menyumbangkan dana untuk korban gempa di Nepal
  6. Komnas Perempuan apresiasi “pembatalan” eksekusi mati Mary Jane
  7. Laporan mengecam budaya impunitas di India terkait kekerasan agama
  8. Krisis migran dan perubahan iklim menjadi fokus perhatian Paus dan Sekjen PBB
  9. Terpidana mati kasus narkoba asal Brasil 'tidak sadar' akan dieksekusi
  10. Jesuit bantu korban gempa di Nepal
  1. Otoritas Tiongkok bertindak tegas terkait tes gender janin
  2. Gereja Katolik adakan doa khusus bagi 8 terpidana yang dieksekusi
  3. Gereja Papua cari keadilan, perdamaian, dan stabilitas
  4. Pameran Karya Kampung Tugu: Jejak akulturasi budaya Portugis dan Indonesia
  5. Empat puluh tahun setelah jatuhnya Saigon
  6. Perhimpunan Masyarakat Toraja merayakan Paskah inkulturasi dengan meriah
  7. Renungan Hari Minggu Paskah V bersama Pastor Bill Grimm
  8. Paus Fransiskus menyumbangkan dana untuk korban gempa di Nepal
  9. Laporan mengecam budaya impunitas di India terkait kekerasan agama
  10. Krisis migran dan perubahan iklim menjadi fokus perhatian Paus dan Sekjen PBB
  1. Selalu ada Kartini di setiap zaman......
    Said Viktor Sagala on 2015-04-28 14:58:00
  2. Ya pak Kalla, tolong Anda bantu Pak Jokowi yang masih muda dalam segala hal deng...
    Said on 2015-04-28 09:58:00
  3. Istilah "kedaulatan hukum" seperti arti Kudus saja.. bukan! Sekarang dengan kep...
    Said on 2015-04-28 09:52:00
  4. Benar, setiap detik adalah baik untuk pengampunan. Terima kasih untuk petisi An...
    Said on 2015-04-28 09:35:00
  5. Beberapa tahun lagi kita akan meninggalkan bumi termasuk Indonesia. Pada waktu ...
    Said on 2015-04-24 08:03:00
  6. Diharap Bapak Menteri menyertakan pemuka agama lain disamping pemuka agama Islam...
    Said on 2015-04-24 07:52:00
  7. Orang berniat kurang baik takut pada simbol Salib Kristen... entah takut kejatuh...
    Said on 2015-04-23 07:55:00
  8. Senyum manis Kartini Susi penuh kasih pada bundanya... Siapa duga pada suatu har...
    Said on 2015-04-23 07:45:00
  9. Saya rasa saat yang tepat memohon grasi untuk Mary Jane dan yang lain adalah wak...
    Said on 2015-04-21 08:23:00
  10. Inilah orang kudus dewasa ini,, mereka mengorbankan diri tanpa takut dan dengan ...
    Said Boni Farneubun on 2015-04-19 06:56:00
UCAN India Books Online