UCAN Indonesia Catholic Church News

Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani

17/05/2013

Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani thumbnail

 

Dua orang aktivis lingkungan hidup di Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) divonis penjara masing-masing tujuh  bulan setelah mereka menjalani sidang di Pengadilan Tinggi Palembang, Kamis (16/5).

Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kiagus Mahcsun 2,5 tahun penjara, yang kemudian berjanji akan mengajukan banding atas vonis tersebut.

Anwar Sadat, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel dan Dedek Chaniago, staf Walhi Sumsel dinyatakan bersalah karena memprovokasi para petani yang menggelar aksi demonstrasi di kantor Mapolda Sumsel pada Januari lalu, dimana kemudian pagar kantor Mapolda tersebut roboh dirusak demonstran.

Aksi ini dilakukan untuk menuntut agar 6 anggota polisi yang menjadi tersangka dalam kasus penembakan pada 27 Juli 2012 di lahan konflik bertahun-tahun antara warga dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Unit Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel yang menyebabkan anak 12 tahun Angga Bin Darmawan dan 3 orang luka-luka diberi hukuman penjara, bukan hanya peringatan tertulis.

Dalam aksi itu, Sadat dan Chaniago ditangkap bersama 23 petani yang kemudian dibebaskan kemudian. Keduanya mulai ditahan pada Februari lalu dan mereka hanya akan menjalani sisa masa hukuman selama 4 bulan ke depan.

Sejak mereka ditahan, dukungan publik atas keduanya sangat besar. Sebuah petisi online di www.change.org/FreeAnwar yang diluncurkan sejak Februari lalu telah menarik 14.303 tanda tangan para pendukung mereka dari Indonesia, juga dari luar negeri. Selain itu, sejumlah aktivis Walhi dari seluruh Indonesia membuat video dokumenter  berisi pernyataan dukungan yang dirilis di website Wahli.

Muhnur Satyahaprabu, Manajer Advokasi Kebijakan Walhi mengatakan, hukuman yang diberikan kepada Sadat dan Chaniago adalah jelas-jelas bentuk kriminalisasi.

“Mereka dituduh menghasut massa selama aksi demonstrasi, namun fakta di persidangan tidak ada satupun saksi yang mengaku merasa dihasut. Para demonstran merusak pagar karena kehendak mereka sendiri, sebagai bentuk kekecewaan terhadap polisi. Hakim mengabaikan fakta ini”, katanya kepada ucanews.com, Jumat (17/5).

Ia menjelaskan, hukuman terhadap 2 aktivis ini menunjukkan bahwa ruang gerak bagi aktivis sedang ditekan.

“Ruang demokrasi dilawan, aktivis yang berani sengaja dibungkam”, katanya.

Satyahaprabu mengatakan, Sadat sudah lama menjadi target polisi, berhubung ia merupakan aktivis yang selama ini vokal bersuara melawan berbagai bentuk kebijakan yang merusak lingkungan. Selain itu, ia juga terus-menerus menyuarakan agar kasus dugaan korupsi yang melibatkan aparat keamanan, perusahan perkebunan dan pemerintah setempat dibongkar.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pentahbisan uskup secara publik pertama di Tiongkok sejak 2012
  2. Uskup, imam di Tiongkok bersatu menentang pembongkaran salib
  3. Selama liburan Paus Fransiskus pilih bersantai di kediamannya
  4. Gereja Katolik harus 'semakin berani bersuara' soal perubahan iklim: KWI
  5. Ensiklik Laudato Si' mulai diterapkan di keuskupan India
  6. BNN dan KWI jalin kerjasama penanggulangan narkoba
  7. Said Agil: Prinsip NU adalah melindungi hak minoritas
  8. Izin rehab gedung Gereja Alkitab Indonesia dibekukan
  9. Pemimpin Gereja sambut baik pembebasan pria Kristen terkait penghujatan
  10. Paroki harus manfaatkan FKUB
  1. Di Banglades, warga pesisir menjadi korban akibat perubahan iklim
  2. Kehidupan berbahaya di perbatasan Banglades-India
  3. Puluhan orang tewas di seluruh Asia Selatan akibat banjir
  4. Masyarakat adat di Banglades tuntut pengakuan atas hak-hak mereka
  5. Aktivis dari 28 negara bahas dampak kerusakan akibat pertambangan
  6. Kasimo layak mendapat gelar Pahlawan Nasional
  7. Pemuda Katolik imbau publik tidak pilih petahana yang gagal layani rakyat
  8. Pentahbisan uskup secara publik pertama di Tiongkok sejak 2012
  9. Kapolri minta Kapolda Papua yang baru dekati pastor dan pendeta
  10. Ensiklik Laudato Si’ mulai diterapkan di keuskupan India
  1. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  2. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  3. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
  4. Papua itu besar, jauh di perbatasan, kurang peminat yang mau berdedikasi di desa...
    Said on 2015-07-25 08:01:00
  5. Yang salah ya salah dan harus masuk penjara. Jangan anggap enteng percikan api ....
    Said on 2015-07-24 08:25:00
  6. Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kew...
    Said on 2015-07-24 08:16:00
  7. Kalau masyarakat mau mengatur seenaknya, untuk apa ada bupati, DPRD dsb.? Merek...
    Said on 2015-07-24 08:04:00
  8. Benar, harus tertib pada aturan dan tata kota. Semoga dimengerti sebelum ditind...
    Said on 2015-07-24 07:49:00
  9. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  10. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
UCAN India Books Online