UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Directory | A service of UCA News

Era reformasi, intoleransi meningkat

22/05/2013

Era reformasi, intoleransi meningkat thumbnail

Warga Syiah diusir dari desa mereka dengan dikawal brimob

 

Sudah 15 tahun reformasi berjalan, tetapi rakyat seperti tidak mendapat manfaat apa-apa. Padahal reformasi dimaksudkan agar ada perubahan mendasar dalam kehidupan politik dan ekonomi masyarakat.

Ironisnya, kehidupan politik yang lebih demokratis juga tidak sejalan dengan rasa nyaman beragama. Eskalasi kekerasan atas nama agama terus meningkat setelah masa reformasi. Dalam berbagai pertistiwa kekerasan karena fundamentalisme agama, negara justru seolah absen.

Kelompok-kelompok masyarakat tertentu begitu saja dengan mudah menyerang kelompok masyarakat lain yang tidak seagama, tidak sealiran atau sepaham. Warga Ahmadiyah dan syiah merupakan kelompok yang menjadi sasaran kekerasan. Di sejumlah daerah, rumah dan tempat ibadah mereka dihancurkan, sering kali juga diikuti pembunuhan.

Namun ironisnya, status mereka yang semula korban malah kerap dituding menjadi pelaku. Pada pertisitiwa pembunuhan, penyerangan rumah warga Ahmadiyah di Cikeusik Banten, misalnya, justru ada warga Ahmadiyah yang dijadikan tersangka.

Baru-baru ini Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengeluarkan pernyataan yang mencerminkan bahwa pemerintah tidak berdiri di atas semua golongan. Pemerintah gamang menerapkan konstitusi dan lebih takluk kepada tekanan kelompok garis keras dan intoleran.

Menanggapi kasus penyerangan tempat ibadah Ahmadiyah di Bandung beberapa waktu lalu, Heryawan justru mengatakan “Ahmadiyah hilang, masalah hilang.” Menafikan kenyataan bahwa pembuat masalah bukan kelompok yang ingin menjalankan ibadahnya, tetapi kelompok-kelompok yang menggunakan kekerasan karena tidak tahan hidup berdampingan dalam kedamaian.

Aktivis kebebasan beragama Romo Antonius Benny Susetyo mengatakan reformasi justru menjadi anacaman dalam kebebasan beragama. Pemerintah yang seharusnya melindungi dan menjamin kebebasan sesuai Pasal 29 UUD 1945 malah gagal menjalankan perannya.

“Ketika hukum tidak jadi syarat demokrasi, yang terjadi justru tunduk terhadap premanisme,” papar Romo Benny. Hal ini menurut Romo Benny tidak terlepas dari politik transaksional. Elite-elite politik dan perilaku seperti Orde Baru masih sama, hanya berganti baju saja. Politik centeng tetap berjalan. Dikuasai jawara-jawara lokal yang membuat lingkar kekerasan tidak pernah putus.

Pada masa refromasi juga kita mendengar kabar berbagai penutupan atau pelarangan aktivitas kelompok-kelompok yang tidak sepaham dengan aliran yang lebih mayoritas. Misalnya dalam kasus Lia Aminuddin alias Lia Eden. Pada 2005 sebagian masyarakat mengepung rumahnya. Majelis Ulama Indonesia mengganggap apa yang diajarkan Lia sebagai aliran sesat.

Kemudian secara menghebohkan sempat juga muncul ajaran “salat bilingual” atau salat yang menggunakan dua bahasa yang diajarkan Yusman Roy. Di Bogor ada perguruan Mahesa Kurung yang diserbu kelompok Gerakan Umat Islam Indonesia karena dianggap menyesatkan. Di Palu ada kelompok Madi yang pemimpin dan pengikutnya juga berkahir di jeruji.

Di Sampang Madura, kelompok Tajul Ali Murtahdo yang penganut Syiah, diserang puluhan orang yang membawa pentungan dan celurit. Rumah-rumah mereka dihancurkan. Peenyebabnya adalah karena perbedaan keyakinan karena sebagian besar warga sekitarnya adalah penganut Suni.

Ketua Setara Institute Hendardi juga mempertanyakan pemberian penghargaan tersebut. Menurutnya, selama masa kepemimpinan SBY, praktik intoleransi jutsru meningkat. Menurutnya, tidak ada kemauan politik SBY untuk menyelesaikan masalah intoleransi ini.

Ini menurut Hendardi karena tidak ada penegakan hukum yang tegas dari pemerintah. Bahkan kadang intoleransi tersebut digunakan untuk kepentingan tertentu.

Menurut catatan Setara Institute, kekerasan yang terjadi antara penganut keyakinan selama 2007 saja ada 135 kasus, pada 2009 meningkat menjadi 200 kasus. Jumlah itu meningkat lagi menjadi 216 kasus di 2010. Pada 2011, kekerasan meningkat menjadi 244 kasus, dan 2012 mencapai 264 kasus. (Sinar Harapan)

Foto: viva.co.id

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus menyerukan doa bagi orang Kristen yang eksodus dari Mosul
  2. Mengenal agama Baha'i yang sedang dikaji pemerintah Indonesia
  3. Paus Fransiskus akan makan siang bersama dengan 20 orang muda Katolik Asia
  4. Jokowi-JK diingatkan soal kelompok a-nasional
  5. Jokowi menangi Pilpres 2014
  6. Tokoh lintas agama ajak seluruh elemen bangsa untuk menerima hasil Pilpres
  7. Kelompok masyarakat sipil dukung penetapan Pilpres oleh KPU
  8. Komunitas Sant’Egidio adakan buka puasa dengan warga Muslim yang kurang mampu
  9. Presiden terpilih didesak agar tetap pegang janji terkait HAM
  10. Komunitas Sant’Egidio refleksikan pelayanan mereka bersama uskup, imam dan suster
  1. Renungan hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Wanita Sudan yang nyaris dieksekusi karena pindah agama bertemu Paus Fransiskus
  3. Paus Fransiskus akan makan siang bersama dengan 20 orang muda Katolik Asia
  4. Komunitas Sant’Egidio refleksikan pelayanan mereka bersama uskup, imam dan suster
  5. ISIS mengejar orang Kristen yang melarikan diri dari Mosul
  6. Jokowi-JK diingatkan soal kelompok a-nasional
  7. Mengenal agama Baha’i yang sedang dikaji pemerintah Indonesia
  8. Presiden Baru dan Krisis Lingkungan
  9. Presiden terpilih didesak agar tetap pegang janji terkait HAM
  10. Kelompok masyarakat sipil dukung penetapan Pilpres oleh KPU
  1. How can the state prohibits the use of Allah word, whereas the word is universal...
    Said y3 on 2014-07-14 14:51:00
  2. Good news. I have been in South Korea and several time attended Misa in Myongdon...
    Said y3 on 2014-07-14 14:40:00
  3. Tks Romo Uskup tercinta...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:31:00
  4. very cool monsinyur...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:23:00
  5. Aku ingin komentar namun diluar topik yang seenarnya. Namun ini menggangu pikira...
    Said Yohannes on 2014-07-08 17:53:00
  6. Kira2 FPI dan Kader PDIP garang yang mana ya.....kalo FPI yg diswiping tempat2 m...
    Said Wanto on 2014-07-05 18:19:00
  7. Amin...
    Said Cahya Nugroho on 2014-07-03 16:35:00
  8. Ini versi yang lebih lengkap dari pada yang sudah-sudah saya baca di media OL la...
    Said Dwi Prass on 2014-07-02 19:46:00
  9. sistem pemimpin dunia ini sudah akan berakhir. maka semua yg terjadi memang har...
    Said jojo on 2014-06-30 15:08:00
  10. Good article...
    Said yebambang on 2014-06-27 05:05:00
UCAN India Books Online