UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Para lansia mengalami cedera akibat bentrok dengan polisi

22/05/2013

Para lansia mengalami cedera akibat bentrok dengan polisi thumbnail

 

Tiga lansia mengalami cedera saat mereka mengadakan aksi protes menentang pembangunan menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) pada Senin di Miryang, barat daya Seoul, Korea Selatan.

Ketiga lansia, yang berusia 70-an tahun itu, harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat setelah bentrok dengan polisi.

Pembangunan menara  itu telah ditunda selama delapan bulan menyusul protes dari pemerhati lingkungan dan aktivis lokal, yang mengklaim menara dengan tinggi 40 meter itu akan merusak lingkungan dan memancarkan gelombang elektromagnetik berbahaya.

Seorang aktivis berusia 73 tahun Lee Chi-woo, yang lahannya digunakan untuk mendirikan menara itu, bunuh diri dan meninggal dalam aksi protes pada Januari 2012.

KEPCO, yang dikelola pemerintah, berencana mendirikan 161 menara di Busan, tenggara Korea. Dari jumlah tersebut, 52 menara berada di Myrang.

Sejumlah aktivis telah mengusulkan kabel tegangan tinggi itu ditanam ke dalam tanah. Tapi,  perusahaan listrik, KEPCO, menghentikan cara tersebut karena biayanya terlalu mahal dan membutuh waktu yang lama.

Saat berita tentang warga cedera menyebar, sekitar 30 orang menggelar konferensi pers dadakan di luar markas KEPCO di Seoul, menuntut penghentian segera pembangunan menara tersebut.

Pendeta Yang Jae-sung, ketua bersama Forum Agama dan Lingkungan Hidup, mengatakan, “KEPCO dan polisi membela konstruksi itu dengan kekerasan, bertentangan dengan kehendak warga yang menginginkan dialog dan kompromi. Perusahaan harus mendengarkan suara masyarakat dan meninjau kembali rencana itu.”

Di Miryang Pastor Vincentius Kim Jun-ha, koordinator protes itu, mengatakan: “Sayang sekali bahwa para lansia harus mengalami cedera. Namun, masyarakat tampaknya tidak akan mundur.”

“Kami sebenarnya tidak ingin melibatkan mereka dalam aksi protes tersebut, namun keinginan mereka sangat kuat. Mereka telah menderita terlalu lama dan merasa dilecehkan oleh perusahaan.”

Tanggapan datang dari Kim Tae-yong, manajer proyek di KEPCO. “Saat ini di Korea Selatan, persediaan listrik tidak cukup dan pembangunan menara itu sangat penting,” katanya.

“Saya merasa simpati dengan warga desa. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah dengan mereka. Kami juga akan memberikan perhatian ekstra untuk mencegah agar warga desa tidak mengalami cedera lagi di lokasi konstruksi.”

Sumber: Elderly people injured in pylon protest
 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Budi gelar konser amal untuk pembangunan pusat pastoral
  2. Umat Kristiani India mengungkapkan keterkejutan terkait serangan gereja
  3. Paus desak dunia bertindak menyusul tragedi Mediterania
  4. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  5. Politisi Hong Kong berkomentar 'rasis' terhadap PRT
  6. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  7. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  8. Para uskup Filipina minta KWI membantu Mary Jane
  9. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  10. Ribuan umat Katolik Medan doakan kelancaran KAA
  1. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  2. NIIS dan Janji Surga
  3. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  4. Renungan Hari Minggu Paskah IV bersama Pastor Bill Grimm
  5. RUU kontroversial Myanmar akan berdampak buruk bagi perempuan dan minoritas
  6. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  7. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  8. Asia-Afrika nyatakan perang terhadap narkoba
  9. Jaksa agung diminta sidik pelanggaran HAM berat
  10. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online