UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Ketua PGI: Kita terlalu bereuforia dengan reformasi

24/05/2013

Ketua PGI: Kita terlalu bereuforia dengan reformasi thumbnail

Para pembicara dalam forum diskusi yang diadakan FKKJ

 

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Andreas A. Yewangoe mengatakan banyaknya masalah yang muncul di era reformasi ini karena orang terlalu bereuforia dengan reformasi.

“Sampai sekarang kita hanya bereuforia dan belum dibebaskan dari situ. Kita masih belum mampu menangkap amanat dan intisari reformasi yakni agar terbentuk masyarakat yang berkeadaban (civil sociaty) yang makin dewasa, yang menghormati hak asasi manusia, yang berdemokrasi secara substansial, yang menegakkan hukum yang berkeadilan,” kata Pendeta Yewangoe, yang menjadi keynote speaker dalam diskusi Kamis (23/5) di Graha Bethel, Jakarta, yang dihadiri sekitar 200 peserta dari lintas agama.

Acara, yang diadakan oleh Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), sebuah forum aliansi  Protestan dan Katolik, dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Bulan Oikumene itu mengambil tema “Menggugah kesadaran hidup berbangsa majemuk” juga menghadirkan para pembicara dari tokoh lintas agama — Islam, Protestan, Buddha, Konghucu, dan Katolik.

Kini reformasi sudah berjalan 15 tahun, namun berbagai masalah bermunculan. Menurut Yewangoe, “Kita  harus berjuang agar merdeka dari euforia dan masuk ke alam nyata.”

Ia mengatakan umat beragama harus berusaha untuk melakukan perbaikan ketimbang bereuforia. “Kita tidak boleh pesimis. Kita mulai dari diri dan kelompok kita untuk melakukan perbaikan termasuk pendidikan yang bersifat multi-etnis dan multi-agama.”

Namun, ia mengamati, pendidikan agama pada dirinya belum tentu berhasil, sebab agama juga sering menjadi persoalan, dan bukan menyelesaikan masalah.

Ia mengatakan dewasa ini agama-agama dihormati, bukan karena menjamin kehidupan bersama di dalam masyarakat, melainkan karena menjanjikan sesuatu yang melampaui sejarah ini yakni surga.

Sementara itu  Kyai Muhlisinalahuddin (Gus Mus), mengatakan, “Berbagai masalah yang kita hadapi saat ini kita perlu membuat silahturahim nasional. Kita juga perlu berdoa dan tobat secara nasional.”

Terkait radikalisme yang meningkat di era reformasi ini, Y. Handoyo Budhisejati,  dari Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (FMKI-KAJ), pihaknya sedang berupaya untuk memulai dialog di tingkat akar rumput. “FMKI akan membentuk cabangnya di tingkat kecamatan dengan tujuan untuk melakukan dialog di akar rumput.”

Theophilus Bela, ketua umum FKKJ mengatakan tema itu diangkat karena di era reformasi kini “banyak orang sepertinya tidak sadar bahwa kita adalah sebuah bangsa besar yang amat majemuk, yang datang dari ribuan pulau, banyak bahasa, suku bangsa, etnis dan agama.  Jadi kita harus bisa saling tenggang rasa dan saling menerima perbedaan dan persamaan kita semua.”

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa XVIII bersama Pastor Bill Grimm
  2. ‘Makanan cinta’ untuk para pengungsi di Hong Kong
  3. Romo Carolus masuk ke Nusakambangan jelang eksekusi mati
  4. Kardinal Tagle berikan ‘hadiah’ untuk OMK yang menghadiri WYD
  5. Lilin seorang suster untuk Merry Utami yang akan dieksekusi mati
  6. Walikota Parepare resmikan gereja Katolik
  7. Kelompok Gereja berkampanye menentang eksekusi
  8. Karitas India bertemu membahas tantangan pendanaan
  9. Para delegasi OMK untuk WYD didesak berbagi iman dan cinta
  10. 14 terpidana mati akan dieksekusi pekan ini
  1. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  2. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
  3. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  4. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  5. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  6. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  7. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  8. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  9. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  10. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
UCAN India Books Online