UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Media dikritik terkait pemberitaan tentang poligami

24/05/2013

Media dikritik terkait pemberitaan tentang poligami thumbnail

Dwi Rubiyanti Kholifah

 

Puluhan aktivis perempuan dari sejumlah lembaga mengkritisi pemberitaan media massa tentang kasus-kasus poligami, yang menurut mereka jatuh ke dalam kecenderungan ekspolitasi terhadap perempuan dan mendukung poligami.

“Kami menyayangkan sejumlah pemberitaan di media cetak, online dan siaran TV yang  tidak berpihak pada upaya mencegah poligami, dengan menggembar-gemborkan sisi positif poligami, padahal itu adalah salah satu penyebab kekerasan terhadap perempuan”, kata Dwi Rubiyanti Kholifah dari Asian Moslem Action Network dalam konferensi pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta,  Kamis (23/5).

Kritikan ini mereka sampaikan menyusul gencarnya pemberitaan beberapa bulan terakhir tentang praktek poligami dalam perkawinan Eyang Subur dengan 7 isteri, tokoh spiritual yang dianggap sesat dan melakukan praktek menyimpang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Para aktivis menilai, pemberitaan tentang Eyang Subur yang cenderung menonjolkan keakuran isterinya terkesan manipulatif.

Mereka menilai, media tidak objektif dalam memotret perkawinan poligami dan aspek kehidupan poligami, terutama dampak poligami pada  kelayakan hidup istri dan tumbuh kembang anak.

“Berita tentang Eyang Subur dengan 7 isteri menimbulkan disrespek pada institusi perkawinan. Praktik seperti itu seolah-olah dibolehkan,” kata Kholifah.

AD Kusumaningtyas, dari Centre for Education and Information on Islam and Woman’s Right Issues menilai, media berkontribusi ikut melanggengkan konstruksi maskulinitas yang ekspolitatif dalam pemberitaan kehidupan poligami bahwa laki-laki pemilik harta bisa menaklukkan perempuan sebanyak dia mau dan termasuk bisa mengontrol semua keinginan mereka.

“Media sangat jelas tidak sensitif dan tidak mempunyai keberpihakan pada perempuan korban poligami, yang harus memberikan kesaksian palsu tentang indahnya poligami”, katanya.

Padahal kata dia, poligami seharusnya terus dilawan, karena banyak menimbulkan masalah bagi kaum perempuan.

“Yang harus diangkat ke publik adalah apa saja akibat negatif dari praktek-praktek poligami, bukan mengangkat hal-hal positif saja, sementara hal negatifnya ditutup-tutupi”, jelasnya.

Ia menilai, pemberitaan tayangan di TV melanggar Peraturan Komisi penyiaran Indonesia (KPI) No: 02/P/KPI/12/2009 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) Pasal 13 di mana program siaran wajib melindungi anak, remaja dan perempuan.

Praktek poligami, kata dia, juga salah satu bentuk pelanggaran terhadap undang-undang No. 7 tahun 1984, tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW), khususnya pasal 16 tentang Perkawinan dan Hukum Keluarga

Data dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Untuk Perempuan menunjukkan bahwa pada 2012, dari 659 data kasus kekerasan terhadap perempuan, 59 kasusnya adalah kekerasan akibat poligami.

Sementara iti, Mahendra Sinulingga, pemimpin redaksi Global TV, salah satu media yang menjadi sasaran kritikan atas siaran wawancara eksklusif mereka di rumah Eyang Subur menolak tuduhan dari aktivis tersebut.

Ia juga menjelaskan, mereka justeru menampilkan poligami sebagai hal yang negatif.

“Lihat saja, justeru kita memberikan ruang bagi yang anti-poligami dengan menggambarkan realitas dari kehidupan para isterinya,” jelasnya.

Ia mengatakan, media memiliki prinsip cover both sides. “Kita angkat fakta saja. Dan kita tidak menyuruh orang melakukan poligami.”

 

 

  • http://www.facebook.com/jmarisa1 Jenny Marisa

    Memang pilihan acara seperti itu tidak berguna. Kalau memang ada, yang sudah – mau apa, tidak perlu ditayangkan seperti memberi hidangan yang lezat saja. Sudah habis akal program apa lagi, terus ngawur dan nyasar. Yang beruntung adalah bisnis perias.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Waspadalah terhadap terorisme 'bersarung tangan putih', kata Paus kepada biarawati dari Tanah Suci
  2. Kanonisasi dua biarawati asal Palestina mendorong perdamaian
  3. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  6. Umat Katolik Toraja se-Jabodetabek merayakan Paskah
  7. Klerus AS desak sinode mendatang keluarkan pernyataan yang jelas dan tegas terkait ajaran Gereja
  8. Uskup Agung Samarinda ajak umat Katolik untuk terus memberikan kontribusi
  9. Perdebatan transgender di Korea Selatan mendorong para aktivis LGBT menentang Kristen
  10. Ditolak sejumlah negara Asia Tenggara, pengungsi Rohingya disambut hangat di Aceh
  1. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  2. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  3. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  4. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  5. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  6. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  7. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  8. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  9. Indonesia dan Malaysia sepakat bantu imigran Rohingya
  10. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online