UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

AS kecam kekerasan agama di Indonesia

25/05/2013

AS kecam kekerasan agama di Indonesia thumbnail

Sebuah masjid Ahmadiyah di Bekasi disegel.

 

Jelang rencana penganugerahan World Statesman dari The Appeal of Conscience Foundation di New York, Amerika Serikat, untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas keberpihakan kepada minoritas, kritik datang dari negara pemberi penghargaan.

Pemerintah AS, Kamis (23/5), menaruh perhatian atas meningkatnya serangan kepada kelompok agama minoritas di Indonesia. Sementara organisasi hak asasi manusia menuduh Washington meremehkan masalah ini demi menciptakan hubungan yang baik dengan Jakarta.

Kalangan legislatif AS, khususnya yang membidangi masalah hukum dan HAM, menyerukan tindakan lebih tegas dan reformasi hukum guna melindungi seluruh kelompok minoritas.

Padahal sebelumnya, Senin (20/5), Presiden Amerika Serikat Barack Obama terang memuji Indonesia di depan pemimpin Myanmar, Thein Sein. Obama juga meminta Myanmar mencontoh Indonesia dalam keberagaman budaya dan agama.

“Sangat tak masuk akal kalau Myanmar bisa melakukan hal kekerasan seperti itu terhadap umat Islam. Di Indonesia saja umat Buddha yang minoritas bisa hidup berdampingan dengan damai dengan kaum mayoritas muslim,” katanya.

Namun, dalam pertemuan Kamis, justru minimnya perlindungan dan makin tegasnya diskriminasi terhadap penganut Ahmadiyah, Syiah dan Kristen di Indonesia, disoroti AS.

Anggota Komisi Hak Asasi Manusia di parlemen, Tom Lantos, menyampaikan hal ini dalam dengar pendapat di Capitol Hill saat menyoroti situasi yang terjadi di Indonesia.

Komisi yang diketuai politikus Partai Demokrat James P McGovern ini mengutip data Setara Institute, yang menemukan ada 264 tindak kekerasan terhadap kelompok agama minoritas pada 2012, atau mengalami kenaikan dibandingkan 2010 yang mencapai 216 yang dilakukan kelompok Islam radikal.

Pejabat senior Deplu AS Dan Baer menyatakan serangan-serangan tersebut tidak ditanggapi secara efektif oleh pemerintah Indonesia. Kondisi ini menodai toleransi keagamaan yang ingin diwujudkan di Indonesia.

Ia juga merujuk pada kecenderungan negatif yang terjadi, termasuk penutupan paksa 50 buah gereja tahun 2012 dan masjid-masjid yang dimiliki Ahmadiyah.

Namun, organisasi Human Rights Watch mengkritik respons pemerintah AS, dengan menyatakan Washington tidak berani mengakui secara terbuka tindak kekerasan keagamaan di Indonesia makin memburuk.

“Mobilisasi kelompok Islam radikal untuk menyerang kelompok agama minoritas meningkat dan mereka seperti tak tersentuh hukum,” kata John Sifton, direktur advokasi organisasi HAM untuk Asia dalam dengar pendapat di kongres.

Sebuah laporan tahunan Deplu AS yang dipublikasikan minggu lalu menyebutkan penghormatan pemerintah Indonesia terhadap kebebasan beragama tidak mengalami perubahan signifikan sepanjang 2012.

“Hubungan AS dengan Indonesia amat baik, namun hubungan dalam bidang hak asasi manusia amat kehilangan makna,” kata Direktur Advokasi Amnesty International T Kumar.

Ia mendesak pemerintah Obama agar melakukan tekanan pada Indonesia untuk membebaskan 70 tahanan politik dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta memublikasikan secara terbuka kematian aktivis HAM Munir Said Thalib yang diracun arsenik tahun 2004.

Sumber: Sinar Harapan

Foto: viva.co.id

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulil: Umat Muslim yang percaya kata 'Allah' hanya untuk Islam adalah 'keliru'
  2. Sinode berakhir dengan mempertegas ajaran Gereja
  3. Uskup Peraih Nobel Perdamaian doakan Jokowi-JK dalam Surat Terbuka
  4. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  5. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  6. Para kardinal bahas penderitaan orang Kristen di Timur Tengah
  7. Jokowi-JK bersumpah pegang teguh UUD 1945
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Tiga pendeta dihukum 6 tahun penjara di Iran
  10. Presiden Jokowi hadapi setumpuk masalah HAM
  1. Paus Fransiskus menyerukan penghapusan hukuman mati dan penjara seumur hidup
  2. Kendurenan awali Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman
  3. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  4. Polri adakan program Sekolah Toleransi dan Klinik Pancasila
  5. Cegah terorisme, BNPT datangi kampus-kampus di seluruh Indonesia
  6. 70 ribu anak dihukum di LP umum
  7. Suster Canossian di Singapura merayakan 120 tahun
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  10. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online