UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Umat Katolik di jazirah Arab mencari tempat untuk beribadah

03/06/2013

Umat Katolik di jazirah Arab mencari tempat untuk beribadah thumbnail

 

Mgr Camillo Ballin, Vikaris Apostolik untuk kawasan Arab Saudi, Kuwait, Qatar dan Bahrain, menjelaskan umat Katolik membutuhkan toleransi beragama serta tempat untuk beribadah.

Uskup asal Italia itu belajar bahasa Arab dan agama Islam setelah ia ditahbiskan sebagai imam Misionaris Comboni.

Dalam sebuah wawancara dengan CNA pada 29 Mei, ia berbicara tentang perjalanannya ke Mesir, Lebanon, Suriah, Sudan dan pengangkatannya sebagai Vikaris Apostolik Kuwait tahun 2005.

Vikariatnya  diperluas tahun 2011 mencakup seluruh Semenanjung Arab bagian utara, yang mencakup Kuwait, Bahrain, Qatar dan Arab Saudi.

Daerah itu telah memiliki populasi Kristen sejak sebelum kedatangan Islam. Faktanya bahwa banyak orang Kristen di daerah itu perlu dijadikan sumber inspirasi, kata Uskup Ballin. Sebagai contoh, sebuah gereja di vikariat itu yang dipersembahkan untuk St. Arethas dan 400 martir yang dianiaya dan dibunuh lebih dari satu abad sebelum Islam datang ke daerah itu.

Saat ini, pelayanan di vikariat itu fokus pada pembinaan rohani bagi 2,5 juta umat Katolik di daerah tersebut, kata Uskup Ballin.

Perhatian utama vikariat itu, katanya, adalah mempromosikan kebebasan beragama bagi umat Kristiani di daerah itu. Sebagian besar umat Katolik di daerah tersebut pekerja migran dari berbagai negara termasuk India dan Filipina.

“Kami tidak meminta undang-undang khusus bagi orang-orang Kristen,” kata uskup itu. Dia menjelaskan konsep kebebasan beragama di Semenanjung Arab, dan mencatat bahwa Gereja di daerah itu tidak pernah membujuk umat Muslim untuk meninggalkan iman mereka.

“Kami hanya meminta tempat untuk beribadah,” dan memberikan kesempatan kepada para pekerja migran di kawasan itu untuk mendapatkan pembinaan spiritual, katanya.

Uskup itu mengatakan negara-negara di kawasan itu “memiliki  sikap toleransi terhadap orang Kristen.”

Tantangan lain yang dihadapi vikariat itu adalah keragaman para pekerja migran di kawasan itu. “Semua umat beriman kami berasal dari banyak negara dan banyak ritus,” katanya, seraya menambahkan bahwa di Bahrain saja, Misa-misa mingguan menggunakan lima ritus Katolik yang berbeda dan belasan bahasa.

Uskup itu mengatakan penyatuan di kalangan umat dari berbagai latar belakang  menjadi sebuah komunitas Katolik adalah tantangan, maka ini menjadi prioritas vikariat itu.

Vikariat itu membantu umat Katolik bersama-sama sebagai sebuah komunitas terpadu, seperti konferensi tahunan yang diadakan di Kuwait yang mengumpulkan lebih dari 400 umat beriman untuk membahas topik yang terkait dengan iman.

Sementara vikariat itu menghadapi tantangan tersebut, juga telah menerima dukungan dari beberapa negara di wilayah itu yang telah membangun rasa hormat yang kuat terkait kebebasan beragama.

“Bahrain tidak hanya memiliki sikap toleransi, tetapi juga mendorong” orang Kristen, kata Uskup Ballin, berkomentar bahwa negara itu telah memberikan tanah kepada vikariat itu untuk membangun katedral baru, dan mendukung populasi kecil Kristen lokal selain pekerja migran Katolik.

Sumber: Catholics in the Arabian peninsula seek places to worship

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus merasa sedih pembunuhan imam Yesuit di Suriah
  2. Yesus lebih populer di Weibo Cina
  3. Demi kebangsaan, ketua PBNU tolak koalisi partai Islam
  4. KPAI akan surati Kemdikbud terkait kekerasan seksual
  5. GKI Yasmin tidak masuk 5 prioritas walikota Bogor
  6. Motto dan Logo terkait kunjungan Paus Fransiskus ke Korea
  7. 52 persen dari 239 anak alami kekerasan seksual
  8. Uskup Agung Myanmar berbicara menentang UU baru terkait agama dan ras
  9. Paus Fransiskus ajak umat untuk refleksi selama Pekan Suci
  10. Paus Yohanes Paulus II turut menjatuhkan komunisme
  1. Apakah Paus Fransiskus membuka pintu bagi pria menikah menjadi imam?
  2. Asia Bibi merayakan Paskah di balik jeruji besi
  3. Uskup Filipina menyerukan gencatan senjata selama Pekan Suci
  4. 52 persen dari 239 anak alami kekerasan seksual
  5. 245 kasus intoleransi di Indonesia dalam setahun
  6. Lama Tak Mendengar Ceritamu Hai Perempuan!
  7. Pastor pembela hak Tamil masuk dalam daftar “teroris” oleh pemerintah
  8. Vatikan angkat seorang profesor wanita jadi penasehat
  9. KPAI akan surati Kemdikbud terkait kekerasan seksual
  10. Komisi Ahli Hukum Internasional kritik penerapan Syariah di Brunei
  1. Terima kasih Mgr. Koo. Kisah hidup yang menjadi inspirasi bagi kami utk memperta...
    Said corry on 2014-04-10 12:42:00
  2. Ria: sy jg geram dengan tindakan mantan pastor ini, yg akhirnya membuat nama Ger...
    Said corry on 2014-04-10 12:27:00
  3. Dimana2 orang Kristen dianiaya, dikambinghitamkan dgn alasan ini itu yg tdk terb...
    Said Corry on 2014-04-10 11:48:00
  4. Aneh negeri ini jg presiden odong2. Ini bukan negara muslim, shg seenaknya mener...
    Said Corry on 2014-04-10 11:41:00
  5. Metode blusukan memang telah dilakukan oleh Yesus dan juga para nabi, sehingga p...
    Said Hadrianus Wardjito on 2014-04-07 20:47:00
  6. Sepertinya penulisan oleh Tempo mungkin tidak sesuai dengan yang dikatakan, bahw...
    Said on 2014-04-07 17:15:00
  7. Disebut FUI, ataukah FPI? Sepertinya pengacauan mereka menjadi kebanggaan pemer...
    Said on 2014-03-31 17:23:00
  8. Sambut baik pesan MUI agar tidak takut memilih non-Muslim. Dimana kita berada, a...
    Said on 2014-03-25 08:34:00
  9. Yang sulit kan menemukan bawahannya yang dapat dipercaya tulus, mau berdedikasi ...
    Said on 2014-03-23 10:38:00
  10. Ya, saya akan doa dulu mulai sekarang kepada Bunda Maria agar ada caleg yang tah...
    Said on 2014-03-05 14:59:00
UCAN India Books Online