Presiden minta dukungan pers untuk jaga kerukunan dan toleransi

14/06/2013

Presiden minta dukungan pers untuk jaga kerukunan dan toleransi thumbnail

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui jika masalah persatuan, kerukunan, dan toleransi masih menjadi pekerjaan rumah (“PR”) di Indonesia.

“Hadirnya demokrasi dan kebebasan itu adalah amanah reformasi, tapi tidak boleh hadirnya demokrasi, hak, dan kebebasan ini membuat persoalan bagi kerukunan di antara kita semua,” kata Presiden Yudhoyono di hadapan sedikitnya 300 pemimpin redaksi (pemred) yang menghadiri penutupan Pertemuan Puncak Pemimpin Redaksi se-Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat, seperti dilansir antaranews.com.

Presiden menggarisbawahi pentingnya kerukunan di antara seluruh rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai identitas baik agama, etnis, suku dan perbedaan identitas yang lain.

“Saya minta dukungan insan pers, dunia media massa, dan pemimpin redaksi, kita harus bekerja keras untuk menjaga kerukunan dan toleransi di antara kita,” katanya.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa pembangunan sosial yang selama ini dilakukan pemerintahannya tidak sekedar upaya untuk mewujudkan masyarakat yang damai.

“Bukan hanya `peaceful society` tapi `good society`. `Good society` sebenarnya adalah bagian dari peradaban yang baik, yang kita idam-idamkan, yang terus kita bangun adalah peradaban yang maju…yang unggul tapi juga yang baik dalam arti luas,” katanya.

Pada kesempatan itu Presiden yang bercanda dengan mengatakan bahwa bukan tidak mungkin setelah 2014 nanti ada pemimpin redaksi yang menjadi presiden sehingga terbuka lowongan baginya untuk menjadi pemimpin redaksi mengaku ingin berdialog dengan para pemimpin media massa sebagai sesama anak bangsa.

Sebagai sesama anak bangsa, Presiden meminta para pemimpin redaksi untuk melihat Indonesia saat ini serta harapan-harapan nasional yang ingin dicapai.

“Jangan melihat Indonesia sebagai suatu foto. Mari kita melihat Indonesia sebagai sebuah gambar bergerak yang bisa memberikan gambaran lebih utuh mengenai negeri ini,” katanya.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online