UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Bersepeda ke Jakarta, warga Syiah tuntut agar bisa kembali ke kampung mereka

17/06/2013

Bersepeda ke Jakarta, warga Syiah tuntut agar bisa kembali ke kampung mereka thumbnail

Warga Syiah tuntut janji Presiden SBY

 

Sebanyak 10 perwakilan warga Syiah mengayuh sepeda dari Jawa Timur menuju Jakarta selama 15 hari, sebagai bagian dari upaya mendesak pemerintah agar mereka bisa kembali ke kampung halaman setelah selama 9 bulan lebih mereka berada di pengungsian.

Mereka berangkat dari Sampang pada 1 Juni dan tiba di Jakarta Minggu (16/6), setelah menempuh perjalanan sekitar 670 km.

Bersama sejumlah aktivis mereka pun menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia dan di Istana Presiden serta membuat petisi 1.000 tanda tangan untuk menolak rencana relokasi yang digulirkan pemerintah.

Pujatin, (40), salah satu pesepeda mengaku, sangat kelelahan untuk bisa sampai ke Jakarta.

“Tapi karena saya ingin memperjuangkan hak saya dan warga Syiah lain, saya bertahan dan alhamdullilah, bisa menyelesaikan perjalanan ini”, kata pria  40 tahun ini kepada ucanews.com ketika ditemui di depan istana.

Pria yang berprofesi sebagai petani ini menjelaskan, seluruh keluarganya yang berjumlah 7 orang adalah penganut Syiah, dan tetap ingin bertahan pada keyakinan mereka.

“Ini kami sudah anut sejak nenek moyang kami. Apapun tantangannya, saya tetap sebagai Syiah”, katanya.

Setidaknya 140 keluarga dipaksa mengungsi dari Sampang, Madura pada Agustus 2012 lalu, setelah sekitar 500 orang Muslim Sunni menyerang mereka dan membuat puluhan rumah terbakar.

Serangan di Kampung Karang Gayam itu menewaskan dua warga Syiah, 10 lainnya terluka. Sejak itu mereka diungsikan ke sebuah Gelanggang Olahraga (GOR), menunggu untuk kembali ke rumah. Namun, kelompok garis keras dari Muslim Sunni setempat mengatakan, kaum Syiah hanya mungkin kembali jika mereka menjadi Sunni.

Pujatin menjelaskan, selama di pengungsian mereka bingung, harus berbuat apa.

“Tidak ada pekerjaan di sana, sementara tanah saya ada di kampung. Karena itu, saya meminta kepada pemerintah akan kami dibolehkan pulang”, jelasnya.

Pukaman, pesepeda lain mengaku, ia datang ke Jakarta untuk menyampaikan pesan kepada presiden, bahwa hanya satu yang mereka inginkan, yakni kembali ke kampung halaman.

“Kami ingin hidup seperti sebelumnya, membiarkan anak-anak kami sekolah dengan aman dan kami pun bisa mencari nafkah untuk keluarga kami”, kata pria 52 tahun ini.

Penderitaan kaum Syiah pernah disorot  oleh Amnesty International pada tahun lalu, yang dalam sebuah pernyataan pada November, mengutip sumber-sumber yang dapat dipercaya, mengatakan bahwa beberapa warga Syiah diintimidasi oleh pejabat pemerintah setempat, mendesak mereka untuk masuk Islam Sunni jika mereka ingin kembali ke rumah mereka.

Pada awal Mei, pihak berwenang di Sampang memberhentikan persediaan makanan dan air kepada para pengungsi. Bupati Sampang Hasib Fannan dilaporkan mengatakan kepada kaum Syiah bahwa ia telah mengirim surat kepada Gubernur Jawa Timur merekomendasikan agar mereka direlokasi ke wilayah lain, di luar Sampang.

Ahmad Hidayat, Sekertaris Jenderal Ahlul Bait Indonesia, sebuah organisasi Syiah mengatakan, tidak ada alasan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menelantarkan kaum Syiah.

“Kami juga warga negara sama seperti umat beragama lainnya di Indonesia”, katanya. “Kami dari 9 bulan lalu higga hari ini belum mendapatkan realisasi janji dari bapak Presiden yang baru saja mendapat Penghargaan Pemimpin Toleran,” tambah Ahmad, menyinggung penghargaan Statesman Award yang baru diterima presiden dari Appeal Conscience Foundatioan pada 30 Mei lalu.

Ryan Dagur, Jakarta

  • franstantri dharma

    Adakah para politikus kita belajar dari tokoh-tokoh besar dunia bagaimana memimpin bangsa yang majemuk? Bagaimanakah sikap politik keagamaan yang mereka miliki? Demikian Mohammad Sobary dalam tulisannya berjudul ‘Rendahnya Moralitas Politikus kita’. Jika kita ikut diam, kita juga penjahat, lanjutnya (Sinar Harapan, 19 Juni 2013).

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  2. Pembaruan Karismatik Katolik akan mengadakan Konvenas XIII di Makassar
  3. Lebih dari 1.100 orang tewas di India akibat gelombang panas ekstrim
  4. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  5. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  6. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  7. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  8. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  9. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  10. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  1. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  2. Lebih dari 1.100 orang tewas di India akibat gelombang panas ekstrim
  3. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  4. Misionaris merajut kembali kebersamaan hidup yang hancur di Mindanao
  5. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  6. Pembaruan Karismatik Katolik akan mengadakan Konvenas XIII di Makassar
  7. Malaysia membantah dinilai standar ganda menangani demonstran anti-Kristen
  8. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  9. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  10. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online