UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Dalai Lama bicara tentang aksi bakar diri

17/06/2013

Dalai Lama bicara tentang aksi bakar diri thumbnail

 

Warga Tibet yang melakukan aksi bakar diri untuk memprotes pemerintahan Cina memiliki dampak sedikit pada kebijakan Beijing, demikian ungkap pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama pada Kamis, seraya mendesak Cina untuk melihat lebih tajam tentang alasan di balik insiden itu.

Setidaknya 117 warga Tibet telah melakukan aksi bakar diri sebagai bentuk protes terhadap kekuasaan Cina sejak tahun 2009, terutama di Provinsi Sichuan, Provinsi Gansu dan Provinsi Qinghai. Sebagian besar dari mereka telah meninggal.

“Ini merupakan sesuatu yang menyedihkan bahwa aksi itu terjadi. Tentu saja itu sangat menyedihkan. Sementara itu, saya ragu berapa banyak efek  dari aksi bunuh diri seperti itu,” kata Dalai Lama kepada wartawan selama kunjungannya ke Australia.

Seorang pejabat Cina pada Maret menuduh Dalai Lama memberikan dana untuk mendorong orang membakar diri mereka, dan mengatakan ada bukti untuk membuktikan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu mendalangi aksi bakar diri tersebut.

Dalai Lama, 77, menyebut aksi itu “tak bisa dipahami,” tetapi ia mengatakan ia tidak mendorong mereka.

Beberapa cendiawan Tibet telah mengkritik sikap Dalai Lama, dengan mengatakan keengganannya untuk memberitahu orang-orang untuk menghentikan aksi mereka telah membuat mereka menjadi militan untuk bakar diri.

Beijing menganggap Dalai Lama, yang melarikan diri dari Cina tahun 1959 setelah pemberontakan yang gagal terhadap kekuasaan Cina. Dalai Lama mengatakan ia hanya mencari otonomi yang lebih besar bagi tanah airnya Himalaya.

Dalai Lama mengatakan aksi bakar diri itu menjadi isu politik yang sensitif, namun ia mengatakan warga Tibet tidak mengorbankan hidup mereka.

“Saya menyampaikan ini sebagai gejala dari beberapa penyebab para pejabat Cina. Mereka harus menyelidiki apa penyebab dari gejala ini, peristiwa ini. Ini bukan solusi hanya untuk menyalahkan seseorang, termasuk Dalai Lama,” katanya.

Cina telah memperketat kontrol terhadap Tibet sejak aksi bakar diri dimulai dua tahun lalu dan wartawan asing juga dilarang.

Tibet juga menjadi penyebab perselisihan diplomatik, terutama dengan Amerika Serikat, di mana pertemuan antara Dalai Lama dan presiden AS telah membuat Cina marah.

Departemen Luar Negeri AS telah mendesak Cina untuk membiarkan warga Tibet “mengungkapkan keluhan mereka secara bebas”, dan menyerukan warga Tibet untuk “berhenti melakukan aksi bakar diri”.

Dalai Lama mengatakan orang Tibet bisa “dengan mudah menyakiti orang lain”, tetapi sebaliknya memilih “mengorbankan kehidupan mereka sendiri, tidak menyakiti orang lain”.

Sumber: Dalai Lama speaks out at last on self-immolations

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Para pengungsi kecam rencana Kamboja terkait pemukiman kembali
  2. Musdah Mulia: Radikalisme di Indonesia dibiayai APBN
  3. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  4. Kisah tentang penderitaan keluarga Mary Jane di Filipina
  5. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  6. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  7. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  8. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  9. Minggu Palma, Paus mengajak umat bersikap 'rendah hati'
  10. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  1. Survei Setara: Satu dari 14 siswa SMA setuju ISIS
  2. Cegah radikalisme sejak rekrutmen guru
  3. Warga Tionghoa gelar pawai lilin kenang 10 tahun gempa di Nias
  4. Kisah tentang penderitaan keluarga Mary Jane di Filipina
  5. Malaysia memperkenalkan RUU Anti-Terorisme terkait pendukung ISIS
  6. Para pengungsi kecam rencana Kamboja terkait pemukiman kembali
  7. Paus Fransiskus akan hadiri Kongres Amerika Serikat
  8. Minggu Palma, Paus mengajak umat bersikap ‘rendah hati’
  9. Umat Katolik merayakan Minggu Palma dengan hikmat dan meriah
  10. Paus Fransiskus menyalami tunawisma saat kunjungan ke Kapel Sistina
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online