UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Indonesia diminta lindungi pekerja rumah tangga

17/06/2013

Indonesia diminta lindungi pekerja rumah tangga thumbnail

 

Amnesty International minta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah-langkah yang lebih baik untuk melindungi para pekerja rumah tangga (PRT), baik yang bekerja di dalam maupun di luar negeri.

Permintaan ini dilontarkan Josef Roy Benedict, Campaigner Indonesia & Timor Leste Amnesty International Secretariat, di London, Inggris, Senin (17/6), sehubungan dengan penetapan 16 Juni sebagai Hari Pekerja Rumah Tangga Internasional.

Kegagalan pemerintah Indonesia untuk menyediakan perlindungan yang memadai bagi PRT-nya – sebagian besarnya perempuan – baik di dalam maupun di luar negeri, adalah pelanggaran kewajiban negara di bawah hukum dan standar internasional.

Ini juga bertentangan dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dua tahun silam, yang mendesak perwakilan di Konferensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Jenewa untuk mendukung diadopsinya Konvensi ILO tentang Kerja Layak Pekerja Rumah Tangga. Pula menentang komitmen pemerintah Indonesia selama Evaluasi Berkala Universal (Universal Periodic Review/UPR) tahun 2012 untuk meratifikasi Konvensi ini.

Konvensi ILO No. 189 merayakan ulang tahun kedua diadopsinya Kerja Layak Pekerja Rumah Tangga, tonggak penting hukum perjanjian internasional yang menetapkan standar internasional bagi perlindungan hak-hak PRT.

Sejalan dengan rekomendasi yang dibuat Komite Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan (Committee on the Elimination of Discrimination against Women/CEDAW) pada Kesimpulan Pengamatan (Concluding Observations)  tahun 2012, Amnesty International menyerukan pemerintah Indonesia mengambil langkah konkret dan memastikan perlindungan hukum yang memadai bagi hak-hak semua pekerja rumah tangga.

Sebagai langkah pertama, pihak berwenang Indonesia harus meratifikasi Konvensi ILO tentang Kerja Layak Pekerja Rumah Tangga pada kesempatan secepatnya, memasukan aturan-aturannya ke dalam undang-undang nasional dan mengimplementasikannya kebijakan dan praktik.

Langkah tersebut tidak hanya menyediakan dasar yang kuat bagi legislasi dalam negeri dalam melindungi hak PRT, hal ini juga memperkuat upaya perlindungan bagi jutaan pekerja rumah tangga di luar negeri.

Tak sedikit upaya perlindungan terhadap jutaan PRT Indonesia di dalam negeri dan yang bekerja di luar negeri, seperti di Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura, belum menjadi kenyataan.

Para PRT yang bekerja di luar negeri secara rutin menjadi korban perdagangan untuk kerja paksa dan penipuan kontrak, dan biaya rekrutmen yang terlalu mahal. Di sisi lain, mereka yang bekerja di dalam negeri tidak mendapat hak legal dan hak pekerjaan yang setara seperti pekerja lain di Indonesia.

Karena karakter kerja yang terisolasi, para pekerja rumah tangga juga berisiko dikasari secara fisik dan psikologis, serta pelecehan seksual, ujar Benedict. Alhasil, hak-hak atas pekerjaan yang adil dan setara, lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta kebebasan berasosiasi dan bergerak kerap diingkari.

DPR RI juga diminta memprioritaskan debat dan pengesahan UU Perlindungan PRT yang sesuai dengan hukum dan standard internasional. Sebuah rancangan undang-undang (RUU) didebatkan selama beberapa tahun, menghadapi penundaan berkelanjutan.

Sebab, meski menyambut baik inisiatif ini, Amnesty International, organisasi ini prihatin RUU tersebut, sebagaimana yang ada saat ini, tidak berisi aturan yang memadai soal upah, pembatasan jam kerja, mekanisme pemulihan hak, dan aturan spesifik tentang perempuan, khususnya kehamilan dan persalinan.

Konvensi ILO tentang Kerja Layak Pekerja Rumah Tangga diadopsi pada ulang tahun ke-100 ILO di Jenewa, Swiss, 16 Juni 2011. Hingga saat ini, Konvensi ini diratifikasi Uruguay, Filipina, Mauritius, Nikaragua, Italia, Bolivia, dan Paraguay, dan berlaku 5 September 2013 mendatang.

Sumber: shnews.com

Foto: twicsy.com 

 

  • franstantri dharma

    Mereka para pekerja rumah tangga adalah saudara sebangsa dan setanah air yang kurang beruntung. Mengapa kita tidak berupaya memberdayakan mereka? Malahan memperdaya.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Mahasiswa Papua demo di Jakarta tuntut merdeka
  2. Pesan Toleransi Azizah Bagi Hubungan Antaragama
  3. Keuskupan Manado terus melakukan persiapan untuk IYD 2016
  4. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  5. Dana Aspirasi wadah DPR melakukan 'perampokan ilegal'
  6. Dubes Vatikan ajak umat berdoa bagi Paus Fransiskus
  7. Pendidikan alternatif membawa harapan warga miskin di Filipina
  8. Bagi penduduk daerah perbatasan, era tanpa kewarganegaraan berakhir
  9. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  10. Warga Rohingya dirampas haknya menjelang pemilu di Myanmar
  1. Di Tacloban, korban topan kembalikan keceriaan dengan festival
  2. Radikalisme akan tetap ada selama adanya ketidakadilan
  3. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  4. Integrasi politik di Papua stagnan akibat pelanggaran HAM
  5. Di Bangladesh, pernikahan anak menghadapi kenyataan suram
  6. Jesuit akan fokus pada pendidikan di Asia
  7. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  8. Ketika rumah bukan lagi sebuah tempat aman
  9. Dubes Vatikan ajak umat berdoa bagi Paus Fransiskus
  10. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online