UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Agama-agama terlihat lamban Go Green, Paus Fransiskus jadi inspirasi

20/06/2013

Agama-agama terlihat lamban Go Green, Paus Fransiskus jadi inspirasi thumbnail

Dampak perubahan iklim

 
Dulu komunitas-komunitas keagamaan kurang berpikir bahwa akan terjadi kerusakan alam maka mereka kurang terlibat dalam Go Green sehingga konsekuensinya terjadi perubahan iklim yang berdampak pada kerusakan alam dan lingkungan saat ini.

Kini banyak agama mulai menyadari salah satunya dengan menggunakan panel surya sebagai sumber energi di tempat-tempat ibadah mereka, dari katedral hingga masjid – atau mengambil sikap yang tegas terkait perubahan iklim – dan mengajak orang harus pemelihara alam dan lingkungan.

Tapi secara perlahan, yang mungkin berubah, berkat pemimpin agama termasuk Paus Fransiskus.

Penegasan Paus Fransiskus tentang perlindungan lingkungan sejak ia terpilih pada Maret lalu dan pilihan nama seorang pencinta alam di abad ke-13 – Santo Fransiskus dari Assisi – dapat mendorong semua agama untuk berusaha mencari cara melindungi planet kita dari ancaman termasuk perubahan iklim .

Pendahulunya, Paus Benediktus XVI, Vatikan mengambil langkah-langkah Go Green seperti memasang panel surya di atap Pendopo Kepausan tahun 2008. Ia mengatakan ia ingin mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Perhatian agama terhadap lingkungan secara perlahan meningkat,” kata John Grim, koordinator forum tentang agama dan ekologi dari Universitas Yale, Amerika Serikat. “Ini sangat tidak adil. Agama cenderung sangat konservatif dalam praktek dan doktrin mereka.”

Selamatkan bumi

Grim mengatakan pengaruh Paus Fransisikus sangat signifikan dan diakui oleh sejumlah agama lain dan pemimpin dunia.

Dalam homili pelantikannya, Paus Fransiskus menekankan bahwa orang harus melindungi bumi.

“Marilah kita menjadi ‘pelindung’ ciptaan, pelindung rencana Allah yang tertulis di alam, pelindung satu sama lain dan lingkungan. Marilah kita tidak membiarkan kerusakan, kehancuran dan kematian mengiringi kemajuan dunia ini!” katanya.

Dalam bukunya “On Heaven and Earth”, ketika ia masih Uskup Agung Buenos Aires, Argentina, katanya, manusia kadang-kadang kehilangan rasa hormat terhadap alam. “Kemudian timbul masalah ekologi, seperti pemanasan global.”

Gereja Inggris mengatakan pihaknya sedang berupaya mengurangi emisi karbon sebesar 42 persen tahun 2020 dan 80 persen tahun 2050, yang sangat beragam penggunaan energi di 16.000 gedung.

“Sejumlah gereja sepanjang minggu menggunakan hanya satu bola lampu,” kata David Shreeve, penasihat lingkungan kepada Dewan Uskup Agung.

Ia mengatakan agama lain kini disarankan untuk mengurangi emisi karbon.

Sejumlah umat beriman menyatakan bahwa panel surya dapat merusak bangunan bersejarah. Beberapa katedral, seperti Gereja Katolik Santo Stefanus di Wina memiliki pola yang rumit di atapnya.

Katedral Bradford, yang merupakan gedung tertua yang didirikan tahun 1458, memasang panel surya sejak tahun 2011 dan mengatakan itu adalah katedral pertama di Inggris – dan mungkin di dunia – untuk menghasilkan listrik sendiri.

Di antara contoh-contoh lain, sebuah masjid yang direncanakan di Bursa, Turki barat, bertujuan untuk menggunakan panel surya dan memasang turbin angin sumbu vertikal – di sebuah menara.

Inisiatif  Go Green oleh para pemimpin agama dan kelompok-kelompok yang bukan merupakan hal yang baru.

Sinagoga Emanuel Yahudi di Lowell, Mass, memasang panel surya tahun 1978 dalam apa yang diyakini sebagai sistem tersebut pertama pada sebuah bangunan keagamaan di Amerika.
 
Dan Ortodoks Ekumenis Yunani Patriark Bartholomew, pemimpin spiritual Kristen Ortodoks di dunia, telah lama disebut “Green Patriark” untuk melindungi lingkungan, mengadakan konferensi tentang air, menulis ensiklik tahun 2012 mendesak pertobatan bagi “dosa kita dalam menghancurkan bumi.”

Santo Fransiskus telah lama menjadi inspirasi Go Green.

Dalam Deklarasi Assisi tahun 1986, Buddha, Kristen, Hindu, Yahudi dan para pemimpin Islam menyerukan orang untuk hidup dalam harmoni dengan alam. Baha’i, Jainisme dan Sikhisme kemudian menambahkan deklarasi mereka sendiri.

Takhta Suci

Vatikan memiliki kursi pengamat pada pertemuan PBB di antara 200 negara yang telah sepakat hingga akhir tahun 2015, untuk mencegah banjir, kekeringan dan naiknya permukaan laut.

Paus Fransiskus sendiri telah fokus pada perlindungan lingkungan.

Meningkatkan kesadaran lingkungan bisa menjadi langkah untuk memodernisasi Gereja.

“Bersama Paus Fransiskus ada harapan baru,” kata Pendeta Henrik Grape dari Gereja Swedia, yang juga anggota kelompok perubahan iklim dari World Council of Churches.

Sumber: The Jakarta Globe

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Para penderita kusta berjuang menghadapi penyakit dan diskriminasi
  2. Menteri Agama: Pemimpin bisa berasal dari kalangan mana pun
  3. Kardinal Kriengsak: 'Sekularisme' merupakan wajah setan
  4. Taiwan dikunjungi uskup tak diakui Vatikan, muncul spekulasi hubungan Sino-Vatikan
  5. Imam Yesuit India yang diculik di Afghanistan telah dibebaskan
  6. Presiden FABC memberi penghormatan kepada 21 orang Kristen yang dipenggal sebagai martir
  7. RUU Perlindungan Umat Beragama akan atur syarat agama
  8. Denominasi Gereja termasuk Katolik dukung Kongres X GAMKI
  9. Syafii Maarif: tingkatkan toleransi terhadap pemimpin beda keyakinan
  10. Konferensi Waligereja Filipina serukan doa dalam menanggapi tuduhan kudeta
  1. Para penderita kusta berjuang menghadapi penyakit dan diskriminasi
  2. Yesuit bantu film Hollywood tentang martir Jepang abad ke-17
  3. Tiongkok umumkan satu tahun moratorium tentang impor ukiran gading
  4. Tak terekam, perempuan Poso redamkan konflik Islam-Kristen
  5. Dua tahun: Paus Emeritus terlupakan melihat dirinya bukan sebagai bayangan
  6. Pastor membawa altar ke sawah dan kandang
  7. Mencintai Tuhan dan Sesama
  8. Taiwan dikunjungi uskup tak diakui Vatikan, muncul spekulasi hubungan Sino-Vatikan
  9. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  10. RUU Perlindungan Umat Beragama akan atur syarat agama
  1. Tokoh tokoh yang netral, mendamaikan, mendinginkan suasana, kita butuhkan... sek...
    Said on 2015-02-27 11:43:00
  2. Ya memang tidak mudah mempunyai jabatan dimana harus memimpin banyak golongan di...
    Said on 2015-02-27 11:27:00
  3. semangat pelayanan yang luar biasa, Tuhan memberkati karya Romo...
    Said maria warwanto on 2015-02-26 05:34:00
  4. Seorang Misioner sejati yang sangat langka pada zaman sekarang. Hidup Romo Caro...
    Said Sary on 2015-02-25 07:35:00
  5. Kalau boleh usul, sebaiknya praktek yang dilakukan di Aceh tetap di Aceh, jangan...
    Said on 2015-02-24 10:46:00
  6. Saya beranggapan ada side effect dari adanya hukuman mati (bukan efek jera). Di...
    Said on 2015-02-24 10:43:00
  7. Hari Valentine sesungguhnya adalah perayaan atau lebih tepatnya kenangan akan ke...
    Said jane on 2015-02-18 06:25:00
  8. Yang haram bukan hari nya valetine nya tapi manusia nya. Kalau cuma mikir nya ng...
    Said Guess on 2015-02-16 11:21:00
  9. Tentu semua negara harus berupaya yang semestinya; sebetulnya tiap pemerintah ya...
    Said on 2015-02-11 07:05:00
  10. Saya percaya ensiklik akan diterbitkan oleh Paus Fransiskus karena situasi yang...
    Said sr.yustina on 2015-02-08 08:42:00
UCAN India Books Online