UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Komnas HAM dan MA kawal proses persidangan kasus Cebongan

20/06/2013

Komnas HAM dan MA kawal proses persidangan kasus Cebongan thumbnail

 

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Mahkamah Agung (MA) mengawal proses persidangan kasus penyerangan dan penembakan empat orang tahanan di Lapas Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terjadi beberapa bulan silam, yang melibatkan 12 anggota Kopasus.

Persidangan kasus tersebut mulai  digelar hari ini di Pengadilan Militer II-11, Yogyakarta sekitar pukul 10.00.

Para tersangka sejak kemarin telah dipindahkan dari Markas Denpom IV/5 Semarang ke Denpom IV/2 Yogyakarta.

Dalam rangkaian persidangan ini akan dihadirkan 42 saksi yang terdiri dari 31 tahanan Lapas Cebongan dan 11 petugas Lapas.

Komnas HAM akan memantau proses persidangan dan memastikan proses persidangan bisa berjalan terbuka, independen, dan menciptakan rasa keadilan bagi semua pihak.

“Komnas HAM akan meminta dan membuat surat permohonan kepada Majelis Hakim untuk menggunakan hak memberikan pendapat dalam persidangan yang diatur dalam UU 39 tahun 1999,” tandas ¬†kata Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2013).

Sementara itu Mahkamah Agung (MA) telah menunjuk tiga hakim agung untuk memantau persidangan kasus penyerangan Lapas Cebongan.

Ketiga hakim agung yang ditunjuk memantau sidang kasus itu terdiri atas Ketua Kamar Peradilan Militer Mahkamah Agung Imron Anwari, Hakim Agung Gayus Lumbuun dan Hakim Agung Andi Abu Ayyub.

“Siang ini kami berangkat ke Yogya untuk memantau persidangan yang akan digelar besok (Kamis 20/6),” kata Hakim Agung Gayus Lumbuun di Jakarta, Rabu.

“Walaupun para terdakwa merupakan anggota TNI dan diadili di pengadilan militer, namun masyarakat dapat menyaksikan bahwa persidangannya akan transparan, adil, objektif, dan imparsial,” katanya.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kardinal Tagle: Jangan selektif dalam menyerukan penghormatan terhadap kehidupan
  2. Ribuan umat Katolik menghormati Bunda Maria, berdoa untuk kesehatan
  3. Jumlah orang hilang meningkat di Asia
  4. Pastor minta bantuan presiden menghentikan perusakan hutan
  5. Banyak warga menderita ISPA akibat asap di Kalimantan Barat
  6. Karyawan muda Katolik dari seluruh dunia berkumpul di Seoul
  7. Gereja Tiongkok sedang diracuni oleh campur tangan partai
  8. Pemerintah India akan memimpin delegasi ke Vatikan untuk kanonisasi Ibu Teresa
  9. Percetakan Katolik tertua itu masih menderu
  10. Bahaya intoleransi dan radikalisme pada generasi muda bangsa
  1. Hampir 100 tahun dan masih begitu bagus.. Tentu suatu kebanggaan ordo SVD. Waktu...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-30 14:07:21
  2. Amati kelakukan antar remaja saja, anak sekolah menengah yang dapat begitu kejam...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-30 13:55:19
  3. Semoga dibebaskan ya... + 10 salam Maria oleh setiap pembaca berita ini.....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-29 09:50:18
  4. Ada baiknya (sudah waktunya..) para pastor dan pegawai gereja belajar karate kah...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-28 19:52:15
  5. Baik juga ada gagasan mengajak masyarakat "bela negara" baru2 ini (entah inisiat...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-25 14:35:10
  6. Jarang kita dengar berita kebaikan dari suatu pemerintah.. ini salah satunya. L...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-22 11:22:02
  7. Orang mau menyumbang organ badan atau mata dsb. pantasnya tidak diminta, tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-16 14:53:44
  8. Tidak perlu dibaca - kalau dari keuskupan pasti hal hal yang baik......
    Said Jenny Marisa on 2016-08-15 13:23:14
  9. Memang ada orang yang terpanggil untuk "pembersihan" kebobrokan... Pikir2 lagi, ...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-14 19:25:14
  10. Jadi bukan terrorist.. itu lebih gawat....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-10 10:41:31
UCAN India Books Online