UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Pemerintah harus introspeksi dalam lindungi minoritas

20/06/2013

Pemerintah harus introspeksi dalam lindungi minoritas thumbnail

Azyumardi Azra

 

Pemerintah Indonesia harus bersedia menerima kenyataan bahwa hingga kini masih terjadi diskriminasi dalam melindungi masyarakat dari agama minoritas. Namun demikian penilaian yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat itu tidak bisa dianggap sebagai generalisasi.

Demikian diungkapkan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra dan Rektor UKI Raphy Uli Tobing, seperti dilansir metrotvnews.com.

Menurut Azyumardi, dalam beberapa hal, ada indikasi seperti yang dituding pemerintah AS. “Pemerintah terlihat gagal dalam melindungi minoritas di sejumlah daerah yang dikuasai mayoritas agama tertentu,” ujarnya.

Masyarakat minoritas, tambah Azyumardi, masih mengalami diskriminasi dan tekanan dari masyarakat mayoritas.

“Tidak hanya secara agama, mereka mengalami tekanan keamanan, sosial, dan budaya,” ujarnya.

Sedangkan menurut Raphy, penilaian pemerintah AS terhadap persoalan di Indonesia harus menjadi refleksi bagi pemerintah untuk memperbaiki diri. Apalagi selama ini, pemerintahan SBY terkesan tidak berusaha untuk mengatasi masalah diskriminasi tersebut.

“Yang herannya, sudah tidak terlihat usahanya, justru terlihat bangga mendapatkan penghargaan internasional. Ini sangat tidak layak,” tegasnya.

Namun demikian Raphy mengakui, diskriminasi tersebut tidak terjadi secara masif di republik ini. Secara konstitusi, negara sudah menjamin adanya keamanan bagi umat beragama.

“Hanya mungkin dalam pelaksanaannya belum dilakukan secara konsisten,” pungkasnya.

Romo Antonius Benny Susetyo mengatakan, tuduhan itu tidak terlepas dari sikap pemerintah yang dianggap kompromi dengan kelompok yang mengatasnamakan agama dan kesukuan.

Pemerintah juga tidak menindak pelaku kekerasan yang mengatasnamakan golongan. “Ini membuat pelaku seperti mendapat hak imunitas akibatnya hukum jadi tumpul,” ujar sekretaris eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Aktivis gereja dari Jepang dan Korea kunjungi lokasi nuklir
  2. Renungan Hari Minggu XXVII bersama Pastor Bill Grimm, MM
  3. Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang merayakan ulang tahun ke-25
  4. Ketua PGI menilai sikap intoleran merusak kesatuan bangsa
  5. Diplomat ini mengaku diintimidasi karena berbicara keras soal Papua
  6. Para mantan pastor di India meluncurkan ‘layanan sewa pastor’
  7. Catat! PKS janji akan membangun sebuah gereja di Flores
  8. Untuk mencegah terorisme, BNPT perkuat ‘Pesantren Bersinar’
  9. Kisah mantan teroris yang kini menjadi penabur damai
  10. Katolik Bangladesh refleksi tantangan kehidupan keluarga
  1. Hanya membingungkan saja.. tidak perlu ada "imam disewakan".....
    Said Jenny Marisa on 2016-09-30 11:49:58
  2. Sayang, dari sisi iman dia bukan tipe yang patut disegani. Dia memilih menjadi m...
    Said St.S.Tartono on 2016-09-29 08:56:46
  3. Nampaknya penduduk di Kalimantan lebih toleran......
    Said Jenny Marisa on 2016-09-23 09:07:47
  4. Kekejaman semakin banyak terjadi, apa sebabnya? Mengerikan membaca berita sekar...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-16 16:28:43
  5. Untuk mencegah umat di keuskupan mati karenanya, harus dipasang poster yang jela...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-13 13:45:12
  6. Semua aparat pemerintah daerah dan TNI POLRI di negri ini kehilangan tenaga..?...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:14:00
  7. Semua aparat pemerintah daerah,TNI POLRI yang bertugas di negri ini, kehilangan ...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:08:57
  8. Mengapa perempuan dibenci dan diperlakukan dengan kejam... Apakah laki laki itu ...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-12 12:16:03
  9. hebatttt sr Nia saudariku.....
    Said holiq on 2016-09-10 23:47:46
  10. Soal menghukum orang bukan urusan saya, tetapi toh tidak dapat diam saja. Menir...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-09 20:01:47
UCAN India Books Online