UCAN Indonesia Catholic Church News

Pluralisme terus terusik

20/06/2013

Pluralisme terus terusik thumbnail

Romo Franz Magnis Suseno SJ

 

Konflik sosial dan tindak kekerasan yang mengancam pluralisme terus terjadi di sejumlah daerah. Hal itu merupakan dampak kegaduhan politik dan sistem ekonomi yang tidak adil sehingga dengan mudah dimobilisasi demi kepentingan tertentu.

Hal itu disampaikan oleh Romo Franz Magnis Suseno SJ, Guru Besar Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, dalam acara bedah buku Ahmad Safii Maarif: Memoar Seorang Anak Kampung, yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Pontianak di Pontianak Convention Center (PCC), belum lama ini, seperti dilansir Kompas.

Selain Romo Magnis, pembicara lain Syafii Maarif, dan Dekan FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak, Dr Aswandi.

“Ketika persaingan ekonomi dan politik menguat, perasaan primordial muda dimobilisasi untuk berbagai kepentingan. Ini mengancam pluralisme yang selama ini dibangun di Indonesia,” ujar Romo Magnis.

Dia menilai Safii Maarif berkontribusi besar dalam menggalang pluralisme di Indonesia. Dalam masyarakat plural sangat perlu dikedepankan sikap saling percaya sehingga setiap kelompok tidak merasa terasing.

Pembawaan diri anggota kelompok yang provokatif bisa mengusik toleransi yang sudah dibangun berbagai kalangan masyarakat.

“Dari sisi agama, misalnya, apa yang kita anggap benar biarlah kita anggap sebagai kebenaran, tetapi jangan sekali-sekali memaksakan kebenaran menurut keyakinan kita itu kepada kelompok lain,” katanya.

Membangun dialog antar-golongan atau kelompok dalam masyarakat yang plural sangat dipengaruhi kulaitas pendidikan.

“Kedewasaan dialog lintas agama, golongan atau suku ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diperoleh seseorang. Ini tidak saja pendidikan formal, tetapi juga pendidikan karakter,” kata Maarif.

Maarif mengakui, awalnya dirinya merupakan salah seorang yang ingin mendorong Indonesia menjadi negara Islam. Namun setelah menempuh pendidikan di sejumlah tempat termasuk di luar negeri, keinginanannya itu perlahan-lahan hilang. Ia menyadari, Indonesia tidak akan menjadi rumah yang indah untuk semua golongan jika keinginan itu terwujud.

Aswandi menambahkan, kualitas pendidikan di Indonesia saat ini masih harus terus diperbaiki karena masih banyak kekurangan. Pendidikan di Indonesia belum menonjolkan pendidikan karakter.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Tiongkok berusia 89 tahun pimpin protes pembongkaran salib
  2. Ahok: Pertemuan lintas agama penting mengatasi prasangka buruk
  3. Polisi Filipina serang pengungsi di gereja
  4. Selama liburan Paus Fransiskus pilih bersantai di kediamannya
  5. Uskup, imam di Tiongkok bersatu menentang pembongkaran salib
  6. Gereja Katolik harus 'semakin berani bersuara' soal perubahan iklim: KWI
  7. Izin rehab gedung Gereja Alkitab Indonesia dibekukan
  8. BNN dan KWI jalin kerjasama penanggulangan narkoba
  9. Pemimpin Gereja sambut baik pembebasan pria Kristen terkait penghujatan
  10. Komunitas suku dominasi panggilan religius di Asia Selatan
  1. Pentahbisan uskup secara publik pertama di Tiongkok sejak 2012
  2. Kapolri minta Kapolda Papua yang baru dekati pastor dan pendeta
  3. Ensiklik Laudato Si’ mulai diterapkan di keuskupan India
  4. Mantan presiden India dikenang sebagai pemersatu semua agama
  5. Grasi pengguna narkoba jadi solusi kelebihan kapasitas penjara
  6. Pameran St. Yohanes Paulus pererat hubungan Katolik-Yahudi
  7. BNN dan KWI jalin kerjasama penanggulangan narkoba
  8. Uskup, imam di Tiongkok bersatu menentang pembongkaran salib
  9. Said Agil: Prinsip NU adalah melindungi hak minoritas
  10. Aktivis lingkungan kecewa dengan pidato kenegaraan Presiden Aquino
  1. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  2. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  3. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
  4. Papua itu besar, jauh di perbatasan, kurang peminat yang mau berdedikasi di desa...
    Said on 2015-07-25 08:01:00
  5. Yang salah ya salah dan harus masuk penjara. Jangan anggap enteng percikan api ....
    Said on 2015-07-24 08:25:00
  6. Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kew...
    Said on 2015-07-24 08:16:00
  7. Kalau masyarakat mau mengatur seenaknya, untuk apa ada bupati, DPRD dsb.? Merek...
    Said on 2015-07-24 08:04:00
  8. Benar, harus tertib pada aturan dan tata kota. Semoga dimengerti sebelum ditind...
    Said on 2015-07-24 07:49:00
  9. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  10. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
UCAN India Books Online