UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Directory | A service of UCA News

KWI, Muhammadiyah tolak RUU Ormas dan bersama 98 Ormas akan ajukan uji materi bila disahkan

24/06/2013

KWI, Muhammadiyah tolak RUU Ormas dan bersama 98 Ormas akan ajukan uji materi bila disahkan thumbnail

Din Syamsuddin (kiri) dan Romo Antonius Benny Susetyo (kanan)

 

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Muhammadiyah tolak RUU Ormas serta bersama 98 organisasi massa (Ormas) akan  melakukan uji materi (Judicial Review) ke Mahkamah Konstitusi jika RUU tersebut disahkan pada Sidang Paripurna Selasa (25/6/2013).

KWI tetap menolak RUU Ormas meskipun DPR akan membawa rancangan tersebut ke rapat paripurna, kata Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Romo Antonius Benny Susetyo.

“Kita akan bawa ke MK, diwakili 98 Ormas yang dikoordinir oleh Pak Din Syamsuddin,” kata Romo Benny di Wahid Institute, Jakarta, Minggu (23/6/2013).

“Kami menolak RUU Ormas karena masih penuh masalah, yakni ketidakjelasan definisi Ormas dan ruang lingkup yang terlalu luas,” kata Romo Benny.

Pihaknya menilai rumusan RUU Ormas menyimpan kepentingan tertentu guna memperlemah posisi Ormas sebagai salah satu pilar demokrasi.

“Ada kepentingan tersembunyi di balik rumusan Undang-Undang Ormas, yang sengaja memperlemah posisi Ormas sebagai pilar demokrasi,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menilai sebagian besar pasal perubahan dalam RUU Ormas tersebut masih kabur sehingga dapat memicu multi-tafsir dalam penerapannya.

Otoritas pendaftaran Ormas juga masih belum jelas, apakah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atau Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Menurut Romo Benny, pihaknya hanya sekali diundang untuk berdialog mengenai rumusan UU tersebut. “Masukan dari KWI hanya ditampung, tetapi realitasnya tidak mengubah isi,” tambahnya.

Ia juga menilai RUU Ormas multitafsir karena definisinya terlalu luas dan mengatur segalanya tanpa ada batas.

“Itu bahaya intervensi negara, akan mengancam media massa karena akan hilang daya kritis, media massa tidak bisa menyalurkan dana publik karena diatur penguasa,” kata Romo Benny.

Dengan adanya RUU tersebut, kata Romo Benny, paradigma Ormas dimarginalkan karena dibentuk untuk diawasi. “Tidak mampu berkembang, Ormas tidak mampu lagi ada daya kritis, gaya Orde Baru, Ormas bermasalah tapi sanksi enggak ada,” tuturnya

Sementara itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan pihaknya tetap menolak RUU itu meskipun DPR akan membawa RUU tersebut pada rapat paripurna 25 Juni, kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

“PP Muhammadiyah tetap menolak RUU Ormas. Kami masih melihat kerancuan nalar dan kesalahan asumsi dasar, kekeliruan paradigmatik tentang relasi Negara dengan masyarakat madani di RUU tersebut,” kata Din dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta.

Dia menjelaskan pertemuan antara delegasi RUU Ormas dengan perwakilan PP Muhammadiyah, pada 21 Juni, belum mencapai titik temu dalam hal persamaan pandangan.

Sumber: tribunnews.com, antaranews.com

Foto: viva.co

  • raksaka dharma

    ya semuanya harus terkontrol dan tahu diri,karena kalau tidak terkontrol dan tahu diri akan menjadi KEBABLASAN…pemerintah lagi yang disalahkan…maunya apa sih

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Seorang pastor klaim terima SMS dari setan
  2. Paus Fransiskus akan makan siang bersama dengan 20 orang muda Katolik Asia
  3. Jokowi-JK diingatkan soal kelompok a-nasional
  4. Lebaran, para biarawati bersilaturahim dengan Jokowi
  5. Puluhan orang cedera dalam upaya menghentikan pembongkaran gereja
  6. Komnas HAM kirim tim ke lokasi penembakan terhadap polisi
  7. Kebebasan beragama harus menjadi prioritas presiden terpilih Jokowi
  8. Paus Fransiskus: Gosip, marah, gusar akibat selibat tidak berbuah
  9. Komunitas Sant’Egidio refleksikan pelayanan mereka bersama uskup, imam dan suster
  10. Renungan hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  1. Pasca Pilpres: Umat Kristiani Terbelah
  2. Dari Paus Fransiskus: 10 tips untuk perdamaian dan kebahagiaan
  3. Polisi dinilai lalai cegah peredaran video WNI ISIS
  4. Menteri Agama ingin semua agama dilayani negara
  5. Prancis memberikan suaka kepada orang-orang Kristen Irak
  6. Komnas HAM kirim tim ke lokasi penembakan terhadap polisi
  7. Paus Fransiskus ucapkan Selamat Idul Fitri
  8. Pilpres tak boleh mengoyak persaudaraan nasional
  9. Paus Fransiskus: Gosip, marah, gusar akibat selibat tidak berbuah
  10. Seorang pastor klaim terima SMS dari setan
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online