UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Lembaga rehabilitasi narkoba di Indonesia masih minim

24/06/2013

Lembaga rehabilitasi narkoba di Indonesia masih minim thumbnail

 

Jumlah lembaga rehabilitasi sosial untuk pengguna narkoba di Indonesia masih minim dan tidak sebanding dengan jumlah pengguna yang terdata sebanyak empat juta orang.

“Kita punya 40 lembaga rehabilitasi dan dari empat juta pengguna, baru sekitar 6.000 yang direhabilitasi,” kata Sekjen Kementerian Sosial Toto Utomo Budi Santosa di Jakarta, Minggu.

Hal itu dikatakan Toto pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2013 di Gelora Bung Karno yang disertai deklarasi Gerakan Ayo Perangi Narkoba yang diikuti 250 elemen sipil.

Lebih lanjut Toto mengatakan, keberadaan lembaga rehabilitasi diperlukan dalam kaitan dekriminalisasi yaitu proses menghilangkan tindak pidana bagi pengguna narkoba dan diberlakukan rehabilitasi.

Ia menyebutkan saat ini lembaga rehabilitasi yang ada yakni dua unit milik pemerintah pusat, lima milik pemda dan 33 unit milik masyarakat.

“Ini menjadi indikasi yang baik kalau institusi dibangun masyarakat karena pemerintah tidak mampu menangani ini sendiri,” tambah Toto.

Memerangi narkoba merupakan tugas bersama, kata Toto seraya menambahkan jumlah penggunan narkoba setiap tahun meningkat dan muncul berbagai narkoba jenis baru.

SBY akan hadiri puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2013 di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/6).

Peringatan bertema “Global Action For Healthy Communities Without Drugs” atau “Aksi Global untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Tanpa Narkoba” akan dihadiri jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, para penggiat antinarkoba, dan kalangan perguruan tinggi.

Pada 26 Juni 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mencanangkan program “Indonesia Negeri Bebas Narkoba” dengan menerbitkan Inpres Nomor 12 Tahun 2011.

Sebelumnya, Ketua Panitia Peringatan HANI 2013 Jusuf Rizal mengungkapkan, dibutuhkan sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk memberantas penggunaan narkoba di Tanah Air.

Saat ini, jumlah pecandu narkoba telah mencapai angka yang mengkhawatirkan yaitu sebesar 4,4 juta jiwa. Para pecandu narkoba selain berasal dari kalangan generasi muda, juga tela menyentuh para eksekutif, legislatif, yudikatif (TNI, Polisi dan Jaksa), pilot, dan profesi lainnya.

Sementara itu, hasil survei Badan Nasional Narkotika (BNN) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI) pada 2011 menyatakan, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba nasional adalah 2,2% atau sebanyak 3,8 juta jiwa dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia.

Diperkirakan, pada tahun 2015 mendatang angka pravalensi itu akan meningkat menjadi 2,8% atau 5,1 juta jiwa jika seluruh komponen bangsa tidak melakukan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan komprehensif.

Sumber: antaranews.com, beritasatu.com

Foto: swaramanadonews.com

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Budi gelar konser amal untuk pembangunan pusat pastoral
  2. Umat Kristiani India mengungkapkan keterkejutan terkait serangan gereja
  3. Paus desak dunia bertindak menyusul tragedi Mediterania
  4. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  5. Politisi Hong Kong berkomentar 'rasis' terhadap PRT
  6. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  7. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  8. Para uskup Filipina minta KWI membantu Mary Jane
  9. Ribuan umat Katolik Medan doakan kelancaran KAA
  10. 150 tahun kedatangan misionaris ke Tiongkok dirayakan di Belgia
  1. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  2. NIIS dan Janji Surga
  3. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  4. Renungan Hari Minggu Paskah IV bersama Pastor Bill Grimm
  5. RUU kontroversial Myanmar akan berdampak buruk bagi perempuan dan minoritas
  6. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  7. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  8. Asia-Afrika nyatakan perang terhadap narkoba
  9. Jaksa agung diminta sidik pelanggaran HAM berat
  10. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online