UCAN Indonesia Catholic Church News
Happy Easter to all

Pendeta tipu jemaat ratusan juta ditangkap di Jakarta

25/06/2013

Pendeta tipu jemaat ratusan juta ditangkap di Jakarta thumbnail

 

Aparat Polda Metro Jaya telah menangkap Ruddy alias Yohanes Wijaya alias Ruddy S Hadiwardojo, seorang pendeta yang diduga telah menipu dan menggelapkan uang ratusan juta rupiah milik jemaat dengan dalih untuk biaya pembangunan tempat ibadah di Semarang, Jawa Tengah.

“Tersangka meminjam dan meminta uang untuk keperluan renovasi gereja, namun dananya digunakan untuk kepentingan pribadi,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Daniel Bolly Tifaona di Jakarta, seperti dilansir antaranews.com.

Bolly mengatakan salah satu korban bernama Sari Putra Yosef melalui pengacaranya, Massayu Doni Kertopati, melaporkan tindak penggelapan dan penipuan senilai Rp 400 juta yang diduga dilakukan tersangka Ruddy.

Bolly menjelaskan, awalnya Ruddy yang merupakan teman Yosef semasa duduk di bangku SMP, meminjam uang sebesar Rp 400 juta untuk keperluan pembangunan gereja tahun 2010.

Selain Yosef, Ruddy juga meminta bantuan sejumlah dana untuk pembangunan tempat ibadah tersebut kepada beberapa jamaah lainnya.

“Setelah menerima uang, tersangka melarikan diri, tanpa ada hasil dari pembangunan gereja,” ujar Bolly.

Usai mendapatkan laporan dari korban, polisi menyelidiki dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Ruddy, bahkan tersangka dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak April 2013.

Ruddy ditangkap di sebuah rumah kontrakan di daerah Pedurenan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (11/6) sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat digeledah, petugas menemukan delapan lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu milik Ruddy dengan nama dan alamat berbeda, namun foto yang sama dan delapan buku rekening bank dengan nama yang berbeda.

“Tersangka menggunakan KTP untuk membuat rekening bank,” ujar Bolly seraya menambahkan Ruddy mengaku membuat KTP palsu di sebuah percetakan daerah Matraman, Jakarta Timur.

Bolly menambahkan, uang dari hasil penipuan digunakan tersangka untuk keperluan pribadi dan bermain judi di Singapura.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat jangan mudah percaya terhadap rayuan seseorang yang meminjam ataupun meminta bantuan untuk membangun tempat ibadah.

Bolly menegaskan polisi akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), guna menyelidiki transaksi jumlah uang pada rekening tersangka.

Berdasarkan penelusuran, jumlah uang yang masuk melalui delapan rekening tersangka Ruddy mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Sementara pengacara Sari Putra Yosef, Massayu Donie Kertopati menyatakan tersangka meminjam uang sebesar Rp 400 juta dengan dua kali penyerahan.

“Tersangka menjaminkan dua lembar cek kosong dengan jatuh tempo tiga tahun,” ungkap Donie.

Saat jatuh tempo, Donie mengungkapkan dua lembar cek yang dijaminkan tersangka, ternyata tidak bisa dicairkan karena rekeningnya sudah ditutup dan dananya tidak mencukupi.

Tersangka dikenakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen juncto Pasal 378 KUHP tentang penipuan juncto Pasal 374 KUHP tentang penggelapan, serta Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman penjara lebih dari 10 tahun.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kemajuan sosial di Indonesia kala perempuan menerima penghargaan
  2. Presiden SBY dinilai kurang mampu menjaga keberagaman
  3. Pesan 'Urbi et Orbi' Paus Fransiskus pada Hari Raya Paskah 2014
  4. Ribuan umat Islam hadiri deklarasi anti-Syiah di Bandung
  5. “Keselamatan akan segera datang kepada saya," tulis Asia Bibi dari balik jeruji besi
  6. Tim delapan kardinal mulai membahas lagi reformasi
  7. Presiden ucapkan selamat Paskah
  8. Pria Kristen dibunuh karena tolak masuk Islam
  9. Komnas HAM: Aliansi tak berhak larang ajaran Syiah
  10. Umat Katolik Papua Nugini menghormati misionaris pertama
  1. Kemajuan sosial di Indonesia kala perempuan menerima penghargaan
  2. Pria Kristen dibunuh karena tolak masuk Islam
  3. Penerapan Hukum Syariah di Brunei mengancam orang Kristen
  4. Uskup pimpin Misa Paskah bersama penderita kusta
  5. Pertanyaan muncul terkait kanonisasi yang cepat terhadap dua Paus
  6. Presiden SBY dinilai kurang mampu menjaga keberagaman
  7. NGO desak hukuman lebih berat untuk pelaku kejahatan seksual terhadap anak
  8. Umat Katolik Papua Nugini menghormati misionaris pertama
  9. Hari Bumi, pemuka agama jadi kunci pelestarian lingkungan
  10. Imam anti-nuklir berjuang jadi anggota parlemen
  1. hmmm..semoga saja isa di tata dengan baik oleh pengurus dengan di bantu pemerint...
    Said kornelius,.. on 2014-04-19 09:49:00
  2. Setuju Romo....rakyat butuh media untuk bisa benar-benar mengenal calon presiden...
    Said Fransisca Ninin Nilamsari on 2014-04-17 19:59:00
  3. Ternyata anak2 ke sekolah tetap harus dijaga orang tua atau utusannya. Sekolah,...
    Said on 2014-04-17 08:02:00
  4. Niat baik dan bersahabat patut disambut baik dan dihargai. Mengapa tidak disebu...
    Said on 2014-04-17 07:45:00
  5. Setuju Romo, kita membutuhkan Pemimpin yang sungguh-sungguh memiliki komitmen un...
    Said Wahyu Handoko Yulianto on 2014-04-17 06:50:00
  6. Terima kasih Mgr. Koo. Kisah hidup yang menjadi inspirasi bagi kami utk memperta...
    Said corry on 2014-04-10 12:42:00
  7. Ria: sy jg geram dengan tindakan mantan pastor ini, yg akhirnya membuat nama Ger...
    Said corry on 2014-04-10 12:27:00
  8. Dimana2 orang Kristen dianiaya, dikambinghitamkan dgn alasan ini itu yg tdk terb...
    Said Corry on 2014-04-10 11:48:00
  9. Aneh negeri ini jg presiden odong2. Ini bukan negara muslim, shg seenaknya mener...
    Said Corry on 2014-04-10 11:41:00
  10. Metode blusukan memang telah dilakukan oleh Yesus dan juga para nabi, sehingga p...
    Said Hadrianus Wardjito on 2014-04-07 20:47:00
UCAN India Books Online