UCAN Indonesia Catholic Church News

Kerukunan antarumat beragama jangan cuma di elite

27/06/2013

Kerukunan antarumat beragama jangan cuma di elite thumbnail

Ilustrasi

 

Program pengembangan wawasan multikultural jangan terjebak pada program rutinitas dan seremoni semata, namun harus berdampak luas pada pencerahan bangsa dan umat di seluruh lini kehidupan.

“Kami berharap aktivitas ini tidak berhenti pada pengembangan wacana semata, namun harus terinternalisasi pada interaksi kehidupan ummat beragama,” kata Pengurus PP Muhammadiyah Bidang Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Nadjamuddin Ramly pada diskusi Pengembangan Wawasan Multikultural Sebagai Landasan Penguat Semangat Kebersamaan yang diselenggarakan Puslitbang Keagaaman dan Badan Litbang Kemenag di Jakarta, Rabu (26/6).

Menurut Nadjamuddin, para tokoh dan umat beragama jangan hanya rukun dan harmoni di antara kalangan elite karena saat ini kompleksitas masalah kemasyarakatan dan keagamaan semakin dinamis terutama pada masyarakat di akar rumput yang kerap terjadi konflik.

“Sejatinya program pendidikan multikultural harus juga diiringi dengan program pemberdayaan ekonomi, keterampilan, jembatan budaya lokal, sehingga kerukunan sungguh-sungguh menjadi hakiki,” tegas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu, seperti dilansir metrotvnews.com.

Sehingga, menurut dia, forum itu jangan cuma berbicara nilai-nilai universal agama, namun di lapangan praktik itu tidak ditemukan, bahkan bertolak belakang dengan nilai universal keagamaan. “Jadi, jangan ada dusta di antara tokoh umat beragama,” ucapnya.

Mantan Ketua DPP KNPI ini juga meminta kalangan pelaksana pejabat dan staf Kemenag tidak terjebak pada program semata dalam masalah kemasyarakatan dan keagamaan. Ia mengimbau jajaran Kemenag dapat membuat program yang mengakar rumput di masyarakat tidak sekadar sebagai pelaksana birokrasi administrasi dalam menangani masalah kemasyarakatan dan keagamaan yang makin kompleks dewasa ini.

“Pada persoalan harmoni kehidupan bangsa Kemenag harus berada pada garda terdepan. Itu tugas utamanya, bukan saja selalu terkesan menangani persoalan haji semata,” ucapnya.

Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang Kemenag Nur Kholis menyatakan, dalam merawat kerukunan umat beragama diperlukan upaya serius semua pihak, mengingat masalah kerukunan bersifat dinamis.

Dia menambahkan, kemajemukan bangsa Indonesia dalam berbagai suku bangsa dan agama serta bahasa membutuhkan perawatan. “Indonesia yang majemuk dan pluralistik ini membutuhkan perawatan dengan rasa cinta bukan dengan paksaan,” pungkasnya.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pengadilan Pakistan tunda eksekusi mati wanita Katolik ini
  2. Mengenakan kerudung dan salib, biarawati ini dilarang ikut ujian
  3. Umat Katolik diminta ambil bagian dalam reformasi Paus Fransiskus
  4. Lembaga kemanusiaan kecam pemblokiran bantuan untuk pengungsi
  5. Tantangan dan masa depan kaum religius di Asia Tenggara
  6. Sekularisme, kemajuan teknologi pengaruhi panggilan religius di Asia Timur
  7. Uskup Tiongkok berusia 89 tahun pimpin protes pembongkaran salib
  8. Kardinal Myanmar kritik pemerintah sebagai pelindung kapitalisme
  9. Uskup: Kunjungan Paus ke Korea Selatan masih berdampak
  10. Presiden: Toleransi penting bagi bangsa yang majemuk
  1. RIP, Uskup Emeritus Prajasuta MSF wafat hari ini
  2. Gereja Katolik harus ‘semakin berani bersuara’ soal perubahan iklim: KWI
  3. Selama liburan Paus Fransiskus pilih bersantai di kediamannya
  4. Mengenakan kerudung dan salib, biarawati ini dilarang ikut ujian
  5. Lembaga kemanusiaan kecam pemblokiran bantuan untuk pengungsi
  6. Izin rehab gedung Gereja Alkitab Indonesia dibekukan
  7. Tidak ada tempat bagi radikalisme di Indonesia
  8. Mengenang ‘Juli Kelabu’ aktivis Sri Lanka desak hapus rasisme
  9. Polisi Filipina serang pengungsi di gereja
  10. Ahok: Pertemuan lintas agama penting mengatasi prasangka buruk
  1. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
  2. Papua itu besar, jauh di perbatasan, kurang peminat yang mau berdedikasi di desa...
    Said on 2015-07-25 08:01:00
  3. Yang salah ya salah dan harus masuk penjara. Jangan anggap enteng percikan api ....
    Said on 2015-07-24 08:25:00
  4. Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kew...
    Said on 2015-07-24 08:16:00
  5. Kalau masyarakat mau mengatur seenaknya, untuk apa ada bupati, DPRD dsb.? Merek...
    Said on 2015-07-24 08:04:00
  6. Benar, harus tertib pada aturan dan tata kota. Semoga dimengerti sebelum ditind...
    Said on 2015-07-24 07:49:00
  7. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  8. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  9. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  10. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
UCAN India Books Online