UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pemimpin al-Qaeda Indonesia divonis 10 tahun penjara

Juni 27, 2013

Pemimpin al-Qaeda Indonesia divonis 10 tahun penjara

Serangan bom ke Restoran Ritz Carlton tahun 2009

 

Pengadilan pada Kamis menghukum pemimpin Al-Qaeda Indonesia, Badri Hortono, alias Toni, divonis 10 tahun penjara karena mendalangi serangkaian ledakan bom termasuk serangan bom tahun 2009 yang menargetkan sebuah hotel berbintang di Jakarta.

Vonis itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa sebelumnya yaitu 14 tahun penjara. Setelah menerima hukuman lebih ringan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, kuasa hukum Badri mengatakan mereka tidak akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Ketua Majelis Hakim Musa Atif Aini mengatakan bahwa dalam perencanaan serangan tahun 2009, Badri telah bekerja sama dengan Noordin M. Top, teroris kelahiran Malaysia yang ditembak mati oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) tahun 2009.

“Peran Badri adalah untuk memberikan bantuan dana dan tempat persembunyian Noordin, serta menyediakan kebutuhan sehari-hari,” katanya saat membacakan putusan.

Sembilan orang tewas dan 53 cedera – kebanyakan warga asing – ketika bom menghantam Hotel JW Marriott dan Restoran Ritz Carlton di Jakarta pada Juli 2009.

Badri, 45, juga berada di belakang serangan bom di sebuah gereja di Jawa Tengah pada September 2011 dan satu lagi di sebuah kantor polisi di Jawa Barat pada April 2010 dengan tujuan menarik perhatian dari sebuah kamp pelatihan teroris di Poso di Sulawesi bagian timur laut.

Densus 88 menangkap Badri di sebuah jalan dekat rumahnya di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, pada 22 September 2012. Sembilan teroris lainnya yang juga terlibat dalam serangkaian serangan di seluruh tanah air juga diciduk menyusul penangkapannya. Bom rakitan ditemukan di rumahnya di Solo, Jawa Tengah saat penggerebekan.

Pakar terorisme Wawan Purwanto mengatakan bahwa Badri telah berperan penting dalam merekrut orang untuk masuk Jemaah Islamiyah, sayap al-Qaeda Asia.

“Pola yang berlaku memungkinkan munculnya teroris baru setelah penangkapan atau ditahan di balik jeruji besi,” katanya.

Ratusan teroris terkait dengan Badri telah menghindari pengejaran polisi di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Nusa Tenggara, tambah Purwanto.

Sumber: Indonesia’s al-Qaeda chief gets 10 years

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi