UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Ginjal dijual demi ambil ijazah anak

28/06/2013

Ginjal dijual demi ambil ijazah anak thumbnail

Sugiyanto (kiri), bersama anaknya, Sarah, membawa poster yang memberi informasi menjual ginjalnya di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (26/6).

 

Sugianto (45), yang bekerja sebagai tukang jahit keliling ini nekat menjual satu ginjalnya demi menebus biaya ijazah sang anak yang ditahan pihak pesantren. Aksi menjual ginjalnya ini dilakukan Sugiarto sekitar pukul 10.00 WIB di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (26/6), ditemani putrinya, Sarah Melanda Ayu (19).

Ayah lima anak ini menuturkan, ia nekat menjual ginjal lantaran lelah mencari jalan keluar guna menebus ijazah anaknya yang ditahan Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman di Desa Waru, Parung Bogor, Jawa Barat sebesar Rp 70 juta. Sugiarto menyayangkan pihak sekolah yang menahan ijazah anaknya dari SMP hingga SMA.

“Saya disuruh bayar Rp 70 juta yang di antaranya penebusan ijazah SMP Rp 7 juta dan SMA Rp 10 juta serta biaya per hari kehidupan anak saya di pesantren sebesar Rp 20.000 selama tujuh tahun,” ungkap Sugiarto seperti dilansir shnews.com.

Sugiarto menambahkan, ketika anaknya masuk SMP tahun 2005, sebenarnya dalam perjanjian tidak ada pungutan biaya sama sekali. Namun, kenyataanya setelah pemimpin pesantren Habib Segaff meninggal tahun 2010 karena sakit, peraturan di pesantren itu berubah drastis.

“Karena peraturan pesantren sudah berubah drastis sejak pemimpin pesantren meninggal dan diteruskan sang istri Umi Wahedah, pesantren semakin tidak jelas. Saya terkadang satu minggu sekali baru bisa datang ke Bogor untuk menemui istri almarhum sebagai pemimpin pesantren, namun tidak pernah ada di lokasi. Padahal untuk datang ke Bogor, saya harus bekerja dua minggu secara maraton menjadi tukang jahit keliling,” keluh lelaki yang tinggal di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat ini.

Sebelum memutuskan menjual ginjal, Sugiarto sudah berusaha ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Komnas HAM. Namun, semuanya gagal. Terlebih saat datang ke Kemendikbud, ia merasa mereka tutup mata atas kejadian yang dialami putri keduanya yang lulus SMA tahun lalu itu.

Sarah mengaku sedih lantaran ayahnya berniat menjual satu ginjalnya. “Ayah sudah benar-benar nekat merelakan ginjalnya dijual. Besok (hari ini) saya sama Ayah akan ke Jakarta untuk mencari orang yang mau membeli,” katanya sambil menangis.

Mimpi Sarah untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah terancam batal jika ijazah SMP hingga SMA belum kunjung diberikan oleh pesantren.

Bantah tahan ijazah

Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman membantah adanya penahanan ijazah santri yang sudah menyelesaikan pendidikannya, termasuk santri yang ingin keluar dari lingkungan pesantren.

Menurut Humas Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Ustaz Saefuddin, yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/6), mereka tidak pernah menahan ijazah santri atau siswa.

Ia mengaku, selama ini pihaknya belum pernah bertemu keluarga Sarah untuk mengambil ijazah. “Sesuai prosedur di sini, setiap santri atau siswa yang hendak mengambil ijazah harus melalui saya,” jelas Saefuddin.

Menurutnya, humas yang akan mengantarkan siswa atau keluarga ke bagian terkait di dalam pondok pesantren. “Jadi, saya belum pernah bertemu keluarga Sarah Melanda Ayu.”

 

  • andy purnama

    Jadi…mana yang benar nih…kalau berdusta apalagi menzalimi seseorang DOSA lho….

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  2. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  3. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  4. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  5. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  6. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  7. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  8. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  9. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  10. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  4. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  5. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  6. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  7. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  8. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  9. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  10. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online