UCAN Indonesia Catholic Church News
Happy Easter to all

Gereja Katolik di perbatasan bisa jadi sarana penginjilan bagi warga Korea Utara

02/07/2013

Gereja Katolik di perbatasan bisa jadi sarana  penginjilan bagi warga Korea Utara thumbnail

 

Ketika gereja Katolik di Jinsadong, kota Sinijiu, Korea Utara, yang terletak di perbatasan dengan Cina, dibom dan dihancurkan dalam Perang Korea, semestinya gereja itu telah punah, demikian juga kapel biara para rahib Benediktin di Tokwon, sebelah barat negara itu.

Ketika Kim Il-sung memperketat pemerintahannya di semenanjung Korea bagian utara menyusul berakhirnya perang tahun 1953, semua agama meninggalkan kawasan ini dan gereja-gereja tidak pernah dibangun kembali, karena tidak boleh berada di Zona Demiliterisasi (DMZ).

Namun Selasa lalu, peringatan 63 tahun pecahnya Perang Korea, Gereja Katolik Korea Selatan meresmikan Gereja Pertobatan dan Pendamaian di Paju hanya 20 kilometer sebelah selatan di Desa Panmunjom, dekat DMZ.

Eksterior gereja baru ini berdasarkan pada desain gereja di Jinsadong, sementara interior didesain sesuai kapel biara para Rahib Benediktin.

“Desain ini bertujuan untuk mengenang umat Katolik bahwa Gereja di Korea Selatan masih ingat mereka di Korea Utara,” kata Pastor Jerome Chang Keung-sun yang merancang gereja di Paju tersebut.

Baginya, gereja di Jinsadong yang telah lama hancur memiliki makna khusus. Ayahnya dibaptis di sana tahun 1930-an ketika semenanjung Korea itu terbagi, meskipun di bawah kekuasaan kekaisaran Jepang.

Selama periode itu Ordo Maryknoll (MM) yang berbasis di AS fokus pada kawasan timur laut Asia, terutama di Cina dan Korea, karena itu pihaknya membangun puluhan gereja termasuk di Jinsadong dan di Tokwon.

Tahun 2003, Pastor Chang berangkat ke pusat Maryknoll di New York untuk mencari dokumen-dokumen yang akan membantunya membangun kembali dua gereja di selatan ini yang berbatasan dengan Korea Utara.

Untungnya, ia menemukan sejumlah foto dan ia mulai membuat desain gereja baru di Paju itu.

“Ini menunjukkan bahwa gereja-gereja di Korea Utara tak pernah hilang,” katanya, seraya menambahkan ini saat yang tepat untuk bekerja pada proyek tersebut.

Tiga tahun sebelumnya, pemimpin Korea Utara saat itu Kim Jong-il dan Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung mengadakan pertemuan bersama di Pyongyang yang membuka jalan bagi apa yang dikenal sebagai Seoul’s ‘Sunshine Policy.’

Kementerian Unifikasi di selatan memberikan subsidi untuk membangun gereja di Paju tersebut dan konstruksi ditangani oleh Keuskupan Agung Seoul.

Dengan foto-foto yang diambil dari New York, Pastor Chang, seorang ahli dalam ikon-ikon religius itu, membuat sketsa interior kapel di Tokwon dan mengusulkan bahwa Mansudae Art Studio di Pyongyang bekerja sama terkait desain ini.

Sebuah gedung besar di pusat distrik Pyongchon, Pyongyang dekat sungai utama Taedong, Mansudae melakukan “pendamping khusus” ketika itu masih di bawah diktator Kim Jong-il.

Tapi, setelah menyampaikan undangan lain melalui perantaraan Korea-Cina, Korea Utara akhirnya setuju untuk mengizinkan beberapa seniman Mansudae untuk melakukan pekerjaan di kota perbatasan Dandong, Cina, sebelah Sinijiu tahun 2004.

“Para seniman Korea Utara bekerja di sebuah sasana yang dipinjam  Cina selama 40 hari,” kata Pastor Chang yang tidak diizinkan melakukan kontak dengan kelompok itu karena instruksi ketat dari Utara. “Sementara mereka bekerja, saya mengawasi proses pembangunan tersebut dengan menerima foto-foto melalui internet.”

Mosaik gereja dibangun berdasarkan kapel Tokwon termasuk gambar Yesus di tengahnya yang diapit oleh delapan dari 103 martir Korea yang telah dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II di Seoul tahun 1984.

Di antara mereka, St. Peter You Jeong-yul berasal dari Pyongyang, St. Barbara Ko Soon-I dan St. Alex Wu Sae-young berasal dari Provinsi Hwanghae-do di Utara.

Tidak diketahui apakah seniman Korea Utara yang membuat gambar-gambar ini.

Keadaan kekristenan di utara dekat DMZ tidak diketahui. Menurut beberapa teori, pemimpin Korea Utara pertama Kim Il-sung agama Kristen diberantas hingga 1960-an.

Tahun 2006, gereja di Paju akhirnya selesai dibangun setahun sebelum hubungan kedua negara mulai memburuk di bawah presiden baru Lee Myung-bak.

“Kini, hubungan kerjasama yang baik semacam ini antara seniman Korea Utara dan Korea Selatan akan tak terbayangkan. Namun, pada waktu itu … hubungan antara kedua Korea adalah baik. Sepertinya reunifikasi akan segera terjadi pada waktu itu,” kata Pastor Chang.

Sebuah pusat rekonsiliasi nasional yang berdekatan di Paju telah merencanakan gereja itu diselesaikan pada waktu yang sama, tapi situasi politik kurang mendukung. Pendanaan kurang akibat hubungan antara kedua Korea memburuk, akhirnya pemberkatan gereja itu ditunda selama tujuh tahun.

Tapi, ketika Keuskupan Uijeongbu mengambil alih Paju dari Seoul tahun ini, pihaknya memutuskan segera meresmikan gereja itu, dan bulan lalu gereja itu diberkati.

Pastor Timothy Lee Eun-hyung, pastor kepala gereja itu, mengatakan: “Saya berharap bahwa tempat ini digunakan untuk berdoa bagi reunifikasi dan penginjilan bagi warga Korea Utara.”

Sumber: New church near border brings Koreas closer

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Demi kebangsaan, ketua PBNU tolak koalisi partai Islam
  2. Apakah Paus Fransiskus membuka pintu bagi pria menikah menjadi imam?
  3. Mengapa sejumlah umat Katolik tidak suka Paus Fransiskus membasuh kaki?
  4. Para uskup ingatkan terkait ritual penyaliban
  5. Paus Fransiskus ajak umat untuk refleksi selama Pekan Suci
  6. Paus Yohanes Paulus II turut menjatuhkan komunisme
  7. 245 kasus intoleransi di Indonesia dalam setahun
  8. Pastor pembela hak Tamil masuk dalam daftar "teroris" oleh pemerintah
  9. Gereja Katolik masuki pekan suci
  10. Komisi Ahli Hukum Internasional kritik penerapan Syariah di Brunei
  1. 7 tewas akibat kapal tenggalam saat prosesi Semana Santa
  2. Mengapa sejumlah umat Katolik tidak suka Paus Fransiskus membasuh kaki?
  3. Polisi siap amankan gereja selama Tri Hari Suci
  4. Imam yang dibunuh di Suriah dipuji sebagai martir
  5. Rakyat yang Disalibkan
  6. Komnas HAM: Pemilu 2014 dikotori kejahatan demografi
  7. Para uskup ingatkan terkait ritual penyaliban
  8. Apakah Paus Fransiskus membuka pintu bagi pria menikah menjadi imam?
  9. GP Ansor terjunkan 300 personel amankan Paskah
  10. Asia Bibi merayakan Paskah di balik jeruji besi
  1. Ternyata anak2 ke sekolah tetap harus dijaga orang tua atau utusannya. Sekolah,...
    Said on 2014-04-17 08:02:00
  2. Niat baik dan bersahabat patut disambut baik dan dihargai. Mengapa tidak disebu...
    Said on 2014-04-17 07:45:00
  3. Setuju Romo, kita membutuhkan Pemimpin yang sungguh-sungguh memiliki komitmen un...
    Said Wahyu Handoko Yulianto on 2014-04-17 06:50:00
  4. Terima kasih Mgr. Koo. Kisah hidup yang menjadi inspirasi bagi kami utk memperta...
    Said corry on 2014-04-10 12:42:00
  5. Ria: sy jg geram dengan tindakan mantan pastor ini, yg akhirnya membuat nama Ger...
    Said corry on 2014-04-10 12:27:00
  6. Dimana2 orang Kristen dianiaya, dikambinghitamkan dgn alasan ini itu yg tdk terb...
    Said Corry on 2014-04-10 11:48:00
  7. Aneh negeri ini jg presiden odong2. Ini bukan negara muslim, shg seenaknya mener...
    Said Corry on 2014-04-10 11:41:00
  8. Metode blusukan memang telah dilakukan oleh Yesus dan juga para nabi, sehingga p...
    Said Hadrianus Wardjito on 2014-04-07 20:47:00
  9. Sepertinya penulisan oleh Tempo mungkin tidak sesuai dengan yang dikatakan, bahw...
    Said on 2014-04-07 17:15:00
  10. Disebut FUI, ataukah FPI? Sepertinya pengacauan mereka menjadi kebanggaan pemer...
    Said on 2014-03-31 17:23:00
UCAN India Books Online