UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pemprov DKI: Tidak ada lagi sekolah unggulan dan sekolah favorit

02/07/2013

Pemprov DKI: Tidak ada lagi sekolah unggulan dan sekolah favorit thumbnail

Ilustrasi

 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menghapuskan diskriminasi sekolah. Tidak akan ada lagi sekolah unggulan, sekolah favorit dan sekolah tertinggal di Jakarta.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan berupaya keras melakukan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh sekolah yang ada di Jakarta. Sehingga orangtua calon siswa tidak lagi berebutan masuk ke sekolah unggulan atau merasa kecewa anaknya tidak diterima masuk sekolah unggulan karena sisten zonasi sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan, upaya pemerataan kualitas sekolah, Dinas Pendidikan membutuhkan waktu dua tahun.

Pihaknya akan meningkatkan kredibilitas, pengetahuan dan kompetensi guru dan kepala sekolah, khususnya di sekolah-sekolah yang kualitas pendidikannya masih kurang.

“Waktu yang akan datang, kami akan lakukan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh sekolah Jakarta. Ini membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai itu semua,” kata Taufik di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (2/7), seperti dilansir beritasatu.com.

Ia mengakui, Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online dengan sistem zona sekolah (berdekatan dengan domisili calon siswa) telah membuat para orangtua bingung dan banyak yang kecewa, karena anaknya tidak bisa bersekolah di sekolah unggulan yang diinginkannya. Malah masuk ke sekolah yang kualitas pendidikannya jauh sekali dari sekolah unggulan atau favorit.

Karena sistem zona sekolah ini mempersempit siswa yang bukan satu kelurahan untuk SD, satu kecamatan untuk SMP dan satu rayon untuk SMA, bisa diterima di sekolah unggulan atau favorit.

Kuota jalur umum atau calon siswa di luar wilayah kelurahan, kecamatan dan rayon diberikan hanya 45 persen. Sedangkan kuota diberikan untuk jalur lokal atau bagi calon siswa yang domisilinya ada dalam wilayah kelurahan, kecamatan dan rayon sebanyak 45 persen. Sisanya untuk siswa dari luar Provinsi DKI dan melalui jalur prestasi.

“Memang dengan sistem ini banyak yang merasa tertutup mendapatkan sekolah unggulan atau favorit. Tetapi banyak juga yang merasa terbuka untuk mendapatkan sekolah yang berkualitas, khususnya yang satu wilayah. Mereka juga harus diakomodir juga dong. Kita bangun prinsip school based community,” ujar Taufik.

Dia juga tidak menampik cukup banyak orangtua calon siswa yang akhirnya memasukkan anaknya ke sekolah swasta, karena tidak diterima masuk sekolah yang dituju. Seperti di SMA Negeri 3 Setiabudi, Jakarta Selatan, ada 18 calon siswa yang tidak lapor diri padahal sudah diterima PPDB online, dengan alasan mendaftarkan diri ke sekolah swasta.

“Sekolah swasta juga bisa bersaing dengan sekolah negeri, karena Pemprov DKI sudah memberikan BOP dan KJP kepada siswa di swasta maupun negeri. Sehingga persaingan atau kesenjangan kualitas semakin lama semakin terkikis, kualitas menjadi lebih baik,” paparnya.

Untuk menghapus kesenjangan itu, Taufik menegaskan, Dinas Pendidikan DKI akan membina para guru di sekolah-sekolah yang belum memiliki kualitas yang baik. “Kami minta orangtua bersabar. Ajarkan para peserta didik untuk belajar sebaik mungkin. Tugasnya kami, Dinas Pendidikan untuk menyamakan kualitas sekolah. Kami akan membina para guru dengan standar yang sama,” janjinya.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Aktivis tolak rencana penerapan Hukum Syariah bagi non-Muslim di Aceh
  2. Lima saksi dalam kasus kekerasan agama tidak datang ke pengadilan
  3. KWI tolak PP No. 61/2014 tentang Aborsi karena urgensi medik dan akibat perkosaan
  4. Gereja Katolik Kepulauan Cook menghormati dua imam yang melayani 120 tahun
  5. Para pemimpin Kristen desak Malaysia menyelamatkan negara dari ekstremisme
  6. Menteri Pendidikan Jokowi-JK harus berani hadapi pluralisme
  7. Hukum Syariah berlaku bagi non-Muslim di Aceh
  8. Umat Katolik di perbatasan Ukraina menghadapi kesulitan serius
  9. Paus Fransiskus akan sampaikan pidato di Parlemen Eropa
  10. Paus Fransiskus terus berupaya memperbaiki hubungan dengan Cina daratan
  1. Romo Hariyanto: Negara tak boleh masuk ranah teologi
  2. Kementerian Agama upayakan pendekatan ke pesantren yang ajarkan radikalisme
  3. Umat Katolik Filipina kunjungi media sosial khusus untuk kunjungan Paus
  4. Vatikan melihat hubungan dengan Vietnam sebagai jembatan ke Asia
  5. Keuskupan Hong Kong: Para siswa ikut mogok demi pro-demokrasi tidak boleh dihukum
  6. Para guru Santo Paulus mainkan Opera Van Saint Paul
  7. KWI tolak PP No. 61/2014 tentang Aborsi karena urgensi medik dan akibat perkosaan
  8. Gereja Katolik Kepulauan Cook menghormati dua imam yang melayani 120 tahun
  9. Paus Fransiskus akan sampaikan pidato di Parlemen Eropa
  10. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  1. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
  2. Apa yang terjadi dengan ditentukannya hanya ada 5 agama yang diakui? Dapatkah d...
    Said on 2014-09-06 07:46:00
  3. Pak Menteri mengatakan "sulit" dilakukan. Itu tidak sama dengan "tidak mungkin"...
    Said on 2014-09-06 07:15:00
  4. Ya memang perlu, khawatirnya yang 120 juta itu tidak mengerti untuk apa segala i...
    Said on 2014-09-03 15:53:00
  5. Puji Tuhan Bapak Menteri Agama yang baru tidak membiarkan yang tidak boleh dibia...
    Said on 2014-09-02 05:36:00
  6. DUC IN ALTUM...
    Said Stefanus on 2014-08-28 07:21:00
  7. Mantap. Tempatnya luas, berada di sementanjung Jafna. Disana ada benteng...penin...
    Said Alfons Liwun on 2014-08-27 11:39:00
  8. karena itu, pemerintah harus tegas terhadap kelompok2 intoleran dan suka main ha...
    Said Ama Kaka on 2014-08-23 15:03:00
  9. Romo Mangnis benar dan menang. Negara tdk boleh diurus oleh mereka yang serakah,...
    Said MAtheus on 2014-08-22 09:47:00
  10. CAHAYA CINTA KASIH~ Yakinilah bahwa Allah Swt Pencipta, Pemilik, Penguasa Alam ...
    Said Yang Setia Yang Benar on 2014-08-14 01:50:00
UCAN India Books Online