UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Basis pemberontak komunis disergap

05/07/2013

Basis pemberontak komunis disergap thumbnail

 

Sedikitnya delapan pemberontak komunis termasuk dua wanita tewas pada Rabu, ketika pasukan pemerintah mengambil alih basis utama pemberontak New People’s Army (NPA) di Provinsi Sorsognon bagian selatan.

Serangan terbaru kepada NPA itu terjadi di tengah seruan Gereja dan kelompok masyarakat sipil kepada kedua belah pihak untuk melanjutkan perundingan damai guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat dekade.

“Kini adalah saat bagi NPA untuk mempertimbangkan posisi mereka. Insiden ini sebenarnya tidak akan terjadi jika rekan-rekan memilih jalan yang benar dan non-kekerasan,” kata Juru Bicara Letnan Kolonel Infanteri Medel Aguilar, pada Kamis.

Perundingan damai tersebut telah terhenti selama hampir dua tahun, pemberontak menuntut pembebasan para konsultan mereka, sementara pemerintah mengatakan perdamaian itu hanya akan kembali ke meja perundingan jika semua pemberontak melakukan gencatan senjata.

Uskup Deogracias Iniguez dari Kalookan di Manila mengatakan kebuntuan dalam perundingan damai “menunjukkan keseriusan masalah bahwa kita harus berpikir sungguh-sungguh sebelum kita  mencapai perdamaian yang nyata di negara kita.”

Di antara berbagai kelompok pemberontak yang beroperasi di Filipina, pemberontakan NPA telah terbukti yang paling keras kepala untuk negosiasi dalam beberapa tahun terakhir ketimbang kelompok lain.

Meskipun jumlahnya berkurang, NPA masih memegang kekuasaan yang cukup besar di daerah miskin, daerah pedesaan di Filipina di mana mereka menerima materi dan dukungan moral dari penduduk setempat yang telah mengalami beban kesenjangan kemiskinan di negara itu.

Militer memperkirakan saat kini para pemberontak hanya memiliki sekitar 4.000 pria bersenjata dibandingkan dengan 30 tahun lalu berjumlah lebih dari 26.000 anggota.

Sumber: Philippine communist rebel base overrun




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Presiden Filipina mempertanyakan keberadaan Tuhan
  2. Uskup Maumere mengundurkan diri
  3. Uskup ’bawah tanah’ dipindahkan lagi ke wilayah terpencil
  4. Gereja Pasifik tetap dukung Papua kembali ke keluarga Melanesia
  5. Aktivis Filipina mengutuk pembunuhan pemimpin kelompok petani
  6. Umat Kristen peringati serangan bom bunuh diri di Gereja Peshawar
  7. Nasihat Pastor Fransiskan ini mengubah pandangan Jakob Oetama
  8. Anak muda perlu refleksi dan dekat dengan keluarga
  9. Gereja sambut baik pertemuan pemerintah Filipina dan pemberontak Komunis
  10. Pembongkaran masjid tanpa IMB melanggar kebebasan beragama
  1. Nampaknya penduduk di Kalimantan lebih toleran......
    Said Jenny Marisa on 2016-09-23 09:07:47
  2. Kekejaman semakin banyak terjadi, apa sebabnya? Mengerikan membaca berita sekar...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-16 16:28:43
  3. Untuk mencegah umat di keuskupan mati karenanya, harus dipasang poster yang jela...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-13 13:45:12
  4. Semua aparat pemerintah daerah dan TNI POLRI di negri ini kehilangan tenaga..?...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:14:00
  5. Semua aparat pemerintah daerah,TNI POLRI yang bertugas di negri ini, kehilangan ...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:08:57
  6. Mengapa perempuan dibenci dan diperlakukan dengan kejam... Apakah laki laki itu ...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-12 12:16:03
  7. hebatttt sr Nia saudariku.....
    Said holiq on 2016-09-10 23:47:46
  8. Soal menghukum orang bukan urusan saya, tetapi toh tidak dapat diam saja. Menir...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-09 20:01:47
  9. Profisiat Mgr.... Semoga Tuhan sentiasa menaungi dan melindungi Bapa Uskup dalam...
    Said Permata on 2016-09-04 17:51:22
  10. Bagaimana doa melepaskan kuasa iblis...
    Said pkoing on 2016-09-04 01:06:09
UCAN India Books Online