UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Persiapan guru pada implementasi Kurikulum 2013 tak maksimal

09/07/2013

Persiapan guru pada implementasi Kurikulum 2013 tak maksimal thumbnail

Ilustrasi

 

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo, menilai persiapan guru untuk implementasi Kurikulum 2013 tergesa-gesa dan kurang maksimal. Itu terlihat dari waktu pelatihan guru yang sangat pendek dan dekat dengan waktu implementasi.

“Sebenarnya ideal pelaksanaan mulai tahun depan. Kalau tahun ini tergesa-gesa karena waktu sangat pendek tapi guru mau tidak mau harus melaksanakan. Kalau pemerintah sudah memutuskan maka guru tidak ada kata lain,” kata Sulistiyo, seperti dilansir beritasatu.com.

Sulistiyo mengatakan, pelatihan guru dijadwalkan sampai 13 Juli 2013, kemudian pelaksanaan Kurikulum 2013 dimulai pada 15 Juli 2013. Artinya, guru tidak memiliki kesempatan untuk mengendapkan materi pelatihan, sekaligus berdiskusi dengan sesama rekan guru yang mengajar mata pelajaran sama.

Padahal, guru seharusnya memahami dulu secara komprehensif materi pembelajaran, bukan sekadar membaca buku pegangan. “Kalau hanya berkesempatan hari Sabtu dan Minggu untuk menyiapkan pembelajaran untuk kurikulum baru maka ini tidak lazim,” ujarnya.

Sulistiyo menegaskan, pemerintah juga harus memperhatikan kualitas guru yang sangat bervariasi. Kurikulum 2013 sangat menekankan perubahan paradigma pembelajaran menjadi tematik integratif terutama untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Sementara itu, berdasarkan data PGRI, kualifikasi akademik guru SD termasuk paling rendah. Hal itu terbukti dari hasil uji kompetensi guru yang digelar tahun 2012. Selain itu, guru SD sangat minim mengikuti pelatihan.

Karena itu, Sulistiyo meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan pendampingan serius, bukan sekadar formalitas, kepada para guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013. Kemdikbud perlu menyiapkan sistem pendampingan guru yang baik dengan jumlah pendamping yang cukup.

“Jadi perlu energi lebih untuk pendampingan guru SD, kecuali ingin sekadar asal jalan. Ada pihak yang puas karena kurikulum sudah berjalan tapi ditelusuri di ruang kelas tidak ada perubahan,” katanya.

Sulistiyo juga mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai adanya persoalan baru dalam implementasi, karena ada kabupaten/kota yang berambisi 100 persen melaksanakan Kurikulum 2013. Hal itu dikarenakan Kemdikbud membuka peluang sekolah-sekolah bukan sasaran untuk mengimplementasikan kurikulum baru secara mandiri. Sulistiyo meminta Kemdikbud ikut turun tangan dalam membantu kesiapan daerah-daerah tersebut.

“Yang dikhawatirkan, kurikulum baru menjadi ajang promosi politik kepala daerah supaya daerahnya dianggap maju. Akhirnya daerah memaksakan penerapan kurikulum baru 100 persen. Buku bisa saja dicetak, APBD bisa dialokasikan tapi persiapan guru tidak ada,” tandasnya.

Kemdikbud sudah menggelar pelatihan guru secara bertahap mulai dari pelatihan instruktur nasional pada 29 Juni-3 Juli 2013. Kemudian, pelatihan guru inti pada 4-8 Juli 2013 dan terakhir pelatihan guru sasaran (guru kelas dan guru mata pelajaran) pada 9-13 Juli 2013. Ditargetkan, Kurikulum 2013 mulai diimplementasikan saat tahun ajaran baru dimulai pada 15 Juli 2013.

Total pendidik tenaga kependidikan (PTK) yang dilatih adalah 74.289 orang meliputi instruktur nasional (572), guru inti (4.740), pengawas inti (565), guru sasaran (55.762), pengawas sasaran (6.325), dan kepala sekolah sasaran (6.325).

Sasaran implementasi awal Kurikulum 2013 adalah 6.325 sekolah untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK di 295 kabupaten/kota di 33 provinsi. Untuk jenjang SD, kurikulum akan diterapkan di kelas I dan IV, untuk jenjang SMP di kelas VII, dan jenjang SMA di kelas X.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Benediktin kecam penodaan salib di Vietnam
  2. Vatikan angkat Romo Pidyarto jadi uskup Malang
  3. Kardinal Tagle desak belas kasihan dimasukkan ke dalam aksi
  4. Ketua ICMI: Umat Islam harus siap-siap terima pemimpin beda keyakinan
  5. Dijual ke Tiongkok
  6. Para imam, aktivis HAM menyambut baik RUU Hak Atas Informasi
  7. Umat Katolik berpartisipasi doror darah memenuhi kekurangan darah selama Ramadan
  8. Ribuan anak dan remaja ikuti jambore keuskupan Sintang
  9. Biarawati bantu para penyandang cacat hidup bermartabat
  10. Tokoh Dayak raih penghargaan PBB mengaku dapat ancaman
  1. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  2. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  3. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  4. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  5. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  6. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  7. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  8. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
  9. Kagum atas kerelaannya.. sambil juga rasa prihatin.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 10:06:08
  10. Yang memberi Ijin biasanya para politikus busuk yg mencari keuntunga pribadi dan...
    Said Eduardus on 2016-06-02 13:46:02
UCAN India Books Online