UCAN Indonesia Catholic Church News

Mukjizat yang membuat Mendiang Paus Yohanes Paulus II menjadi santo

11/07/2013

Mukjizat yang membuat Mendiang Paus Yohanes Paulus II menjadi santo thumbnail

 

Seorang wanita Kosta Rika yang menderita aneurisma (pendarahan otak), yang dikabarkan menghilang setelah dia berdoa kepada Mendiang Paus Yohanes Paulus II mulai menangis pada Jumat karena ia secara terbuka berbicara untuk pertama kalinya tentang keajaiban yang mendasari tahapan mendiang Paus ini untuk menjadi santo.

Gereja Katolik menghadirkan Floribeth Mora berusia 50 tahun dan dokternya dalam sebuah konferensi pers setelah Paus Fransiskus menyetujui keajaiban untuk kanonisasi Mendiang Paus Yohanes Paulus II.

Sambil meneteskan air matanya, Mora menceritakan bagaimana ia dikirim pulang oleh rumah sakit, dan tidak ada harapan untuk sembuh, serta ia akan meninggal setelah tahun 2011 menyusul diagnosa bahwa ia menderita aneurisma.

Dia mengatakan sebuah foto Paus ini tampaknya berbicara dengan dia selama beatifikasi mendiang Paus ini, dan dokter mengatakan aneurisma menghilang tanpa alasan yang jelas.

Mora dan keluarganya mengambil sikap diam sambil menunggu pengakuan Paus terkait kisah penyembuhannya sebagai sebuah keajaiban. Pada Jumat, dengan didampingi suaminya, dokter dan pejabat Katolik, Mora mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak percaya dan akan mati terkait penyakit yang dideritanya.

Mora mengatakan ketika dia bangun tidur pada 8 April 2011, kepalanya terasa sakit luar biasa, lalu ia pergi ke sebuah rumah sakit di kota Cartago, di mana ia didiagnosa dengan fertigo parah.

Rasa sakit berlangsung selama tiga hari dan Mora dibawa lagi ke rumah sakit, di mana serangkaian tes menunjukkan aneurisma di sebelah kanan dan otaknya mulai mengalami pendarahan, demikian dokternya, Alejandro Vargas.

Para dokter tidak dapat menghentikan pendarahan tersebut dan Vargas berkonsultasi dengan rekan-rekan dokternya di negara-negara Amerika Latin dan Spanyol, dan mereka menyarankan pembedahan.

”Risiko bagi Floribeth adalah kematian, atau berakhir dengan kerusakan saraf yang permanen,” kata Dr Vargas pada Jumat.

”Saya kembali ke rumah dengan rasa takut bahwa saya akan meninggal. Melihat anak-anak saya mengunjungi saya, berdiri di samping tempat tidurku, melihat suami saya yang tabah, meraih tanganku dan merangkul setiap malam, itu sangat menyedihkan,” kata Mora.

Akhirnya, keluarganya mendirikan sebuah altar khusus untuk Mendiang Yohanes Paulus II di luar rumahnya, dan sementara Mora menyaksikan beatifikasi mendiang Paus itu pada 1 Mei 2011. Dia mengambil sebuah majalah, dan melihat foto Paus itu, ia mulai mendengar sebuah suara.

”Suara ini berkata, “Bangunlah, jangan takut,” kata Mora.

Mora mengatakan dia berdiri dan langsung merasakan kondisi fisiknya lebih baik, dan berbagai pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa aneurisma-nya menghilang begitu saja.

Sumber: The miracle that ensured Pope John Paul’s sainthood

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pertemuan JESCOM Asia-Pasifik ke-15 di Australia
  2. Umat Katolik diminta ambil bagian dalam reformasi Paus Fransiskus
  3. Uskup Tiongkok berusia 89 tahun pimpin protes pembongkaran salib
  4. Sekularisme, kemajuan teknologi pengaruhi panggilan religius di Asia Timur
  5. Uskup: Kunjungan Paus ke Korea Selatan masih berdampak
  6. Presiden: Toleransi penting bagi bangsa yang majemuk
  7. Ahok: Pertemuan lintas agama penting mengatasi prasangka buruk
  8. Polisi Filipina serang pengungsi di gereja
  9. Gereja Katolik harus 'semakin berani bersuara' soal perubahan iklim: KWI
  10. Izin rehab gedung Gereja Alkitab Indonesia dibekukan
  1. Ziarah tahunan contoh kerukunan antaragama
  2. Pertemuan JESCOM Asia-Pasifik ke-15 di Australia
  3. Paroki harus manfaatkan FKUB
  4. Tahun ini 100.000 pengguna narkoba akan direhabilitasi
  5. Yesuit bantu sekolah rusak akibat gempa di Nepal
  6. Pemimpin Gereja sambut baik pembebasan pria Kristen terkait penghujatan
  7. RIP, Uskup Emeritus Prajasuta MSF wafat
  8. Gereja Katolik harus ‘semakin berani bersuara’ soal perubahan iklim: KWI
  9. Selama liburan Paus Fransiskus pilih bersantai di kediamannya
  10. Mengenakan kerudung dan salib, biarawati ini dilarang ikut ujian
  1. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  2. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  3. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
  4. Papua itu besar, jauh di perbatasan, kurang peminat yang mau berdedikasi di desa...
    Said on 2015-07-25 08:01:00
  5. Yang salah ya salah dan harus masuk penjara. Jangan anggap enteng percikan api ....
    Said on 2015-07-24 08:25:00
  6. Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kew...
    Said on 2015-07-24 08:16:00
  7. Kalau masyarakat mau mengatur seenaknya, untuk apa ada bupati, DPRD dsb.? Merek...
    Said on 2015-07-24 08:04:00
  8. Benar, harus tertib pada aturan dan tata kota. Semoga dimengerti sebelum ditind...
    Said on 2015-07-24 07:49:00
  9. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  10. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
UCAN India Books Online