UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Para uskup di Cina mendapat pemotongan tarif listrik

11/07/2013

Para uskup di Cina mendapat pemotongan tarif listrik thumbnail

 

Sementara harga bahan pokok tampaknya melonjak tajam di seluruh dunia, Gereja Katolik di Cina telah menerima beberapa khabar baik.

Di bawah skema harga listrik yang baru, tempat-tempat keagamaan telah digolongkan sebagai pemukiman oleh pemerintah. Perubahan itu berlaku pada tagihan listrik mereka yang dipotong sebanyak dua per tiga.

Sebuah kelompok dari lima uskup, termasuk dua uskup yang tidak diakui oleh Takhta Suci, Vatikan, meminta pemotongan itu pada sidang pleno Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina pada Maret, di mana mereka menjadi anggota.

Uskup Joseph Shen Bin dari Haimen, salah satu dari lima uskup tersebut mengatakan kepada ucanews.com: “Gereja bukan merupakan sebuah organisasi mencari keuntungan, tetapi merupakan bagian dari rumah pastor dan biarawati. Jadi gedung itu harus dihitung sebagai kediaman.”

Usulan itu disetujui pada Mei dan sekitar 13.900 situs keagamaan dari lima agama yang diakui pemerintah Cina kini mendapatkan keuntungan dengan penurunan harga tersebut.

Meskipun pemerintah tidak secara resmi mengakui komunitas Katolik yang tidak terdaftar, sejumlah gereja mereka masih akan mendapat tarif lebih rendah, karena gereja-gereja dari komunitas Katolik diakui maupun yang tak diakui dianggap sebagai bangunan bernilai sejarah.

Sementara itu perubahan tersebut umumnya telah disambut oleh para pastor paroki, namun sebuah peringatan bahwa “skema itu mungkin hanya sebagai tipu muslihat,” kata seorang imam dari komunitas terbuka di Keuskupan Tianjin.

“Apa yang lebih penting bagi Gereja adalah perubahan dalam kebijakan keagamaan untuk memberikan┬ákesempatan kepada kami lebih banyak kebebasan, bukan cara penurunan harga listrik semacam ini,” katanya.

Sumber: Chinese bishops win electricity price cut

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Meskipun kendala, delegasi OMK Tiongkok berusaha hadiri WYD
  2. Renungan Hari Minggu Biasa XVII/C bersama Pastor Bill Grimm
  3. Gereja Katolik Korea menentang sistem pertahanan rudal
  4. Media dapat tekanan terkait laporan hubungan Tiongkok-Vatikan
  5. Doa lintas agama diselenggarakan pada ‘Hari Martir’ di Myanmar
  6. Gereja, kelompok HAM salahkan Duterte terkait peningkatan pembunuhan
  7. Komnas HAM minta pemerintah respons putusan IPT soal kasus 1965
  8. Menangani Pelanggaran HAM di Papua
  9. OMK Filipina berjuang demi menghadiri WYD 2016 di Polandia
  10. Pejabat Salesian meragukan foto imam yang diculik di Yaman
  1. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  2. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  3. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  4. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  5. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  6. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  7. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  8. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  9. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  10. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
UCAN India Books Online