UCAN Indonesia Catholic Church News
ENRICH YOUR SPIRITUAL LIFE

Unio Keuskupan Atambua gelar pertemuan tentang kiprah imam diosesan

16/07/2013

Unio Keuskupan Atambua gelar pertemuan tentang kiprah imam diosesan thumbnail

 

Dalam rangka perayaan 75 tahun Vikariat Apostolik Atambua yang jatuh pada tahun ini, para imam projo Unio Keuskupan Atambua menyelenggarakan kegiatan selama tiga hari yang dilangsungkan di Aula St. Dominikus Emaus Nela.

Unio adalah wadah untuk perkumpulan imam-imam diosesan (Projo). Unio mencakup Unio Keuskupan, Unio Indonesia merupakan Federasi dan Unio Internasional merupakan Konfederasi.

Kegiatan yang ditujukan untuk merefleksikan kembali peran para imam diosesan ini diikuti 85 imam projo baik senior maupun yunior yang berkarya di keuskupan yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste ini.

Kegiatan yang mengambil tema “Imam Profesional Itu Visioner dan Aksioner” dibuka dengan Misa bersama pada Sabtu, 8 Juli 2013, seperti dilansir liputan6.com.

Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh ketua Unio Keuskupan Atambua, Romo Theodorus Asa Siri berlangsung cukup meriah dengan hadirnya koor yang dibawakan para pastor dan frater dari dekenat Belu Utara.

Setelah Misa para imam projo itu melakukan pembahasan statuta secara bersama untuk melihat kembali statuta Unio imam diosesan dan peran yang akan dijalankan para imam diosesan ke depannya.

Hari keduanya dilanjutkan dengan kegiatan diskusi panel yuang menghadirkan tiga pembicara, yakni dari awam, imam religius, dan imam projo.

Ketiga pembicara dalam diskusi panel itu seluruhnya mengarah kepada peran dan kontribusi yang telah dijalankan oleh para imam diosesan dari kacamata dan sudut pandang berbeda.

Pembicara pertama ialah wakil Bupati Belu, Ludovikus Taolin Ba yang hadir sebagai tokoh awam Katolik. Ia secara menyeluruh mengupas tentang kiprah para imam projo serta kontribusi para imam projo kepada Gereja keuskupan Atambua, masyarakat serta pemerintahan, baik Kabupaten Belu maupun Kabupaten Timor Tengah Utara yang merupakan wilayah kerja Keuskupan Atambua.

Pembicara berikutnya ialah Pastor Yakobus Bura Luli SVD. Ia mengangkat kiprah imam projo di mata seorang imam religius. Pembicara ketiga adalah seorang imam senior Keuskupan Atambua yang sudah memiliki usia imamat 44 tahun, yakni Romo Edmundus Nahak  yang mengangkat dan menggali imam diosesan yang dulu serta peran apa yang harus dimainkan imam diosesan ke depannya.

Dalam diskusi panel ini juga dilakukan diskusi kelompok yang dibagi dalam 4 kelompok yang disesuaikan dengan tahun tahbisan imamat, mulai dari usia tahbisan imamat tahun 1969 hingga tahun 2012 dengan jumlah peserta 85 pastor.

“Kegiatan ini mau secara mendalam menggali identitas diri para imam projo, sehingga ke depannya diharapkan agar para imam projo atau imam diosesan ini semakin profesional di dalam pelayanan dan pengabdian kepada umat,” ungkap Romo Theodorus Asa Siri, selaku ketua Unio Keuskupan Atambua.

 

  • Martin Teiseran

    Imam diosesan akan terus mencari identitas agar kuat berakar di keuskupan dan bukan menjadi imam kelas 2. seperti kata Romo Sutopanitro Pr, 50 tahun imamat.

    “Pada waktu kesempatan Misa Suci pertama di Gereja Katedral, Pastor Kepala memperkenalkan saya kepada umat. Meskipun waktu itu para imam dipanggil dengan Pastor atau Pater, ketika memperkenalkan saya Pastor Kepala menggunakan sebutan Romo terhadap
    saya dengan tambahan twede klas priester. Mendengar itu saya agak tersentak. Ketika saya diberi kesempatan mengenalkan diri,
    116 | D A R I B A T U M E N J A D I D A G I N G
    salah satu yang saya katakan ialah, bahwa saya imam dari Jawa yang tidak fasih bicara Belanda. Itu merupakan tantangan lagi bagi saya. Dalam hati kecil saya
    berkata: Meskipun saya imam kelas dua, saya tidak boleh kalah dalam pelayanan saya sebagai imam. Ini salah satu kesalahan besar saya yang baru di kemudian hari saya sadari.” Biografi Romo Sutopantri, pr

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup tanggapi polemik kehadiran mereka dalam Misa pernikahan di Jakarta
  2. Beijing memperketat kontrol pada agama
  3. Para anggota parlemen Kristen berharap Suu Kyi menjadi presiden
  4. Paus sampaikan belasungkawa kepada para korban gempa di Taiwan
  5. Umat Katolik Tionghoa diajak untuk hidup sederhana dan peduli sesama
  6. Ancaman penggusuran dan penangkapan menghantui para pekerja teh
  7. Surat Gembala Prapaskah KAJ 2016: “KERAHIMAN ALLAH MEMERDEKAKAN”
  8. Renungan Minggu Biasa V/C bersama Pastor Bill Grimm
  9. Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia akan perteguh NKRI
  10. Suku India di desa terpencil berjuang untuk fasilitas dasar
  1. Semoga segala berjalan baik tanpa halangan apapun......
    Said donotchangemyname on 2016-02-02 09:22:00
  2. Salam. Saya menyebarkan tulisan saya tentang penghapusan hukuman mati. Kita bang...
    Said anton bele on 2016-01-27 19:45:00
  3. Susah kalau alam tidak bersahabat.. Andaikan bisa menemukan beberapa sumber air ...
    Said donotchangemyname on 2016-01-22 14:35:00
  4. Mungkin Taliban tidak suka ada orang2 yang pandai.. agar merekalah menang antara...
    Said donotchangemyname on 2016-01-21 09:37:00
  5. Pasang petisi online saja di change.org atau kalau keluarga ybs punya teman medi...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:14:00
  6. Tindakan seperti inilah yang menjadi alasan saya tetap mendukung hukuman mati...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:11:00
  7. Semoga Misa di mall tdk terjadi di Indonesia. Ini bentuk sinkretisme dan peleceh...
    Said Tarcisius on 2016-01-16 07:59:00
  8. Dalang dan akar2nya yang tidak kelihatan.....
    Said donotchangemyname on 2016-01-16 07:59:00
  9. Apa boleh buat, bapak Kardinal sudah mengizinkan... Zaman boleh berubah, saya te...
    Said donotchangemyname on 2016-01-15 10:57:00
  10. Setidaknya artikel ini sedikit lebih objektif. Gafatar tidak seperti apa yg dibe...
    Said Dae Buton on 2016-01-15 00:05:00
UCAN India Books Online