UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

100 anak Indonesia alami kekerasan seksual per bulan

19/07/2013

100 anak Indonesia alami kekerasan seksual per bulan thumbnail

Ilustrasi

 

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengatakan, tahun 2013 sebagai Tahun Darurat Nasional Kejahatan Seksual Terhadap Anak.  

Hal ini tampaknya tak berlebihan, pasalnya, kasus kejahatan terhadap anak, masih mendominasi angka kasus kekerasan terhadap anak. Bahkan jumlahnya terus alami peningkatan.

Berdasar data yang dipantau Pusat Data dan Informasi Komnas PA sejak Januari hingga Juni 2013, terdapat 1.032 kasus kekerasan yang menimpa anak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 535 kasus atau sekitar 52 persen merupakan kasus kekerasan seksual. Selebihnya, kasus kekerasan fisik sebanyak 294 kasus, kekerasan psikis sebanyak 203 kasus,

“Hal ini bisa diasumsikan bahwa setiap bulan terdapat 90 hingga 100 anak yang menerima kekerasan seksual,” kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait dalam konferensi pers Laporan Tengah Tahun Komnas PA, di Jakarta, Kamis (18/7), seperti dilansir suarapembaruan.com.

Arist merinci sebanyak 52 anak mengalami kekerasan seksual dalam bentuk sodomi, perkosaan sebanyak 280 kasus, pencabulan 182 kasus dan inses 21 kasus.

Mengenai lokasi kejadian, kasus kekerasan seksual paling banyak terjadi di lingkungan sosial sebanyak 385 kasus, disusul lingkungan keluarga 193, dan lingkungan sekolah 121.

Beberapa hal yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan seksual karena pengaruh pornografi sebanyak 70 kasus, terangsang dengan korban sebanyak 122 kasus atau hasrat tak tersalurkan sebanyak 148 kasus.

“Modusnya dengan menggunakan obat penenang 15 kasus, diculik lebih dulu 14 kasus, disekap 45 kasus, bujuk rayu dan tipuan 139 kasus, dan iming-iming 131 kasus. Dampaknya, meninggal dunia sembilan kasus dan trauma 345 kasus,” katanya.

Lebih jauh Arist menyayangkan, belakangan ini pelaku kekerasan justru dilakukan oleh orang terdekat. Hal ini menunjukan bahwa kekerasan terhadap anak belum bisa diselesaikan, walaupun ada aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur hal ini.

“Paradigma bahwa anak adalah milik orangtua harus segera dihilangkan, karena dengan asumsi ini orangtua merasa berhak melakukan apapun yang mereka mau terhadap anak. Padahal, anak merupakan titipan Tuhan kepada orangtua untuk dicintai, dijaga dan dibesarkan. Dengan demikian diperlukan peran dari pemerintah dan kepedulian masyarakat,” paparnya.

Untuk itu Arist meminta semua komponen masyarakat untuk ikut memerangi dan menghentikan kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan.

Dia juga meminta Kepolisian RI meningkatkan pelayanannya dan memberikan perlakuan khusus terhadap korban kejahatan seksual.

Komnas PA mendorong DPR agar memasukkan pasal sanksi bagi pelaku kejahatan seksual kepada anak dan perempuan, yakni minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

 

  • http://my.telegraph.co.uk/papua/latestnewswestpapua/63/100-indonesian-children-sexually-abused-every-month/ 100 Indonesian children, sexually abused every month – West Papua News – My Telegraph

    [...] More: Uca News [...]

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Mahasiswa Papua demo di Jakarta tuntut merdeka
  2. Keuskupan Manado terus melakukan persiapan untuk IYD 2016
  3. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  4. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  5. Dubes Vatikan ajak umat berdoa bagi Paus Fransiskus
  6. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  7. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  8. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  9. Pendidikan alternatif membawa harapan warga miskin di Filipina
  10. Bagi penduduk daerah perbatasan, era tanpa kewarganegaraan berakhir
  1. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  2. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  3. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  4. Forum dialog Jakarta-Papua demi selesaikan polemik Papua
  5. Di Tacloban, korban topan kembalikan keceriaan dengan festival
  6. Radikalisme akan tetap ada selama adanya ketidakadilan
  7. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  8. Integrasi politik di Papua stagnan akibat pelanggaran HAM
  9. Di Bangladesh, pernikahan anak menghadapi kenyataan suram
  10. Jesuit akan fokus pada pendidikan di Asia
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online