Orang muda Katolik dari dua negara komunis akan hadiri WYD

19/07/2013

Orang muda Katolik dari dua negara komunis akan hadiri WYD thumbnail

Delegasi dari Cina

 

Orang muda Katolik dari Cina dan Kuba akan menghadiri Hari Kaum Muda se-Dunia (WYD, World Youth Day) di Brasil,  yang akan berlangsung dari 23-28 Juli.

Kemarin 16 anggota delegasi dari 10 keuskupan di seluruh Cina berkumpul di Hong Kong menjelang keberangkatan mereka ke Rio de Janeiro.

“Ini adalah pertama kali bahwa sebuah delegasi dari Cina turut hadir,” kata koordinator delegasi Elizabeth Zhang.

Perayaan internasional itu, dimulai di Rio de Janeiro pada 23 Juli adalah saat yang monumental bagi orang muda Katolik. Acara tahun ini, yang akan dihadiri sekitar 2,5 juta orang, juga akan menandai perjalanan internasional pertama Paus Fransiskus.

Delegasi resmi Cina menghadiri WYD di Manila tahun 1995, namun mengundurkan diri sebelum merayakan Misa bersama Paus Yohanes Paulus II setelah kecewa karena bendera Republik Cina  dibawa oleh delegasi Taiwan dalam acara tersebut.

Para delegasi mendaftarkan diri melalui website, yang didukung oleh para uskup lokal dan kelompok pemuda, kata Zhang.

“Kami menyebut diri kami ‘kelompok persekutuan’ karena kami kompak meskipun kami berasal dari anggota dua komunitas Katolik yakni ‘komunitas bawah tanah yang diakui Vatikan dan komunitas terbuka, yang diakui pemerintah.”

Zhang mengatakan ia menghadiri WYD pertama kali di Sydney lima tahun lalu, tapi kecewa karena ia melihat bendera Cina di panggung selama upacara penyambutan Bapa Suci.

“Saya sangat berharap lebih banyak rekan muda bisa bergabung dalam perayaan yang luar biasa ini,” katanya.

“Tahun ini, saya berhasil dengan bantuan dari beberapa pihak, termasuk seorang misionaris dan Komisi Pemuda Keuskupan Hong Kong.”

Pastor Joseph Wang dari Nanchong di Provinsi Sichuan, yang juga akan menghadiri perayaan itu, mengatakan ia berharap “mengalami imannya dalam konteks universal” dan belajar dari pertukaran dengan peserta dari seluruh dunia.

Pastor Zhao, peserta lain dari provinsi Shanxi, mengatakan ia telah menunggu lama  untuk menghadiri acara tersebut.

“Saya telah mendengar tentang WYD sejak saya masih seorang seminaris. Saya akhirnya bisa bergabung sekarang, bertahun-tahun setelah ditahbiskan menjadi imam.”

Delegasi Kuba

Orang muda Katolik dari Kuba sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Internasional Jose Marti di luar Havana untuk menumpang pesawat menuju Brasil, guna berpartisipasi dalam WYD.

Sebanyak 55 anggota delegasi Kuba, meliputi empat imam, Uskup Alvaro Beyra Luarca dari Bayamo, dua biarawati dan 48 orang muda Katolik.

Hubungan yang tegang antara Gereja dan negara telah membuat umat Katolik semakin setia pada iman mereka. Baru-baru ini pemerintah komunis Kuba tidak melakukan pembatasan perjalanan, menghapus banyak persyaratan birokrasi dan memungkinkan beberapa warga untuk bepergian dengan hanya menggunakan paspor.

“Aku tidak pernah punya paspor sebelum ini,” kata Meylan Legorburo melalui sebuah wawancara telepon dengan Catholic News Service. “Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan mengikuti WYD.”

Gereja menanggung semua biaya yang berjumlah sekitar US$ 1.800 per orang, kata Suster Susana Maria Moreno, yang membantu mengatur delegasi untuk Konferensi Waligereja Kuba.

“Delegasi Kuba adalah jumlah peserta yang kecil dibandingkan dengan negara-negara lain,” katanya, “tapi orang-orang muda kami akan pergi dengan harapan besar.”

Uskup Beyra, ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Kuba, memimpin delegasi WYD di Madrid tahun 2011. Orang muda Kuba juga menghadiri WYD di Sydney tahun 2008 dan Roma tahun 2000. Tahun 2002, sekitar 200 orang muda Katolik Kuba ikut menghadiri WYD di Toronto, Kanada, namun 23 membelot.

Sumber: Chinese delegates prepare for trip to World Youth Day

Sumber: Cuban delegation prepares for WYD ‘with great hope




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  2. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  3. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  4. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  5. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  6. FPI: Penyampaian dakwah jelang Pilkada DKI Jakarta efektif
  7. Petani Asia menolak uji coba padi hasil rekayasa
  8. Penghargaan ‘Cross Of Honor’ untuk umat Katolik Bangladesh
  9. In memoriam Romo Paul Henricus Janssen, CM
  10. Ini anggaran Pemprov Papua untuk membangun patung Yesus
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online