Uskup Agung Samarinda meninggal di Jakarta

19/07/2013

Uskup Agung Samarinda meninggal di Jakarta thumbnail

Mgr Florentinus Sului Hajang Hau MSF (dokumen)

 

Uskup Agung Samarinda  Mgr  Florentinus Sului Hajang Hau MSF telah meninggal pada Kamis (18/7) pukul  20.00 WIB akibat gagal jantung.

Mgr Sului yang kini berusia 64 tahun, meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, menyusul penyakit jantung yang dideritanya.

Uskup Sului ditahbiskan menjadi imam 15 Februari 1976. Ia ditahbisan sebagai uskup pada 21 November 1993 dan menjadi uskup agung pada  29 Januari 2003. Ia merupakan uskup agung ketiga di Keuskupan Agung Samarinda.

Ekonom Keuskupan Agung Samarinda, Pastor Hendrikus Nuwa mengatakan,  Senin (15/7), Uskup Sului berangkat ke Jakarta untuk operasi katarak. Setelah operasi selesai, ternyata penyakit jantung yang sudah diderita kambuh. Dan rencananya akan dilanjutkan dengan katerisasi jantung. Namun belum sempat operasi dilakukan, uskup agung sudah meninggal dunia.

“Berangkat ke Jakarta itu hanya untuk operasi katarak. Dalam keadaan baik – baik saja sebenarnya. Memang selama ini ada penyakit jantung, pasang ring. Mungkin selama disana kumat, serangan jantung. Jadi meninggal karena serangan jantung dan struk di bagian batang otak,” kata Pastor Hendrik.

Jenazah Uskup Agung Sului dijadwalkan tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan pada Sabtu (20/7) sekitar pukul 3 pagi dan langsung di berangkatkan ke Samarinda. Untuk Misa pemakaman akan diadakan di Katedral Samarinda di Jl. Sudirman.

Rencananya, uskup agung kelahiran Tering, Kutai Barat, 11 Desember 1948 ini akan dikebumikan di pemakaman Katolik di Sungai Siring, Samarinda.

Dari berbagai sumber




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  2. Sr. Sesilia Ketut SSpS menjadi harapan warga yang mengungsi dari Timor-Leste
  3. Siswi Sekolah Katolik demo menentang pembunuhan karena narkoba
  4. RUU ‘Pelindungan Umat Beragama’ membahayakan kalangan minoritas
  5. Renungan Minggu XVI Tahun A – 23 Juli 2017
  6. Orang Kristen di Bangladesh diminta lebih terlibat dalam politik
  7. Menyita paspor terpidana pedofilia adalah langkah tepat 
  8. Umat Katolik Hong Kong mengenang Liu Xiaobo dalam Misa Requiem
  9. Koleksi buku Katolik milik Soekarno tersimpan rapi di Bengkulu
  10. Keluarga Katolik Pakistan melarikan diri setelah tuduhan penistaan
  1. imbauan KPK kpd GK spy mengaudit keuangan gereja lebih diharapkan agar menjadi c...
    Said Patricius HBK on 2017-07-21 13:49:20
  2. Dalam artikel diatas sama sekali tidak disebut diiaudit oleh KPK tapi ditekankan...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 13:17:16
  3. Saya kurang setuju bila KPK mengaudit, karena bukan badan atau kantor di pemerin...
    Said Jumtu Bagus on 2017-07-21 11:10:19
  4. KPK,gak boleh asa bergerak kesemua arah,fokus kepada keuangan negara,karena keua...
    Said ROSSY on 2017-07-21 10:28:53
  5. bukan diaudit oleh KPK tetapi diaudit oleh tim yg dibentuk oleh gereja sendiri /...
    Said Yanto Lamawato on 2017-07-21 10:01:03
  6. Absolute power corrupts absolutely Ingat. Runtuhnya kekuasaan gereja Katolik ...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:26:18
  7. Jadi semakin yakin ada yang tidak beres dg keuangan paroki Kristoforus....
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:23:17
  8. Tidak bermaksud menghalang-halangi niat/usulan KPK dalam rangka pelaksanaan audi...
    Said Alex on 2017-07-21 06:53:41
  9. Audit keuangan GEREJA itu penting utk transparansi yg akan membuat Jemaat/Umatme...
    Said Alexander Katuuk on 2017-07-20 20:59:10
  10. Audit keuangan di tubuh gereja penting utk menunjukkan tanggung jawab para penge...
    Said Don Suban Garak on 2017-07-20 19:12:24
UCAN India Books Online