UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pasangan Malaysia hadapi hukuman penjara akibat makan daging babi

24/07/2013

Pasangan Malaysia hadapi hukuman penjara akibat  makan daging babi thumbnail

 

Pasangan non-Muslim keturunan Tionghoa yang mengunggah foto mereka sendiri di Facebook sedang makan daging babi pada bulan Ramadan menghadapi hukuman penjara hingga 15 tahun di Malaysia karena tindakan mereka dianggap melanggar Undang-Undang (UU) Penghasutan dan UU lainnya.

“Mereka didakwa di bawah UU Penghasutan, UU Sensor Film, dan KUHP,” demikian sumber Malaysia, Kamis (18 Juli).

Alvin Tan dan Vivian Lee, yang juga dikenal sebagai Tan Jye Yee dan Lee Mei Ling – mengaku tidak bersalah dalam sidang  di Pengadilan di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur.

“Mereka meng-upload foto yang bisa membangkitkan kemarahan,” kata Jaksa Agung Malaysia Abdul Gani Patail, yang menuntut pria dan wanita dalam sidang mereka berikutnya.

Tan, 25, dan Lee, 24, adalah warga negara Malaysia.

Mereka diduga mengunggah sebuah foto mereka sendiri awal Juli. Foto itu menunjukkan mereka sedang tersenyum di sebuah restoran di pinggir jalan sambil makan sup daging babi.

Di pengadilan,  Tan mengatakan foto malam itu dimaksudkan sebagai humor dan bukan sebagai penghinaan, dan dia juga meminta maaf dalam sebuah video YouTube yang meminta “maaf karena menghina umat Muslim di bulan suci Ramadan.”

Makan di toilet

Sejumlah foto yang beredar di Facebook menampilkan para siswa non-Muslim di  Selangor, Malaysia, tengah menyantap makanan mereka di toilet sekolah.

Foto-foto itu diunggah Guneswary Kelly, seorang ibu yang putrinya bersekolah di sekolah milik Pemerintah Malaysia itu.

Guneswari mengatakan, sekolah “memaksa” para siswa non-Muslim makan di toilet dengan alasan menghormati mereka yang berpuasa.

Guneswari sangat prihatin dengan kondisi ini, karena bagaimanapun toilet bukanlah tempat yang layak untuk menyantap makan siang.

“Kamar mandi itu penuh bakteri dan baunya sungguh tidak sedap,” kata Guneswari.

Dia menambahkan, saat para orangtua murid mengeluhkan kebijakan sekolah ini, anak-anak itu hanya diarahkan ke toilet lain atau gudang.

“Sebagai seorang ibu, saya menangis dan merasa sedih. Seberapa sering mereka harus berlari? Apakah ini terlihat adil, teman-teman warga Malaysia? Apakah Tuhan mengizinkan hal ini?” kata Guneswari lewat akun Facebook-nya.

Sumber: ucanews.com, kompas.com 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Toleransi Bukan Harmoni
  2. BNN targetkan rehabilitasi 4,2 juta pecandu narkotika
  3. Pemuda pro-demokrasi yang ditangkap polisi tulis surat terbuka kepada Paus Fransiskus
  4. 11 kampus bersatu lawan kekerasan seksual
  5. Paus Fransiskus kecam 'terorisme negara' dan 'sikap apatis' Eropa
  6. Wapres: Masih banyak pemimpin yang "jual murah" surga
  7. KWI dukung gugatan nikah beda agama
  8. KWI: Melarang nikah beda agama bentuk pelanggaran hak asasi
  9. Indonesia-Australia sepakat akhiri kekerasan terhadap perempuan
  10. Pesan uskup agung Myanmar untuk ‘Tahun Yubileum’
  1. Pemuda pro-demokrasi yang ditangkap polisi tulis surat terbuka kepada Paus Fransiskus
  2. Paus Fransiskus kecam ‘terorisme negara’ dan ‘sikap apatis’ Eropa
  3. 11 kampus bersatu lawan kekerasan seksual
  4. Toleransi Bukan Harmoni
  5. Pesan uskup agung Myanmar untuk ‘Tahun Yubileum’
  6. Indonesia-Australia sepakat akhiri kekerasan terhadap perempuan
  7. Paus bahas reformasi dengan para kepala departemen Vatikan
  8. Gereja Katolik Sri Lanka kecam penggunaan gambar Paus Fransiskus untuk kampanye pemilu
  9. Koalisi Masyarakat Sipil: Hentikan konflik TNI dan Polri
  10. KWI: Melarang nikah beda agama bentuk pelanggaran hak asasi
  1. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  2. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  3. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  4. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  5. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  6. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  7. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  8. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  9. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  10. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
UCAN India Books Online