UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Komnas HAM desak pemerintah revisi kebijakan yang diskriminatif

29/07/2013

Komnas HAM desak pemerintah revisi kebijakan yang diskriminatif thumbnail

 

Komisi Nasional Hak Asai Manusia (Komnas HAM) mendesak kepada Pemerintah untuk melakukan revisi seluruh Peraturan Perundangan yang mengandung unsur diskriminatif di dalamnya.

“Pemerintah Indonesia harus melakukan revisi atas seluruh Peraturan Perundang-undangan beserta praktik dan berbagai kebijakan,” ujar Koordinator Sub Komisi Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Roichatul Aswidah dalam jumpa persnya di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (29/7/2013), seperti dilansir tribunnes.com.

Roichatul menjelaskan, langkah yang perlu dilakukan Pemerintah tersebut dalam rangka rekomendasi yang diberikan oleh Komite Hak Asasi Manusia (Human Rights Committee) PBB yang telah melakukan dialog dengan Pemerintah Indonesia dalam sidang sesi 108 yang berlangsung di Jeneva, tanggal 10-11 Juli 2013.

Dalam siding Komite HAM di Jeneva, Roichatul menganggap informasi yang disampaikan oleh Pemerintah Indonesia masih berorientasi pada kerangka normatif.

“Padahal, langkah lebih tegas dan lebih rinci untuk memastikan aplikasinya dalam praktik sehari-hari bernegara dan berbangsa,” ucap Roichatul.

Roichatul juga menilai Pemerintah sebaiknya perlu membangun arah dan langkah yang jelas untuk melakukan perbaikan dan mencabut kebijakan diskriminatif atas nama agama dan moralitas.

“Oleh karena itu, sungguh penting bagi pemerintah Indonesia melaksanakan rekomendasi Komite Hak Asasi Manusia,” kata Roichatul.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 120 juta penduduk Indonesia belum akses sanitasi yang layak
  2. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  3. PBB didesak melindungi orang Kristen di Irak dan umat Muslim di Gaza
  4. Gereja harus menerima pasutri 'tidak konvensional'
  5. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  6. Tiga usulan SETARA untuk Jokowi-JK dalam penyelesaian HAM
  7. Pendeta dihukum 10 tahun di balik jeruji besi
  8. Pemuda dunia bahas persatuan dalam keberagaman di Bali
  9. Argumen “Pro Life” dan “Pro Choice”
  10. Menag: Gerakan radikalisme Islam ancam keutuhan NKRI
  1. Gereja harus menerima pasutri ‘tidak konvensional’
  2. 120 juta penduduk Indonesia belum akses sanitasi yang layak
  3. PBB didesak melindungi orang Kristen di Irak dan umat Muslim di Gaza
  4. Terkait spanduk “Tuhan membusuk”, FPI nilai sebagai penistaan agama
  5. 48 persen siswa di Semarang bersedia ikut aksi kekerasan isu agama
  6. Paus Fransiskus kumpulkan para bintang top dunia untuk pertandingan amal antaragama
  7. Sekilas Sejarah BULAN KITAB SUCI NASIONAL
  8. Korban topan dan gempa di Filipina akan makan siang bersama Paus Fransiskus
  9. Magsaysay Award menghormati orang Asia yang menjadi pelopor dan inovator
  10. Romo Benny: Terkait masalah intoleransi, Indonesia butuh figur presiden teladan
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online