UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

“Pak Presiden, tolong bukakan gerejanya!”

Juli 29, 2013

“Pak Presiden, tolong bukakan gerejanya!”

 

“Tolong, tolong, tolong dibukakan gerejanya,” ujar Edward Matthew Sitorus (12), usai membacakan suratnya untuk Presiden SBY saat perayaan Hari Anak Nasional di LBH Jakarta, Sabtu (27/6/2013).

Edo, sapaan Edward, adalah warga GKI Yasmin Bogor yang gerejanya disegel dan izinnya dicabut oleh walikota Bogor, Jawa Barat.

Edo juga termasuk puluhan anak dari kelompok-kelompok minoritas yang selama ini mengalami diskriminasi seperti Syiah, HKBP Filadelfia, Gereka Katolik Johannes Baptista Parung, pengungsi Rohingya, Ahmadiyah, Gereja Yasmin Bogor dan didampingi orang tua mereka dalam acara tersebut.

Selain kesal dengan Presiden SBY yang tidak bertindak, Edo juga mengungkapkan kekesalannya kepada walikota Bogor yang mencabut izin pendirian gereja tersebut.

“Agak kesel dengan walikota Bogor. Peletakan batu pertama kan dilakukan walikota itu sendiri,” ujar Edo seperti dilansir tribunnews.com.

Edo pun mengaku tidak tahu harus berbuat apa. Untuk melaksanakan ibadah sekolah minggu, Edo dan jemaat GKI Yasmin berpindah-pindah. Kadang-kadang ke GKI Induk, kadang-kadan mengikuti orang tua mereka ke Istana Negara.

“Kadang-kadang ke geraja induk. Kalau di GKI Yasmin seminggu sekali di depannya (di luar). Sebulan sekali ke Istana. Sudah 30 kali lebih,” kenang siswa SMP BPK Penabur itu.

Karena penyegelan gereja dan ibadah yang berpindah-pindah tersebut, Edo mengaku terkadang menjadi bahan candaan teman-teman sekolahnya.

“Pernah sempat ditertawakan di sekolah karena mau ke gereja susah. Edo kasihan gerejanya nggak dibuka,” ujar Edo menirukan candaan teman-temannya.

Sementara itu di Sampang sendiri, misalnya, hampir setahun kelompok Syiah jadi pengungsi. Kondisi tersebut menyebabkan anak-anak mereka tak bersekolah dan hidup dengan kondisi tidak layak.

Dalam perayaan kali ini, para anak tersebut terlihat bersuka cita bernyanyi, dan bermain, bersama kelompok lainnya.

Dalam acara tersebut juga diselenggarakan aktifitas-aktifitas yang biasa dilakukan anak-anak. Misalnya, mereka mendengarkan dongeng, membaca surat untuk presiden, menggambar, pertunjukkan solo biola. Selain itu acara tersebut juga diisi dengan tausiah kebangsaan dan buka puasa bersama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi