UCAN Indonesia Catholic Church News

Senjata nuklir adalah kejahatan terhadap Allah dan manusia

06/08/2013

Senjata nuklir adalah kejahatan terhadap Allah dan manusia thumbnail

 

“Semua kegiatan perang, yang menimbulkan kehancuran kota-kota atau daerah-daerah beserta semua penduduknya, merupakan tindak kejahatan melawan Allah dan manusia sendiri, yang harus dikecam dengan keras dan tanpa ragu-ragu” (Gaudium et Spes, “Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa ini,” Konsili Vatikan II).

Pada 6 Agustus 1945, Boeing B-29 Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom atom di Hiroshima, Jepang, yang menewaskan sekitar 70.000 orang – kebanyakan warga sipil – dan menghancurkan lebih dari 4 mil kota itu.

Pada 9 Agustus 1945, AS menjatuhkan bom atom kedua di kota Nagasaki, menewaskan antara 35.000 hingga 40.000 orang – juga kebanyakan warga sipil – dan menghancurkan hampir 2 mil kota itu. Pada saat ledakan atom, Nagasaki adalah jantung dan jiwa dari agama Katolik di Jepang.

Tragedi ini adalah pemboman tanpa pandang bulu yang menimbulkan kerusakan dan kematian – kejahatan terhadap Allah dan manusia sendiri. Tindakan itu harus dikecam keras dan tanpa ragu-ragu.

Namun, banyak umat Katolik mengabaikan ajaran Gereja ini dan mengatakan bom atom ke kota-kota itu perlu.

“Penggunaan senjata biadab di Hiroshima dan Nagasaki tidak ada bantuan material dalam perang kami melawan Jepang,” tulis Laksamana William D. Leahy, kepala staf Presiden Haryy Truman dalam memoarnya.

“Warga Jepang kalah dan siap menyerah. Pertama untuk menggunakannya, kita hendaknya mengadopsi standar etika umum terkait perang barbar Abad Kegelapan itu. Peperangan tidak bisa dibenarkan dengan menghancurkan perempuan dan anak-anak.”

Teologi moral Katolik jelas menjernihkan hal ini: Tujuan tidak pernah menghalkan cara. Bahkan jika tujuan akhir yang secara moral baik, cara yang digunakan untuk mencapai tujuan baik itu juga harus secara moral baik.

Kepemilikan, modernisasi, sasaran, tentu saja penggunaan senjata nuklir adalah cara yang jahat – tak bermoral.

Para uskup Katolik dari seluruh dunia dalam Konsili  Vatikan II mengajarkan ini dan patut diulangi lagi: “Semua kegiatan perang, yang menimbulkan penghancuran kota-kota seluruhnya atau daerah-daerah luas beserta semua penduduknya, merupakan tindak kejahatan melawan Allah dan manusia sendiri, yang harus di kecam dengan keras dan tanpa ragu-ragu.”

Ironisnya, kita tidak belajar pelajaran sejarah yang tragis ini.

Senjata nuklir kami tahun 1945 kalau dibandingkan dengan senjata nuklir saat kini yang jauh lebih merusak dan menghancurkan.

Selain itu, jumlah senjata nuklir di gudang senjata AS meningkat dari dua kali lipat tahun 1945 menjadi sekitar 7.700 saat ini, demikian Federasi Ilmuwan Amerika (FAS), seorang pemikir non-partisan yang memberikan analisis dan rekomendasi mengenai isu-isu keamanan nasional dan internasional .

Menurut FAS, jumlah senjata nuklir di dunia, tersebar di sembilan negara, yakni sekitar 17.300. Jumlah senjata nuklir Rusia adalah terbesar, dengan 8.500 senjata.

Meskipun perjanjian untuk mengurangi jumlah senjata nuklir, AS dan negara-negara nuklir lainnya terus memodernisasi senjata nuklir mereka dan tidak berniat menghilangkannya.

FAS memperingatkan bahwa sekitar 1.800 senjata nuklir Rusia dan AS berada pada siaga tinggi karena berbahaya dan siap diluncurkan dalam beberapa menit.

Sumber: Nuclear weapons are a crime against God and humanity

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pentahbisan uskup secara publik pertama di Tiongkok sejak 2012
  2. Uskup, imam di Tiongkok bersatu menentang pembongkaran salib
  3. Ensiklik Laudato Si' mulai diterapkan di keuskupan India
  4. BNN dan KWI jalin kerjasama penanggulangan narkoba
  5. Said Agil: Prinsip NU adalah melindungi hak minoritas
  6. Paus Fransiskus: Jangan takut mengaku dosa
  7. Pameran St. Yohanes Paulus pererat hubungan Katolik-Yahudi
  8. Kasimo layak mendapat gelar Pahlawan Nasional
  9. Siswi SMA Katolik akan berdongeng di ACC Korsel
  10. Aktivis dari 28 negara bahas dampak kerusakan akibat pertambangan
  1. Vietnam bebaskan blogger Katolik dan aktivis Protestan
  2. Kardinal Myanmar minta bantuan untuk korban banjir
  3. Gereja Katolik Tiongkok memperoleh uskup baru
  4. Siswi SMA Katolik akan berdongeng di ACC Korsel
  5. Peranan dan Pengakuan Sekolah Swasta
  6. Paus Fransiskus: Jangan takut mengaku dosa
  7. Protes pembongkaran salib di Tiongkok mendapatkan banyak dukungan
  8. Dua tahun setelah Topan Haiyan, pengungsi tetap berada dalam ‘kondisi memprihatinkan’
  9. Jangan ada peristiwa Tolikara jilid II
  10. Amendemen UUD 45 perlu dikaji lagi
  1. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  2. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  3. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
  4. Papua itu besar, jauh di perbatasan, kurang peminat yang mau berdedikasi di desa...
    Said on 2015-07-25 08:01:00
  5. Yang salah ya salah dan harus masuk penjara. Jangan anggap enteng percikan api ....
    Said on 2015-07-24 08:25:00
  6. Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kew...
    Said on 2015-07-24 08:16:00
  7. Kalau masyarakat mau mengatur seenaknya, untuk apa ada bupati, DPRD dsb.? Merek...
    Said on 2015-07-24 08:04:00
  8. Benar, harus tertib pada aturan dan tata kota. Semoga dimengerti sebelum ditind...
    Said on 2015-07-24 07:49:00
  9. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  10. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
UCAN India Books Online