Paus prihatin konsumerisme di kalangan anggota Gereja

07/08/2013

Paus prihatin konsumerisme di kalangan anggota Gereja thumbnail

 

Paus Fransiskus mengecam konsumerisme di kalangan  anggota Gereja sebagai racun yang mengancam kebahagiaan sejati.

Paus menyampaikan pernyataan itu pada 4 Agustus, di hadapan para hadirin di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, sebelum Doa Angelus.

“Pertemuan dengan Yesus yang hidup, dalam keluarga besar yang adalah Gereja, kita hendaknya mengisi hati dengan sukacita, mengisinya dengan kehidupan yang benar, serta kebaikan. Unsur-unsur ini tidak boleh hilang atau dirusak,” katanya.

“Tapi, sehari-hari pengalaman ini harus menghadapi keangkuhan, racun akibat kekosongan nilai-nilai yang merasuk masyarakat kita, yang mengutamakan keuntungan dan mengejar(harta), dengan menipu orang muda menjadi konsumerisme,” katanya.

“Orang-orang muda sangat sensitif bila kekosongan makna dan nilai-nilai yang melindungi mereka,” katanya. “Dan sayangnya, mereka menjadi korban.”

“Kekayaan sejati adalah kasih Allah maka kasih itu dibagikan kepada saudara-saudara Anda. Karena kasih itu berasal dari Allah maka kita perlu berbagi, dan mendorong kita saling membantu,” kata Paus.

Menurutnya, “Orang yang mengalami kasih ini tidak akan takut mati, dan menerima kedamaian hati.”

Paus juga mengulangi pernyataannya pada Misa saat ia merayakan acara puncak Hari Kaum Muda sedunia pada 28 Juli di Rio de Janeiro, yang menarik sekitar 3 juta orang ke pantai Copacabana.

“Hari Kaum Muda Sedunia tidak ada ‘kembang api,’ tapi antusiasme orang muda sangat tinggi,” katanya.

“Orang muda Katolik tidak mengikuti Paus, tapi mereka mengikuti Yesus Kristus, memikul salib-Nya,” tambah Bapa Suci.

Sumber: Catholic News Service




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  2. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  3. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  4. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  5. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  6. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  7. Selamat! Laos mendapat kardinal untuk pertama kali
  8. Di balik tambang dan minyak Kayu Putih di Pulau Buru
  9. Polisi Vietnam pukul demonstran, tangkap aktivis Katolik
  10. Uskup Agung Semarang yang baru berjanji mempromosikan toleransi
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online