UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Uskup Agung Jakarta: Gereja perlu waspada pascapelemparan bom molotov di Sekolah Asisi

07/08/2013

Uskup Agung Jakarta: Gereja perlu waspada pascapelemparan bom molotov di Sekolah Asisi thumbnail

 

Sejumlah gereja dan lembaga  Katolik diminta waspada pascapelemparan bom molotov di Sekolah Fransiskus Asisi, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (6/8) dini hari.

“Saya diberi tahu oleh jajaran Kepolisian Resor Jakarta Selatan bahwa ada bom molotov di Sekolah Asisi Tebet. Lalu saya sampaikan kepada yang biasa menyampaikan informasi ke seluruh paroki untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo, seperti dilansir beritasatu.com.

Uskup Agung Suharyo mengatakan, pihaknya tidak mengkhawatirkan keamanan gereja pascaperistiwa bom meledak di Vihara Ekayana, Jakarta Barat, pada Minggu (4/8).

“Tidak perlu ada kekhawatiran ataupun ketakutan, ‘nek mati yo wes mati wae’ (kalau mati ya mati saja, red.). Hanya ini ada sesuatu yang tidak baik dan sungguh sangat memprihatinkan. Kita harus berhati-hati supaya hal yang tidak perlu terjadi,” jelasnya.

Namun, ia sangat mengharapkan “peningkatan keamanan tersebut tetap mengutamakan keramahan pelayanan kita dan jangan sampai menimbulkan keresahan luas di kalangan umat dan warga masyarakat sekitar.”

Lebih lanjut, ketua presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) itu menjelaskan pihaknya tidak pernah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan khusus terhadap seluruh gereja.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dilansir kompas, sebuah bom molotov ditemukan berada di Sekolah Asisi di Tebet, Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

“Kami mendapat laporan pukul 07.00 WIB pagi dan langsung mengabarkan kepada uskup (agung Jakarta) untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata petugas Polres Jaksel yang enggan disebutkan namanya.

Petugas kepolisian tersebut mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan apakah bom molotov tersebut terkait dengan peledakan bom di Vihara Ekayana atau perselisihan antarwarga di kampung sekitar.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Carolus masuk ke Nusakambangan jelang eksekusi mati
  2. Kardinal Tagle berikan ‘hadiah’ untuk OMK yang menghadiri WYD
  3. Lilin seorang suster untuk Merry Utami yang akan dieksekusi mati
  4. Kelompok Gereja berkampanye menentang eksekusi
  5. Karitas India bertemu membahas tantangan pendanaan
  6. Para delegasi OMK untuk WYD didesak berbagi iman dan cinta
  7. 14 terpidana mati akan dieksekusi pekan ini
  8. Mahasiswa Papua minta perlindungan
  9. Hukuman mati dalam pandangan Gereja Katolik
  10. Era tak beriman
  1. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  2. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
  3. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  4. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  5. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  6. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  7. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  8. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  9. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  10. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
UCAN India Books Online