Gereja-gereja di Papua serukan dialog untuk menghentikan kekerasan

19/08/2013

Gereja-gereja di Papua serukan dialog untuk menghentikan kekerasan thumbnail

Ilustrasi

 

Di tengah negara Republik Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan ke-68, Forum Gereja-gereja Ekumene di Papua meminta pemerintah pusat menggelar dialog untuk menyalurkan aspirasi politik rakyat Papua dan menghentikan kekerasan.

Dalam pernyataan pers yang dikirim ke The Jakarta Post pada Sabtu, forum itu menuntut pemerintah menghentikan segala bentuk kekerasan dan penindasan di Tanah Papua.

Forum ini, menurut pernyataan itu, mendesak agar dialog tersebut dimediasi oleh Juha Christensen of Peace Architecture and Conflict Transformation Alliance (PACTA), yang menengahi pembicaraan damai di antara pemerintah pusat dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tahun 2005.

Forum Gereja-gereja juga mengutip sejumlah pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi bahwa pihaknya mengklaim kekerasan itu terjadi di Papua pada 15 Agustus tahun ini.

Polisi Papua, menurut pernyataan itu, tidak mengeluarkan izin bagi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi damai menentang aneksasi Papua oleh Indonesia. Bahkan polisi  mengancam akan membubarkan setiap aksi protes 1 Mei.

Selain itu, lanjut forum itu, pemerintah Papua, militer dan polisi setempat telah melarang semua warga di provinsi itu menggelar demonstrasi 1 Mei, tanggal kedaulatan atas integrasi Papua ke dalam Indonesia.

Pada 30 Mei, pernyataan tersebut menambahkan, tentara dan polisi menembaki warga sipil yang berkumpul untuk merayakan hari tersebut, dan menimbulkan tiga tewas dan melukai tiga orang lainnya.

Gereja-gereja juga mengatakan bahwa penembakan warga sipil yang marak dan pelanggaran hokum terus terjadi di Papua.

Seorang gadis berusia  12 tahun, menurut pernyataan itu, ditembak mati oleh anggota Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat (Kopassus) di Kabupaten Lany Jaya pada 1 Juli.

Menurut Suarapapua.com, Free West Papua Campaign (FWPC) mengatakan bahwa kantor resmi Organisasi Papua Merdeka (OPM) dibuka di Belanda pada 15 Agustus, tepatnya 51 tahun setelah Papua Barat dianeksasi oleh Indonesia setelah kesepakatan dengan penjajah Belanda yang ditandatangani di New York.

Kantor serupa dibuka di Oxford, Inggris, pada April, memicu protes keras dari pemerintah Indonesia.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Mark Canning pada 6 Mei dan mengajukan protes diplomatik dengan pemerintah Inggris menyusul pembukaan kantor OPM tersebut.

Sumber: The Jakarta Post

Foto: vogelkoppapua.org

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  2. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  3. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  4. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  5. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  6. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  7. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  8. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  9. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  10. Radikalisme akan tetap ada selama adanya ketidakadilan
  1. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  3. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  4. Komite untuk HAM berat segera disahkan
  5. Pertemuan para uskup Asia bahas perubahan iklim
  6. 173 warga Uyghur tiba di Turki setelah dibebaskan dari tahanan Thailand
  7. Kemenag latih pengawas Madya Pendidikan Agama Katolik
  8. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  9. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  10. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online