UCAN Indonesia Catholic Church News

Mantan pastor divonis seumur hidup atas kasus pembunuhan

19/08/2013

Mantan pastor divonis seumur hidup atas kasus pembunuhan thumbnail

Herman Jumat Masan

 

Pengadilan Negeri Maumere, Sikka, NTT, hari ini Senin (19/8), menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup kepada Herman Jumat Masan, mantan pastor yang didakwa melakukan pembunuhan pada beberapa tahun silam.

“Kami menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada terdakwa, Saudara Herman Jumat Masan”, kata Beslin Sihombing, Hakim Ketua PN Sikka saat membacakan vonis.

Menurut Sihombing, majelis hakim menilai, tindakan Herman dilakukan terencana, menyembunyikan tindakannya dalam waktu yang lama dan menyebut Herman merupakan sosok yang berbahaya bagi orang lain.

Herman, mantan imam Keuskupan Larantuka, Flores Timur terbukti dalam dakwaan membunuh dengan mencekik seorang bayi pada 1999, hasil hubungan gelapnya dengan Yosefin Keredok Payong alias Merry Grace. Merry Grace merupakan mantan suster SSpS, yang meninggalkan biara pada tahun 19997

Tahun 2002, ketika Merry Grace kembali melahirkan anak kedua hasil hubungan gelap mereka, Herman membiarkan saja bayi itu di kamarnya hingga meninggal, bersama Merry Grace yang juga akhirnya meninggal  setelah mengalami pendarahan selama 10 hari. Ketiga jenazah ini dikuburkan di belakang kamar Herman di kompleks Tahun Orientasi Rohani (TOR), Lela, Maumere, di mana saat itu ia bertugas sebagai pendamping para frater TOR. Herman meninggalkan imamat tahun 2008, dan bekerja di Kalimantan.

Kasus ini terungkap ketika pada Januari 2013, polisi menggali kuburan ketiga jenazah itu, berkat pengakuan dari mantan pacar Herman, bernama Sofi, berhubung Herman pernah menceritakan peristiwa pembunuhan ini kepadanya.

Proses hukum pun dilakukan, setelah Herman berhasil dibawa ke Maumere, pada Januari lalu, hingga pembacaan vonisnya hari ini.

Ketika mendengarkan vonis hakim, setelah sempat berdiskusi dengan kuasa hukumnya, Herman mengatakan, “Atas putusan yang mulia dan berdasarkan kenyataan yang ada, maka saya masih berpikir-pikir”, katanya singkat.

Sekitar 100 orang keluarga Merry Grace menghadiri sidang ini. Mereka datang menggunakan bis dan sepeda motor ke gedung pengadilan. Di depan salah satu bus, terpasang spanduk bertuliskan, “Tunda No, Vonis Mati Yes”.

Mereka pun mengaku puas. “Kami mengharapkan tidak ada remisi-remisi. Kami memang menuntut agar dihukum mati, tapi kami juga sadar sebagai manusia tidak punya hak untuk mengambil hidup orang lain”, kata Adam Kati, kepala adat dari keluarga Merry Grace kepada ucanews.com.

Sementara Mery Ose, sepupu Merry Grace menilai, hukuman ini pantas diberikan kepada Herman. “Ini sesuai dengan tindakannya”.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang akhir Juli lalu yang meminta Herman dihukum mati.

Sejumlah lembaga kemanusiaan, sebelumnya menyatakan penolakan atas tutuntan hukuman mati ini.

Edward Flynn, Perwakilan Vivat International untuk Geneva, Swiss menyurati PN Maumere  pada Jumat (16/8) lalu, menyatakan keberatannya.

“Kami percaya bahwa tidak ada hal baik yang diperoleh dengan pemberian hukuman mati kepada orang ini. Kami setuju bahwa hukuman mati adalah bertentangan dengan HAM, yaitu hak untuk hidup. Tak satu pun dari kita memiliki hak untuk mencabut kehidupan lain,” katanya dalam surat itu.

Sebelumnya, pada Selasa (13/8) lalu, kelompok “Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Sikka”, sebuah koalisi dari para pastor, suster dan aktivis di Maumere juga menyampaikan pernyataan kepada PN Maumere, dimana mereka mengatakan, “setuju agar terdakwa dihukum seberat-beratnya, tetapi kami menolak hukuman mati karena tidak sesuai dengan prinsip dasar HAM”.

Dalam pernyataan yang dibacakan oleh Pastor Otto Gusti Madung SVD, Dosen Filsafat di STFK Ledalero ini, mereka juga menegaskan, “sebagai orang Kristen, kami yakin bahwa setiap manusia adalah citra Allah”.

“Dan Manusia tidak punya hak untuk menghilangkan status citra Allah itu dari manusia lain dengan cara membunuhnya. Manusia tidak pernah boleh menjadi Tuhan atas hidup sesamanya. Hidup manusia ada di tangan Allah sendiri”, tegas mereka dalam penyataan tersebut.

Florianus Geong, Maumere

Sumber:  Ex-priest sentenced to life for murders

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Proses pembangunan Gereja Santa Clara dihentikan sementara
  2. Gua Maria Kerep Ambarawa jadi mercusuar iman bagi umat Katolik, Muslim
  3. Uskup Timika kecam penembakan aparat TNI terhadap umatnya
  4. Paus desak pengunjung di Vatikan mengenal Yesus dengan membaca Injil
  5. Komnas HAM investigasi kasus penembakan warga Timika
  6. Komnas HAM: Polisi India gagal menangani penyelidikan pemerkosaan biarawati
  7. Tokoh agama: Pancasila Rumah Kita, perbedaan adalah rahmat
  8. Polisi didesak bertindak adil dalam penyelidikan terbakarnya gereja
  9. Presiden Filipina minta dukungan Gerakan Karismatik Katolik
  10. Komsos KWI: Cyber Mission, panggilan terkini orang Katolik
  1. Warga masih trauma dan derita fisik akibat perang saudara selama 26 tahun
  2. Kaus perkosaan di India jauh lebih tinggi dari data yang dilaporkan
  3. Para uskup AS belajar isu migran di Malaysia
  4. TV María akan menampilkan acara untuk anak-anak, orang muda
  5. Uskup Timika kecam penembakan aparat TNI terhadap umatnya
  6. Kehadiran minoritas harus memberi arti bagi mayoritas
  7. Komnas HAM investigasi kasus penembakan warga Timika
  8. Renungan Minggu Biasa XXII bersama Pastor Bill Grimm
  9. Jika Gairah Hidup Anda Redup, Nyalakan dengan Ini
  10. Prioritas, pewartaan, sentuhan kasih mencerminkan latar belakang Paus Fransiskus
  1. Tentu saja kesibukan sebatas Liturgi - Altar, perlu diimbangi dengan ketegasan p...
    Said sani@ on 2015-08-21 11:51:00
  2. Silahkan baca di teks ini selengkapnya...terima kasih.. http://www.mirifica.net...
    Said on 2015-08-19 14:30:00
  3. “Dalam perjalanan ke depan, Gereja Katolik memandang bahwa pemerintah dan para p...
    Said kristiadjirahardjo on 2015-08-17 10:55:00
  4. Undangan kepada Bapa Suci dr Menag unt berkunjung ke Indonesia,tentu sangat meng...
    Said tarcisius fenfat on 2015-08-15 10:51:00
  5. Menuju keteraturan......
    Said on 2015-08-14 16:46:00
  6. Baik sekali kalau Bpk Menteri kunjung ke Vatikan.....
    Said on 2015-08-14 16:45:00
  7. Salut kepada menteri agama t ksi atas upayanya utk mengundang bp paus franciskus...
    Said Eduardus on 2015-08-13 13:29:00
  8. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  9. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  10. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
UCAN India Books Online