Paus angkat sejumlah uskup untuk menjabat beberapa kantor Vatikan

20/08/2013

Paus angkat sejumlah uskup untuk menjabat beberapa kantor Vatikan thumbnail

 

Serangkaian pengangkatan tampaknya mungkin merupakan pertanda sebuah “revolusi” kecil yang akan dilakukan Paus Fransiskus di Kuria Romawi.

“Ada transisi di tempat, dan Paus Fransiskus memiliki proyek sendiri, dengan mengangkat sejumlah orang di sekitarnya,” kata sumber yang dekat dengan Sekretariat Negara Vatikan kepada CNA pada 13 Agustus.

Transisi dapat dilihat, menurut sumber itu, dengan beberapa “pengangkatan” yang dilakukan oleh Paus Fransiskus, seperti Uskup Agung Guido Pozzo, Monsignor Konrad Krajewski, dan Msgr Francesco Camaldo.

Sumber tersebut menyatakan bahwa “revolusi mungkin akan mulai dengan pengangkatan Sekretaris Negara Vatikan, yang diharapkan pada September.”

Sekretaris Negara saat ini, Tarcisio Kardinal Bertone, diangkat tujuh tahun lalu, di bawah Paus Benediktus XVI, yang merupakan posisi kedua di Kuria Romawi, setelah Paus.

Di antara “pengangkatan” tersebut dimana belum lama ini ia mengumumkan bahwa Uskup Agung Pozzo akan mengambil alih jabatannya sebelumnya sebagai sekretaris Komisi Kepausan Ecclesia Dei, kantor kuria yang menangani rekonsiliasi dengan ultra-tradisionalis Serikat St. Pius X.

Pada saat yang sama, posisi Uskup Agung Pozzo sebagai kepala Kantor Amal Kepausan diisi oleh Mgr Krajewski, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Kantor Liturgi Kepausan dan merupakan imam Keuskupan Agung Lódz di Polandia.

Menurut sumber yang dekat dengan Serikat St. Pius X, yang tidak menyebutkan namanya berbicara kepada CNA pada 14 Agustus,  Uskup Agung Pozzo diangkat sebagai sekretaris komisi itu bisa “saja untuk memperkuat peran Ecclesia Dei, dan ini bisa berarti bahwa Paus Fransiskus berpikir melakukan pendekatan kembali dengan (serikat itu) setelah hubungan yang retak sejak Februari lalu.”

Sumber: Pope adds more names to his inner circle




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online